Hanya Ada Satu Aspal Buton - Analisis - www.indonesiana.id
x

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Sabtu, 7 Agustus 2021 08:27 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Hanya Ada Satu Aspal Buton

    Hanya ada satu aspal Buton merupakan introspeksi diri untuk memperingati 1 abad aspal Buton yang akan jatuh pada tahun 2024. Aspal Buton merupakan karunia Allah SWT yang wajib kita syukuri. Kita harus mengelola kekayaan sumber daya aspal alam Buton ini seperti halnya kita menggunakan hukum kekekalan energi: “Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Tetapi energi hanya dapat dirubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain”. Dengan demikian kekayaan sumber daya aspal alam Buton ini harus kita rubah menjadi suatu bentuk kekayaan dalam bentuk yang lain. Yaitu bentuk kekayaan untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

    Dibaca : 1.222 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Hanya ada satu aspal Buton

    Karunia Allah Maha Besar

    Hanya ada satu aspal Buton

    Titipan untuk kita semua

     

    Reff:

    Inilah karya bhakti beta

    ‘tuk bangsa negara Indonesia

    Tempat mengabdi sepenuh hati

    Ku serahkan jiwa dan raga

    Ini adalah sebuah lirik lagu yang mengikuti irama lagu “Indonesia Pusaka” karangan Ismail Marzuki. Coba Anda menyanyikan lirik lagu ini dengan penuh perasaan. Kalau hati Anda terasa bergetar, maka itu berarti Anda mencintai aspal Buton. Coba ulangi beberapa kali lagi sehingga iramanya benar-benar pas dengan lagu “Indonesia Pusaka” ini. Apabila hati Anda bergetar dan mata Anda berkaca-kaca. Mungkin saja Anda bisa merasakan juga apa yang sedang penulis rasakan.

    Tahun 2024 masih 3 tahun lagi. Tetapi mengapa mulai dari sekarang kita sudah harus peduli dengan apa yang akan terjadi 3 tahun mendatang? Ada apa sebenarnya yang akan terjadi di tahun 2024?. Mungkin sebagian besar rakyat Indonesia akan berpikir bahwa pada tahun 2024 nanti kita akan mengadakan Pemilihan Umum lagi untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang baru. Tetapi bukan itu maksudnya. Pada tahun 2024, kita akan memperingati 1 abad aspal Buton. Mengapa 1 abad aspal Buton harus kita peringati ? Karena peristiwa 1 abad aspal Buton merupakan sebuah kejadian yang sangat istimewa bagi rakyat Indonesia.

    Aspal Buton pertama kali ditemukan pada tahun 1924. 3 tahun lagi aspal Buton akan genap berusia 100 tahun, atau 1 abad. Apa yang sudah aspal Buton berikan kepada bangsa dan negara Republik Indonesia? Masih belum ada. Tetapi itu bukan berarti tidak akan pernah ada. Dengan seizin Rahmat dan Hidayah Allah SWT, aspal Buton akan berpotensi besar menghasilkan “Maha Karya” aspal Buton ekstraksi untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Tetapi untuk itu perlu ada ikhtiar dan upaya yang tidak mengenal lelah, serta pantang menyerah. Dan yang paling penting adalah keyakinan yang kuat bahwa Allah SWT telah menciptakan aspal alam di Pulau Buton dengan tidak sia-sia. Pasti Allah SWT sudah mempunyai rencana dan tujuan besar untuk aspal Buton yang kita sendiri sebagai manusia tidak akan pernah tahu seberapa besarnya.

    Marilah kita bertanya kepada rumput yang sedang bergoyang, mengapa Allah SWT menciptakan aspal alam di pulau Buton, Sulawesi Tenggara? Dan bukan di Pulau Bali atau di pulau-pulau lain di Indonesia ? Mengapa aspal alam hanya ada satu-satunya di Pulau Buton saja ? Mengapa jumlahnya sangat melimpah ? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan “mengapa” yang tidak akan pernah habis-habisnya untuk ditanyakan. Termasuk pertanyaan mengapa sudah hampir 1 abad lamanya pemerintah masih belum juga mampu mengelola aspal Buton untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia?

    Sebenarnya hanya ada satu jawaban dari sekian banyak pertanyaan-pertanyaan yang jumlahnya tidak terhingga tersebut. Jawaban mengapa Allah SWT menciptakan aspal alam di Pulau Buton adalah agar kita sebagai makhluk ciptaan Allah SWT wajib ”mensyukurinya”. Sekali lagi, jawabannya adalah agar kita wajib “mensyukurinya”. Mungkin kita lupa bahwa apabila kita mensyukuri suatu nikmat, maka Allah SWT akan menambahkan nikmat tersebut berlipat ganda. Jadi mungkin saja bahwa selama ini kita khilaf untuk mensyukuri “nikmat” aspal Buton ini. Dan malah justru kita telah mensyukuri “nikmat” aspal minyak impor. Sehingga akibatnya justru aspal minyak imporlah yang semakin berjaya. Siapakah yang sebenarnya harus kita sesalkan?

    Hanya ada satu aspal Buton adalah sebuah pesan moral untuk menyadarkan kita semua sebagai rakyat Indonesia, bahwa aspal Buton adalah karunia Allah SWT yang sangat luar biasa besarnya bagi rakyat Indonesia yang wajib kita syukuri. Pasti Anda akan bertanya-tanya, bagaimana cara kita mensyukuri “nikmat” aspal Buton ini ? Salah satu caranya adalah dengan memperingati 1 abad aspal Buton yang akan jatuh pada tahun 2024 nanti. Cara yang paling sederhana untuk mulai mensyukuri “nikmat” aspal Buton adalah seperti kata Peribahasa berikut ini: “Kalau tak kenal, maka tak sayang. Dan kalau tak sayang, maka tak cinta”. Mungkin bisa ditambahkan lagi: “Kalau sudah cinta, maka cintailah dengan sepenuh hati”. Beginilah seharusnya kita mulai mensyukuri “nikmat” aspal Buton.

    Untuk mensyukuri nikmat aspal Buton ada 2 cara:

    Pertama: kita harus mengenal dulu apa itu aspal Buton. Jaman dahulu semua anak-anak SekolahDasar sudah tahu apa itu aspal Buton. Karena setiap kali ada ujian akhir Sekolah Dasar, pasti ada pertanyaan: “Dimana terdapat tambang aspal alam di Indonesia?”. Dan jawabannya adalah di Pulau Buton. Tetapi sekarang ini coba Anda tanyakan kepada anak-anak Anda yang masih duduk di sekolah SD, SMP, SMK, atau SMA. Apakah mereka tahu apa itu aspal Buton ?. Mungkin sebelum Anda bertanya kepada anak-anak Anda, sebaiknya Anda bertanya terlebih dahulu kepada guru-guru mereka. Apakah di sekolah sudah diajarkan mengenai aspal Buton? Kemungkinan besar tidak. Karena aspal Buton sudah tidak lagi menjadi sebuah pertanyaan baku di dalam ujian-ujian akhir sekolah. Mengapa aspal Buton sekarang ini begitu sangat mudah sekali untuk dilupakan orang ?

    Kedua: Setelah kita mengenal, menyayangi, dan mencintai aspal Buton, maka kita harus dapat membahagiakan orang banyak agar rasa syukur kita akan berdampak luas kepada mereka. Yaitu, semua orang-orang yang kita cintai. Siapakah orang-orang yang paling kita cintai di dalam hidup ini? Sudah tentu orang-orang yang paling kita cintai di dalam hidup ini adalah keluarga kita sendiri. Istri, anak-anak dan cucu-cucu kita. Dan juga generasi berikutnya. Mengapa ? Karena jiwa dan asa kita mengalir deras di dalam darah dan daging mereka yang mewariskan nilai-nilai luhur kemanusiaan kita. Oleh karena itu kita harus berjuang keras tanpa pamrih untuk aspal Buton demi kebahagiaan anak-anak dan cucu-cucu kita, dan juga demi kesejahteraan generasi berikutnya.

    Indonesia memiliki banyak sekali sumber daya alam, seperti minyak & gas bumi, tembaga, emas, timah, batu bara, bauksit, nikel, dll. yang melimpah. Tetapi setelah ditambang puluhan tahun akhirnya semuanya akan habis juga tanpa ada sisa dan bekas.

    Pelajaran apa yang kita peroleh dari peristiwa ini?. elajaran yang kita dapatkan adalah sebuah penyesalan besar. Semua kekayaan alam Indonesia yang melimpah tersebut pada suatu saat nanti akan terkuras habis tanpa kita tahu untuk apa saja semua kekayaan itu telah digunakan. Oleh karena itu sejak dari awal kita sudah harus menetapkan teguh di dalam hati bahwa kekayaan sumber daya alam itu bukanlah warisan dari nenek moyang kita. Tetapi ini merupakan titipan untuk anak-anak, cucu-cucu kita, dan generasi penerus bangsa.

    Oleh karena itu kekayaan sumber daya alam kita tidak boleh habis dikuras dengan nafsu serakah memperkaya diri pribadi. Apa lagi dikuras habis-habisan oleh bangsa-bangsa asing. Tetapi kekayaan sumber daya alam Indonesia ini harus dikelola seperti halnya hukum kekekalan energi. Dimana disebutkan bahwa “Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Tetapi energi hanya dapat dirubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain”. Dengan demikian kekayaan sumber daya alam kita harus kita rubah bentuknya menjadi suatu kekayaan dalam bentuk yang lain. Yaitu bentuk kekayaan untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Kekayaan sumber daya alam aspal Buton harus mempunyai rekam jejak yang jelas. Dan bisa menjadi sebuah monumen sejarah atas pernah adanya kejayaan aspal Buton di negeri ini. Yaitu dibangunnya infrastruktur jalan-jalan dengan menggunakan aspal Buton. Mulai dari Sabang hingga Merauke. Mulai dari kota-kota besar hingga ke pelosok desa-desa. Aspal Buton menjalin ikatan persatuan dan kesatuan bangsa melalui pemerataan pembangunan infrastruktur jalan-jalan di seluruh Indonesia.

    Hanya ada satu aspal Buton adalah sebuah introspeksi diri dalam memperingati 1 abad aspal Buton bahwa karunia Allah swt yang sangat luar biasa besarnya ini wajib kita syukuri. Semoga titipan nenek moyang kita ini berkah dan melimpah untuk kita titipkan kembali secara estafet kepada anak-anak dan cucu-cucu kita, dan generasi berikutnya. Introspeksi diri dalam memperingati 1 abad aspal Buton yang akan jatuh pada tahun 2024 akan merupakan harapan dan doa kita untuk kejayaan aspal Buton di masa depan.

    Anak-anakku, cucu-cucuku, dan generasi bangsa berikutnya. Janganlah engkau hanya tinggal diam dan berpangku tangan menunggu nasib. Ayo bersemangat dan berjuang terus untuk bangsa dan negaramu. Nyanyikan lagu “Hanya Ada Satu Aspal Buton” ini agar hatimu bergetar dan matamu berkaca-kaca. Ini tandanya bahwa kalian memang sesungguhnya mencintai aspal Buton. Karena hanya ada satu aspal Buton di dunia ini. Karunia Allah SWT Maha Besar untuk bangsa Indonesia.

    Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.