Inovasi Olahan Pisang Jadi Makanan Frozen Food dan Edukasi Pemasaran Digital oleh Mahasiswa Unej - Analisis - www.indonesiana.id
x

Tiara Maharani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 September 2021

Sabtu, 4 September 2021 06:31 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Inovasi Olahan Pisang Jadi Makanan Frozen Food dan Edukasi Pemasaran Digital oleh Mahasiswa Unej

    artikel ini berisi tentang kegiatan KKN BTV III yang dilakukan oleh salah satu mahasiswa Unej

    Dibaca : 409 kali

    Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember (https://unej.ac.id/) pada periode 3 ini dilaksanakan secara daring/online karena pandemi Covid 19 yang masih ada dan belum pulih hingga saat ini, sehingga pihak LP2M membuat inovasi baru yaitu KKN Back To Village. Tidak seperti KKN sebelumnya yang dilakukan bersama-sama dengan teman sekelompoknya, KKN kali ini dilakukan secara individu sesuai dengan domisili tempat tinggal mahasiswanya. Pihak LP2M memberikan beberapa pilihan tematik untuk mahasiswa jalankan pada KKN ini sebagai program kerja KKN.

    Di Kelurahan Kebalenan Kabupaten Banyuwangi tempat tinggal mahasiswa pengabdi terdapat pemukiman warga yang ditemui di lingkungan Krajan/Baluk, Brawijaya, dan Beran. Selain itu banyak didirikan perumahan baru yang terus bermunculan, sehingga mempersempit lahan pertanian yang dulunya masih luaas di Kelurahan ini. Banyaknya perumahan yang berdiri di Kebalenen menyebabkan cukup banyaknya pendatang dari luar Banyuwangi tinggal di Kelurahan ini. Penduduknya memiliki beragam profesi, sebagian besar bekerja disektor jasa di wilayah perkotaan Banyuwangi dan sebagian lagi menjadi petani.

    Di lingkungan tempat tinggal pengabdi terdapat kebun pohon pisang milik Bapak Rony yang sudah ada sekitar 5 tahun, hasil panen pisang biasanya hanya dijual ke pedagang di pasar dan sebagian dibagikan ke warga sekitarnya. Dari hasil survei yang dilakukan, diketahui warga Kebalenan banyak yang memiliki usaha mikro kecil dan menengah. Maka pengabdi memilih untuk mengambil tema yaitu “Program Pemberdayaan Wirausaha Masyarakat Terdampak Covid 19”

    Ibu Narmi merupakan salah satu warga Kebalenan yang memiliki UMKM. Beliau memiliki usaha dibidang kuliner, yaitu berjualan pisang goreng rasa-rasa. Sejak adanya pandemi Covid 19 ini penghasilan yang didapatkan oleh bu Narmi mengalami penurunan. Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan sasaran, faktornya adalah berkurangnya minat pelanggan terhadap produk dan berkurangnya waktu untuk berjualan di booth dikarenakan aturan PPKM yang mengharuskan semua tutup pada jam 8 malam. Dikarenakan hal itu, maka pengabdi menyusun program kerja inovasi produk dan digital marketing Nugget Pisang Frozen Food untuk membantu UMKM milik Bu Narmi agar meningkatkan nilai jual buah pisang.

    KKN BTV III yang dimulai pada tanggal 11 Agustus 2021 sampai dengan 9 September 2021 ini dibagi menjadi 4 minggu. Program yang akan dijalankan untuk mengembangkan usaha kuliner Nugget Pisang Bu Narmi adalah sebagai berikut :

    1. Kegiatan di minggu pertama akan dilakukan observasi terhadap sasaran tentang kendala yang dihadapi umkm selama pandemi covid 19 dan kemudian menyusun program kerja yang akan dilakukan.
    2. Minggu kedua akan melaksanaan program kerja yang telah dirancang dengan mengadakan beberapa pelatihan guna untuk memberikan edukasi kepada sasaran mengenai digital marketing dan branding yang akan digunakan. Pelatihan pertama diadakan pada hari Sabtu, 21 Agustus 2021 dengan pemateri Devi Feby Susanti mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Jember dengan tema “Mengenal Platform Digital Guna Mengembangkan UMKM Kuliner Nugget Pisang”. Tujuan dari diadakannya pelatihan ini adalah supaya sasaran UMKM dapat mengenal dan memahami bagaimana cara menggunakan platform digital yang benar. Pelatihan yang kedua diadakan pada hari Minggu, 22 Agustus 2021 dengan pemateri Anggaraksa Maulana Ramadhan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember dengan tema “Penyelarasan Persepsi Dalam Berwirausaha Dimasa Pandemi Covid 19”. Tujuan dari diadakannya pelatihan ini adalah supaya sasaran UMKM memiliki konsep dasar berwirausaha yang harus dimiliki oleh pelaku usaha. Pelatihan ketiga diadakan pada hari Senin, 23 Agustus 2021 dengan pemateri Galuh Dewi Lestari pemilik usaha online AAFIYAH.STORE dengan tema “Pentingnya Digital Marketing Sebagai Media Promosi Nugget Pisang Dimasa Pandemi”. Tujuan dari diadakannya pelatihan ini adalah supaya sasaran UMKM dapat menerapkan konsep digital marketing dalam usaha kuliner nugget pisang miliknya. Pelatihan keempat diadakan pada hari Selasa, 24 Agustus 2021 dengan pemateri Hari Dian Wahyudi CO Founder Loveusaha.com dan Sekjen UKM Nusantara DPW Jawa Timur dengan tema “Branding Produk UMKM Kuliner Dimasa Pandemi”. Tujuan dari diadakannya pelatihan ini adalah supaya sasaran UMKM memahami dan menerapkan konsep branding pada produk nugget pisang miliknya. Pelatihan kelima diadakan pada hari Rabu, 25 Agustus 2021 dengan pemateri Gunawan Prianto yang merupakan pihak dari marketplace Shopee dengan tema “Shopee Marketplace Digital Masa Kini”. Tujuan diadakannya pelatihan ini adalah supaya sasaran UMKM dapat memahami cara-cara berjualan secara online melalui media e-commer Shoppe dengan baik dan benar.
    3. Minggu ketiga adalah melaksanakan program kerja yang telah direncanakan yaitu pada tanggal 26 Agustus 2021 mulai berbelanja bahan-bahan untuk pembuatan nugget pisang. Pada tanggal 27 Agustus 2021 melaksanakan proses pembuatan nugget pisang. Pada tanggal 28 Agustus 2021 memberikan inovasi rasa pada nugget pisang, tujuannya agar menambah cita rasa dan nilai jual pada nugget pisang. Pada tanggal 29 Agustus 2021 mulai membuat logo untuk “Pisangkuy” agar produk lebih dikenal di masyarakat luas. Pada tanggal 30 Agustus 2021 memberikan inovasi pengemasan yang dapat digunakan dengan baik.
    4. Minggu keempat adalah pendampingan dalam pembuatan akun platform digital seperti whatsaap business dan instagram. Pada tanggal 1 September 2021 akan melaksanakan proses pengambilan gambar atau video produk yang akan dijual. Pada tanggal 2 September 2021 melakukan pengeditan gambar atau video produk yang telah dilakukan sebelumnya agar terlihat lebih menarik. Pada tanggal 3 September 2021 membuat akun whatsaap business dan melakukan promosi dengan mengupload gambar atau video tersebut dalam whatsaap story dan membuat katalog pada profil akun. Pada tanggal 4 mulai mendaftarkan akun instagram “Pisangkuy” dan mulai mempromosikan produk melalui instagram story maupun feed. Dan selanjutnya akan melakukan evaluasi hasil dari program kerja yang akan dilakukan.

    Berdasarkan permasalahan diatas, pengabdi memberikan sosialisasi kepada sasaran tentang usaha rumahan yang mempertimbangkan modal seminim mungkin dan dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal. Guna untuk meningkatkan pendapatan sasaran UMKM, diharapkan dengan cara ini akan membuat buah pisang mempunyai nilai jual tinggi dimasyarakat.

    Usaha rumahan ini nantinya akan memanfaatkan buah pisang yang dapat dijadikan sebagai olahan frozen food. Tidak hanya itu saja pengabdi juga akan memberikan inovasi-inovasi lainnya mulai dari rasa, logo, pengemasan, serta pemasaran berbasis digital marketing.

    Pengabdi akan sharing dengan sasaran tentang berwirausaha menggunakan media sosial yang bertujuan untuk membantu memasarkan produk agar lebih dikenal masyarakat luas. Hal ini akan memberikan dampak positif kepada sasaran UMKM sehingga untuk kedepannya usaha rumahan ini akan terus berkembang dan menjadikan contoh untuk masyarakat sekitar agar mau mencoba memanfaatkan potensi yang ada untuk dijadikan suatu usaha yang dapat memberikan pendapatan tambahan dimasa pandemi covid 19 ini.

    (Tiara Maharani/07/R.E.W)



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.