Jadi Investor Nomor 1 di RI, Apakah Semua Murni Modal dari Singapura? - Analisis - www.indonesiana.id
x

Potret negara Singapura. Sumber foto: detik.com

Chika Lestari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 31 Juli 2020

Kamis, 7 Oktober 2021 16:42 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Jadi Investor Nomor 1 di RI, Apakah Semua Murni Modal dari Singapura?

    Singapura diketahui menjadi negara nomor satu yang banyak berinvestasi di Indonesia. Memang, peran investor, terkhusus untuk kemajuan perekonomian suatu negara, sangat diperlukan. Namun apakah triliunan Penanaman Modal Asing (PMA) ini murni dari Singapura dan kiranya apa sajakah dampaknya bagi Indonesia?

    Dibaca : 354 kali

    Potret negara Singapura. Sumber foto:Bisnis.com

    Peran investor dibutuhkan negara-negara berkembang. Investasi berupa serangkaian kerjasama beberapa pihak, baik pemerintah dengan pemerintah, maupun pemerintah dengan pihak swasta negara lain, bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan industri negara tersebut.

    Menurut data yang tertera dari  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berkat total  realisasi investasi sebesar Rp241,7 triliun di triwulan IV (Oktober – Desember) Tahun 2020 dan didalamnya termasuk investasi berupa Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar Rp111,1 triliun (51,7%), berhasil menciptakan lapangan kerja bagi 294.780 Tenaga Kerja Indonesia.

    Hal menarik lainnya, kali ini para investor sudah melirik potensi di luar Pulau Jawa. Tercatat persebaran investasi pada triwulan IV tahun 2020 di luar Pulau Jawa mencapai Rp113,4 triliun (52,8%), melebihi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp101,3 triliun (47,2%). Ini membuat kawasan industri di Indonesia meningkat 47,2%, terbanyak di luar Pulau Jawa. 

    Di periode berikutnya yaitu kuartal I 2021 (Januari-Maret), BKPM kembali menyampaikan bahwa realisasi investasi telah mencapai Rp219,7 triliun dan di kuartal II 2021 selanjutnya berada di Rp 223 triliun.

    Investasi, tidak melulu perihal uang dan penanaman modal. Namun, kedua pihak bisa saling sharing, baik tentang ilmu dan teknologi, dengan dasar bahwa keuntungan sepihak bukan menjadi orientasi bagi kedua pihak yang terjalin dalam suatu bentuk kerja sama. Diharapkan, kerjasama dengan investor dari negara lain tidak sekadar mengucurkan modal untuk membeli saham semata, sehingga dapat terjadinya alih pengetahuan, keterampilan, serta teknologi.

    Investor No.1 di Indonesia

    Saat ini, Singapura menduduki negara investor nomor satu di Indonesia. Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa nilai investasi sebesar US$2,1 miliar atau setara Rp29,9 triliun menjadi total modal yang telah ditanamkan Singapura di Indonesia pada kuartal II-2021. 

    Penanaman modal asing yang dilakukan Singapura dikatakan Bahlil bisa membantu pembangunan infrastruktur nasional dan pemerataan ekonomi di luar Pulau Jawa. Hal ini mengingat besarnya jumlah nilai investasi negara tetangga tersebut kepada negara ini.

    Fakta Sebenarnya Dibalik Investasi Singapura

    Namun, saya pun tergelitik ketika mengetahui fakta dibalik penanaman modal asing yang tinggi dari negara tetangga kita ini. Fakta menyatakan bahwa tidak semuanya murni berasal dari Singapura. Negara tetangga Indonesia ini tidak hanya berisikan perusahaan-perusahan Singapura semata, melainkan banyak korporasi multinasional yang membuka kantor perwakilan. Perusahaan-perusahaan multinasional ini yang memberikan perhatian kepada Indonesia sebagai tempat berinvestasi.

    Diterangkan oleh Farah Indriani, Plt Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam rilisnya pada Rabu, (29/4/2020) lalu, banyak negara-negara yang berinvestasi ke Indonesia lewat Singapura seperti, Jepang, India, Korea Selatan, Amerika Serikat, hingga negara-negara Eropa. Negara-negara asing ini membangun hub-nya di Singapura untuk kemudian lanjut melakukan investasi ke Indonesia atas nama Singapura. Maka tidak heran jika nama Singapura yang menempati posisi teratas.

    Hmm, apakah karena Singapura menjadi “tax haven country”, sehingga banyak negara yang tergiur berinvestasi disana? Pertanyaan selanjutnya pun menghampiri saya, adakah pengusaha-pengusaha Indonesia yang berinvestasi di Singapura, lalu lanjut menanamkan modalnya di Indonesia? Namun, saya tidak akan lanjut mengarah kepada pertanyaan terakhir saya.

    Seberapa Besar Pengaruh Investasi dari Singapura?

    Singapura memang berandil di dalam pembangunan Kawasan Industri Kendal di Jawa Tengah, namun negara tetangga tersebut hanya menggelontorkan sejumlah dana dan membantu RI menarik investor dari negara lain lewat hub-nya. 

    Berbicara mengenai “hub” milik Singapura, saya beranalogi demikian, aliran dana segar yang masuk ke Singapura, kemudian diparkir dan menjadi “tabungan kas raksasa” untuk bersiap di “re-investasi” ke negara-negara ketiga lainnya, dengan imbalan hasil bunga-berbunga. Tidak hanya sampai disitu, meraup kekayaan sebesar-besarnya dan mengganggu ekonomi negara asal arus dana segar tersebut. Ya, mudah-mudahan saya keliru.

    Saya melihat alangkah baiknya apabila negara investor tidak hanya melakukan penanaman modal atau membuka anak perusahaan di negara yang dituju investor, namun juga mengirimkan pakar dan ahli untuk mengajarkan para pekerja lokal. Atau, “memindahkan teknologi” dari negara asalnya untuk negara ini. Rasanya mustahil apabila mereka memindahkan kembali teknologi yang telah terbangun ke negara asalnya, karena periode kerjasama telah selesai.

    Tidak banyak negara yang berani melakukan ini, kecuali negara Tiongkok dengan mengirimkan beberapa pekerja ahli serta alat pengolahan industri ke Indonesia. Tiongkok pun selain berinvestasi atas namanya sendiri, yang bahkan menempati posisi kelima setelah Singapura, Hongkong, Belanda dan Jepang dengan total investasi US$0,6 miliar atau setara Rp8,5 triliun.

    Demi mempercepat perkembangan ekonomi Indonesia, dibutuhkan investasi secara riil serta berdampak signifikan, serta tidak hanya sekadar membantu RI mendapat investasi dari negara-negara asing lainnya. 

    Singapura mungkin menjadi gerbang, baik dari negara luar yang ingin berinvestasi di Indonesia, namun apakah sudah berdampak besar bagi roda perekonomian kita?



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.