Efek Negatif Latah dalam Transaksi Saham - Analisis - www.indonesiana.id
x

Setyo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 25 Oktober 2021 15:45 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Efek Negatif Latah dalam Transaksi Saham

    Biar tidak terjebak menjadi latah maka ada baiknya tidak terlalu sering melihat market yang sedang running.

    Dibaca : 1.491 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Dalam transaksi jual-beli saham bisa saja seseorang jatuh dalam situasi latah. Latahnya seorang trader atau investor ini biasanya ditandai situasi dimana mereka yang latah itu ikut berbondong-bondong keluar-masuk market karena kondisi pasar yang sedang fluktuatif. Namun sayangnya, mereka ini keluar-masuk market tanpa analisis karena hanya ikut-ikutan atau terjebak opini orang lain.

    Latah (bandwagon) dalam trading atau investasi saham adalah fenomena ketika banyak orang hanya sekadar ikut-ikutan jump on the bandwagon tanpa dasar yang rasional.

    Mereka sekadar ikut-ikutan karena yang lain melakukan hal yang sama atau sekadar ikut-ikutan. Sangat kentara sekali saat mereka yang latah dalam investasi saham itu saat sedang menghadapi saham yang sedang digoreng.

    Mereka yang latah ini biasanya tanpa analisis yang mendalam langsung melakukan transaksi pada saham-saham yang sedang digoreng. Keputusan melakukan transaksi tentu saja hanya berdasarkan pada emosi sesaat.

    Berbicara soal efek negatif tentu saja berbicara tentang akibat yang akan dialami yakni jika benar-benar latah dalam transaksi sahamnya. Mereka yang latah dalam transaksi saham biasanya akan terjebak dalam transaksi yang merugikan.

    Nah, biar tidak terjebak menjadi latah maka ada baiknya tidak terlalu sering melihat market yang sedang running. Selain sehat untuk mata, mereka yang tidak sering melihat market juga nggak bakal gampang terpengaruhi dalam transaksi saham-saham yang sengaja sedang digoyang.

    Melakukan analisis itu penting di tengah kondisi pasar saham yang saat ini sudah sangat mudah dan terjangkau untuk dilakukan, semisal dengan aplikasi IPOT milik sekuritas karya anak bangsa Indo Premier

    Bagaimana pun keputusan transaksi entah itu seorang trader atau investor tidak boleh hanya semata-mata berdasarkan keputusan karena ikut-ikutan atau pengaruh orang lain atau karena keputusan karena emosi sesaat saat melihat market.

    Sudah banyak kisah mereka yang hanya karena pengaruh pihak lain atau ikut-ikutan, yang ujung-ujungnya hanya merugi karena terjebak saham-saham pompom.

    Ikuti tulisan menarik Setyo lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.