Implementasi STEAM untuk menghitung Volume Benda Putar sebagai bentuk eksistensi Merdeka Belajar - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Contoh hasil karya STEAM siswa siswi SMA Negeri 3 Pekanbaru sebagai implementasi dari Merdeka Belajar

Siti Misi Akhidah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 November 2021

Kamis, 2 Desember 2021 17:10 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Implementasi STEAM untuk menghitung Volume Benda Putar sebagai bentuk eksistensi Merdeka Belajar

    Pandemi menjadi salah satu tantangan bagi pendidik dalam menjalankan tugas dan kewajiban terhadap siswa. Namun di sisi lain, pemerintah memberikan pencerahan kepada guru melalui program merdeka belajar dan pembelajaran berdiferensiasi, sehingga guru menjadi lebih flexible dalam memberikan pelayanan terbaik kepada siswa. Seiring dengan program merdeka belajar, pemerintah juga sedang menggiatkan pembelajaran berbasis project. Untuk itu, Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru terhadap generasi Z dan Alpha adalah dengan menggunakan pendekatan pembelajaran Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM) pada perhitungan volume benda putar pada topik integral. Tujuannya adalah untuk membimbing siswa dalam membiasakan diri mempunyai keterampilan berfikir kritis, kreatif, kolaboratif dan inovatif dalam memahami konsep pada topik integral. Praktik baik ini saya lakukan pada siswa di SMA Negeri 3 Pekanbaru. Hal ini bertujuan untuk memberikan manfaat pengetahuan terkait STEAM dan implementasinya dalam pembelajaran matematika di sekolah, baik bagi guru ataupun siswa sebagai pelaku pembelajaran. Penggunaan STEAM dirancang untuk membuat siswa tidak hanya dapat menggunakan aplikasi Geogebra sebagai salah satu aplikasi dari teknologi tetapi mereka juga dapat mengeksplorasi jiwa seni mereka.

    Dibaca : 378 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Tidak bisa pungkiri bahwa pandemi covid yang belakangan terjadi membawa begitu banyak perubahan dalam berbagai bidang aspek termasuk bidang pendidikan. Sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan, guru harus siap menghadapi berbagai perubahan yang terjadi. Berbagai kesulitan tentu akan dialami, namun semua belum berakhir. Kita harus bangkit bersama, menata pendidikan agar para generasi bangsa terutama generasi Z dan Alpha dapat tetap menerima pendidikan yang terbaik walau berbagai rintangan yang datang melanda. Untuk itu, inovasi sangat dibutuhkan dalam membimbing mereka menatap masa depan.

    Dari banyaknya rintangan saat ini, kita bersyukur karena program merdeka belajar yang sedang digalakkan oleh pemerintah bisa menjadi salah satu solusi sekaligus kesempatan besar untuk guru sebagai pendidik dalam melakukan berbagai inovasi pembelajaran. Seiring dengan program ini, guru juga diharapkan mampu mengimplementasikan pembelajaran berbasis project karena generasi Z dan Alpha harus mempunyai kemampuan dalam berkolaborasi melalui project tersebut. Project yang akan dihasilkan siswa merupakan implementasi dari pembelajaran berdiferensisasi, karena project ini merupakan hasil kolaborasi berbagai tipe minat siswa. Hal ini akan menjadi pemicu untuk mereka mempunyai kemampuan dalam kemandirian, kolaborasi, dan kreativitas. 

    Dilain hal, munculnya Revolusi Industri 4.0 menyebabkan adanya perubahan dalam berbagai sektor, tidak terkecuali di bidang pendidikan. Dalam menyikapi perubahan yang terjadi kita harus merpersiapkan keterampilan yang dibutuhkan generasi saat ini. Adapun keterampilan yang harus dimiliki siswa, yaitu: Pemecahan Masalah yang Kompleks, Berfikir Kritis, Kreativitas, Manajemen Diri, Berkoordinasi dengan orang lain, Intelegence Emotional, Penilaian dan Pengambilan Keputusan,  Orientasi Layanan, Negosiasi dan Flexibilitas Kognitif.

    Adapun upaya yang dapat dilakukan dalam menghadapi rintangan tersebut adalah dengan menggunakan pendekatan Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM) pada perhitungan volume benda putar dalam topik integral. Implementasi STEAM pada pembelajaran disaat pandemi dapat dilakukan karena pendekatan ini, tidak harus dilaksanakan secara tatap muka. Hal ini dikarenakan pada pembuatan project STEAM, siswa dapat melakukan secara individual di rumah masing-masing sesuai minat dan bakat mereka sebagai bentuk implementasi dalam merdeka belajar dan pembelajaran berdiferensiasi. Guru akan membagi tugas project tersebut menjadi beberapa bagian pada setiap kelompok dan memberikan tanggung jawab project tersebut kepada siswa sesuai minat dan bakat mereka masing-masing. Sebagai contoh, Siswa dengan minat seni diberi tugas membuat produk yang akan dihasilkan pada pendekatan STEAM, sedangkan siswa dengan minat teknologi bertugas membuat bahasa program pada aplikasi Geogebra. Sehingga tujuan pembelajaran bermakna dapat tercapai walau pembelajaran tidak face to face (F2F).

    Pilihan pendekatan pembelajaran STEAM adalah karena pendekatan ini memiliki beberapa keunggulan, seperti: topik yang diterima siswa lebih mudah di pahami karena siswa belajar dengan melakukan dan teach each other. STEAM adalah salah satu tugas project yang mengandung unsur seni. Kita tahu bahwa setiap siswa itu unik, dengan keunikan tersebut mereka dapat berkolaborasi dengan kemampuan mereka satu sama lain tanpa merasa insecure terhadap pelajaran tersebut. Hal ini sejalan dengan pembelajaran berdiferensiasi. Bagaimana siswa dengan kemampuan seni yang kuat bisa percaya diri menunjukkan kemampuannya untuk menghasilkan karya yang telah dirancang oleh teman mereka yang menyukai teknologi menggunakan aplikasi Geogebra. Aplikasi Geogebra bisa diakses menggunakan handphone siswa masing-masing dengan mendownload terlebih dahulu aplikasi tersebut di playstore atau yang sejenisnya.

    Produk yang dibuat tersebut dirancang dengan ukuran tertentu sehingga volume produk yang dihasilkan bisa dikontrol sesuai keinginan kelompok. Pengontrolan volume produk yang dibuat lebih mudah karena bantuan aplikasi Geogebra. Perhitungan volume secara manual dilakukan oleh siswa yang mempunyai kemampuan lebih dalam matematika. Siswa membandingkan cara menemukan volume benda putar dengan memanfaatkan fitur yang ada di aplikasi Geogebra dengan perhitungan volume benda putar secara manual menggunakan integral. Bagi siswa dengan minat menulis akan terakomodir dengan project ini karena bertugas untuk menuliskan dan mengumpulkan semua portofolio project. Siswa dengan kemampuan komunikasi yang baik akan bertugas untuk mempresentasikan hasil karya kelompok mereka. Selama kegiatan, siswa saling membantu dan bertukar ide untuk memecahkan masalah yang diberikan. Di penghujung pembelajaran para siswa saling berbagi ilmu satu sama lain, sehingga proses teach other terjadi sesuai dengan yang diharapkan.

    Sebagai salah satu pendekatan pembelajaran dari banyak pendekatan yang ada, STEAM menempatkan guru sebagai fasilitator, guru membimbing siswa jika diperlukan. Dalam STEAM siswa didorong untuk memecahkan masalah mereka sendiri, menganalisis diri mereka sendiri sehingga mereka dapat menemukan konsep dan memecahkan masalah yang telah diberikan oleh guru baik secara individu atau dalam kelompok.

    Adapun pendekatan pembelajaran STEAM memiliki enam langkah, yaitu: Fokus, Detail, Penemuan, Aplikasi, Presentasi, Link. Praktik baik ini  dilakukan pada siswa SMA Negeri 3 Pekanbaru tempat saya bertugas. Penerapan pendekatan STEAM dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di SMA Negeri 3 Pekanbaru untuk menghitung volume benda putar pada topik integral.

    Belajar dengan menggunakan pendekatan STEAM ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif inovasi baru bagi siswa dan guru, diharapkan agar aplikasi Geogebra yang digunakan dalam pendekatan STEAM menjadi lebih familiar bagi siswa dan guru di seluruh Indonesia. Melalui tulisan ini saya juga berharap bahwa salah satu praktik baik yang telah saya lakukan ini bisa memberikan secercah ide buat teman-teman seperjuangan saya dalam upaya kita mendidik generasi muda saat ini.

                                                                                                                                                                           Penulis

                                                                                                                                                                             Guru SMAN 3 Pekanbaru 

     

    Siti Misi Akhidah, S.Si, M.Pd

     

    Ikuti tulisan menarik Siti Misi Akhidah lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.