Penerpan Merdeka Belajar Melalui Link and Match Pada SMK Pusat Keunggulan Menghadapi Tantangan Revolusi Indutri 4.0

Kamis, 2 Desember 2021 17:58 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Artikel ini berisi tentang penerapan merdeka belajar yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 3 Weleri SMK Pusat Keunggulan sebagai strategi untuk menghadapai tantangan revolusi 4.0. Program SMK Pusat Keunggulan bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan dunia kerja. Sekolah yang terpilih dalam program SMK Pusat Keunggulan diharapkan menjadi rujukan serta melakukan pengimbasan untuk mendorong peningkatan kualitas dan kinerja SMK di sekitarnya.Program SMK Pusat Keunggulan mengusung semangat Merdeka Belajar yang berfokus pada penguatan SDM serta mendekatkan dunia pendidikan dengan dunia profesional. Program ini diharapkan menjadi penggerak bagi SMK di Indonesia agar meningkatkan kualitas hasil belajar siswa yang sesuai dengan standar dunia usaha dan dunia industri (DUDI) atau dunia kerja

Era revolusi industri 4.0 memiliki tantangan sekaligus peluang bagi lembaga pendidikan. Syarat maju dan berkembang lembaga pendidikan harus memiliki daya inovasi, dan dapat berkolaborasi. Jika tidak mampu berinovasi dan berkolaborasi, maka akan tertinggal jauh ke belakang. Namun jika sebaliknya, lembaga pendidikan akan mampu menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat memajukan, mengembangkan, dan mewujudkan cita- cita bangsa yaitu membelajarkan manusia. Menjadikan manusia pembelajar bukan hal mudah seperti membalikkan telapak tangan. Lembaga pendidikan harus mampu menyeimbangkan sistem pendidikan dengan perkembangan zaman. Di era Revolusi Industri 4.0, sistem pendidikan diharapkan dapat mewujudkan perserta didik memiliki keterampilan yang mampu berfikir kritis dan memecahkan masalah, kreatif dan inovatif serta ketrampilan komunikasi dan kolaborasi. Juga keterampilan mencari, mengelola dan menyampaikan informasi serta trampil menggunakan informasi dan teknologi sangat dibutuhkan (Eko Risidianto, 2019:4)

Revolusi Industri 4.0 lembaga pendidikan tidak hanya membutuhkan literasi lama yaitu membaca, menulis, dan menghitung, akan tetapi juga membutuhkan literasi baru. Literasi baru yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan dapat dibagi tiga yaitu. Pertama, literasi data. Literasi ini merupakan kemampuan untuk membaca, menganalisis dan menggunakan informasi (big data) di dunia digital. Kedua, literasi teknologi. Literasi ini memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (Coding Artificial Intelligence & Engineering Principles). Terakhir, literasi manusia. Literasi berupa penguatan humanities, komunikasi, dan desain. Berbagai aktivitas literasi tersebut dapat dilakukan oleh siswa dan guru.

SMK Pusat Keunggulan menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0

Airlangga Hartanto (2018) dalam sambutannya pada acara peluncuran program “Making Indonesia 4.0” menyampaikan bahwa fenomena revolusi industri 4.0 memberikan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur Indonesia dan menjadi salah satu cara untuk mempercepat realisasi visi Indonesia untuk menjadi 10 ekonomi terbesar di dunia. Hingga tahun 2016, industri manufaktur berkontribusi sebesar 20% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan membuka lebih dari 14 juta lapangan pekerjaan. Melalui belanja konsumen kita yang kuat, dengan berkontribusi hingga 50% dari PDB, ekonomi Indonesia telah berkembang enam kali lipat dalam rentan waktu 17 tahun dan mencapai angka lebih dari US$ 1 triliun di tahun 2017, serta telah berhasil merubah dari ekonomi berbasis Sumber Daya Alam (SDA) menjadi ekonomi yang berbasis sektor yang lebih bernilai tambah (Kemenperin, 2018).

Hari ini sudah saatnya dilakukan revitalisasi SMK dengan berkolaborasi antara industri, praktisi perguruan tinggi, dan sekolah untuk melakukan penataan pada kurikulum, guru, sarana, daya serap, dan manajemennya agar menjadi lembaga yang unggul dalam menyongsong perubahan. Teknologi harus membuat SMK mampu menyiapkan segala hal dalam menghadapi transisi ini. Sekolah saat ini dituntut untuk memperbaiki kualitas, mampu menghadapi iklim yang semakin kompetitif, serta partisipasi masyarakat yang mengharapkan biaya rendah namun dengan tuntutan yang tinggi. ada tahun 2021, program SMK Pusat Keunggulan menetapkan sektor prioritas yang akan dibenahi, yakni ekonomi kreatif, permesinan dan konstruksi, hospitalitycare service, maritim, pertanian, dan kerja sama luar negeri. Tercatat ada 895 SMK dengan bidang yang menjadi sektor prioritas tersebut

Penerapan Merdeka Belajar Melalui Link And Match  Pada SMK Pusat Keunggulan  Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0

Program SMK Pusat Keunggulan bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan dunia kerja. Sekolah yang terpilih dalam program SMK Pusat Keunggulan diharapkan menjadi rujukan serta melakukan pengimbasan untuk mendorong peningkatan kualitas dan kinerja SMK di sekitarnya .Untuk mencapai itu semua, perlu adanya link adan match , yang akan dijelaskan sebagai berikut:

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pertama, kurikulum disusun bersama sejalan dengan penguatan aspek _softskills, hardskills,_ dan karakter kebekerjaan sesuai kebutuhan dunia kerja

Gambar 1. Pembelajaran Merdeka belajar dengan mengedepankan aspek soft skill dan hard skill

7

Kedua , pembelajaran diupayakan berbasis project riil dari dunia kerja (project based learning) untuk memastikan hardskills, softskills,dan karakter yang kuat

Gambar 2. Pembelajaran Merdeka belajar dengan berbasis project riil dari dunia kerja (project based learning) 

Ketiga, peningkatan jumlah dan peran guru/instruktur dari industri maupun pakar dari dunia kerja

Gambar 3. Pemenuhan Guru yang berkompeten dalam rangka link and match ini bisa dilaksanakan dengan baik

Keempat, praktik kerja lapangan/industri minimal satu semester. Kelima, bagi lulusan dan bagi guru/instruktur sertifikasi kompetensi harus sesuai dengan standar dan kebutuhan dunia kerja.

Gambar 4. PKL sangat penting dalam mewujdkan karakter siswa

 Keenam, bagi guru/instruktur perlu ditekankan untuk memperbarui teknologi melalui pelatihan secara rutin. Ketujuh, dilakukannya riset terapan yang mendukung _teaching factory_ berdasarkan kasus atau kebutuhan riil industri. Kedelapan, komitmen serapan lulusan oleh dunia kerja.

Gambar 5. Salah satu penerapan merdeka belajar, dengan mengajak siswa melaksanakan diskusi, tidak hanya berpusat kepada guru

 

Program SMK Pusat Keunggulan mengusung semangat Merdeka Belajar yang berfokus pada penguatan SDM serta mendekatkan dunia pendidikan dengan dunia profesional. Program ini diharapkan menjadi penggerak bagi SMK di Indonesia agar meningkatkan kualitas hasil belajar siswa yang sesuai dengan standar dunia usaha dan dunia industri (DUDI) atau dunia kerja

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua