Memaknai Puisi Dalam Diriku Karya Sapardi Djoko Damono

Jumat, 10 Desember 2021 06:45 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang bermakna. Penulisan puisi seringkali didasarkan pada pengalaman, visi, perasaan, dan keadaan  penulis pada saat itu. Tipografilah yang membuat puisi menonjol dan membedakannya dari karya sastra lainnya. Puisi memiliki banyak arti. Ada pembicaraan tentang kehidupan, politik, cinta, hubungan, hubungan  dengan hewan, hubungan  dengan alam, dan banyak lagi. Salah satu puisi yang memiliki makna mendalam adalah puisi "dalam diriku". Puisi "Dalam Diriku" adalah salah satu  puisi yang termasuk dalam antologi Puisi Hujan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Antologi ini ada dua versi,  versi hardcover dan versi softcover.

Memaknai Puisi Dalam Diriku Karya Sapardi Djoko Damono

 

Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang bermakna. Penulisan puisi seringkali didasarkan pada pengalaman, visi, perasaan, dan keadaan  penulis pada saat itu. Tipografilah yang membuat puisi menonjol dan membedakannya dari karya sastra lainnya.

Tipografi  puisi sangat khas dan sebebas penyair. Ketika penulis mengatakan puisi, puisi disebut puisi. Puisi  dan puisi adalah sama. Banyak orang mengatakan bahwa pantun adalah teks puisi tertulis, dan puisi adalah teks puisi yang dibaca.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Puisi berdasarkan penulisan puisi sangat dipengaruhi oleh situasi pengarang, dan makna serta pesan yang ingin disampaikan pengarang seringkali sangat dalam. Beberapa puisi  tidak cukup dibaca  untuk masuk akal, dan beberapa puisi segera memahami  apa pesannya.

Puisi memiliki banyak arti. Ada pembicaraan tentang kehidupan, politik, cinta, hubungan, hubungan  dengan hewan, hubungan  dengan alam, dan banyak lagi.

Salah satu puisi yang memiliki makna mendalam adalah puisi "dalam diriku". Puisi "Dalam Diriku" adalah salah satu  puisi yang termasuk dalam antologi Puisi Hujan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Antologi ini ada dua versi,  versi hardcover dan versi softcover.

Puisi ini ada di halaman 90, dengan  1980 di akhir. Puisi "Dalam Diriku" tidak panjang dan menggunakan kata-kata yang berat, tetapi makna yang dikandungnya sangat menyentuh pembaca.

Dalam pencetakan, puisi "Dalam Diriku" memiliki gaya rata kiri yang dimulai dengan huruf kecil pada setiap baris dan menghubungkan  satu baris ke baris lainnya. Artinya, tidak ada batasan yang signifikan pada klausa mana yang satu atau klausa mana yang berikutnya. Baris pertama dan kedua saling terkait dan membentuk makna yang dalam. Mereka dipisahkan hanya dengan titik koma atau koma.

Puisi Dalam Diriku
 
Dalam diriku mengalir sungai panjang,
 
Darah namanya;
 
Dalam diriku menggenang telaga darah,
 
Sukma namanya;
 
Dalam diriku meriak gelombang sukma,
 
Hidup namanya!
 
Dan karena hidup itu indah,
 
Aku menangis sepuas-puasnya.
 

Dan puisi ini mengambil makna hidup dengan segala rasa syukur. Puisi ini mengangkat tema tentang segala kehidupan, rasa syukur, dan kebanggaan yang telah Tuhan berikan.

Dari segi lukisan. Tiga idiom  digunakan dalam puisi ini: berlebihan, pengulangan, dan klimaks. Penataan yang dilebih-lebihkan secara rinci berteriak sepuasnya, dan angka yang berulang termasuk dalam namanya, dieja tiga kali dalam bait.

Dan klimaks  puisi berbicara tentang jiwa, darah, dan kehidupan. Citra puisi ini menggunakan citra penglihatan dan perasaan. Penataan tersebut diukir dengan citra visual, sungai yang panjang mengalir, citra emosional yang tercakup dalam penataan, dan  hidup itu indah.

Terakhir, tentang mandat. Pesan adalah salah satu elemen yang perlu diingat untuk nasihat. Pesan adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang melalui karya. Ketika membaca sebuah karya sastra secara sepintas, pesannya seringkali sulit dipahami.

Untuk itu, perlu buat ditelaah berulang & memaknainya menggunakan mendalam. Amanat yg tersemat pada puisi “Dalam Diriku” adalah si “aku” yg bercerita bahwa terdapat hal pada dirinya yg patut buat selalu disyukuri. Si “aku” mempunyai pandangan yg sangat bertenaga tentang kehidupan yg membuatnya terharu & hingga menangis.

Dengan demikian,  penulis  puisi “Dalam Diriku” seolah ingin menyampaikan bahwa hidup harus disyukuri. Apapun kondisi atau keadaannya, Anda harus tetap mensyukuri kesempatan yang telah Tuhan berikan kepada Anda.

Diberikan oksigen gratis, sumber daya melimpah, semua sistem berfungsi dalam tubuh. Mereka diberikan secara cuma-cuma oleh Tuhan agar manusia bisa memaksimalkannya. Semoga dengan memaknai puisi "satu orang" ini, kita akan terus bersyukur dan menjadi orang yang lebih dekat dengan Tuhan.

Bagikan Artikel Ini
img-content
DANU DARPITO 2020

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler