Refleksi Seorang Guru dan Resolusi 2022 (Bagian II-Habis) - Analisis - www.indonesiana.id
x

Dunia Digital dan pendidikan kita

Helwiyah ewi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 November 2021

Jumat, 31 Desember 2021 08:47 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Refleksi Seorang Guru dan Resolusi 2022 (Bagian II-Habis)

    Resolusi dengan membangun Personal Branding untuk mewujudkan school Branding

    Dibaca : 887 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Sebagai seorang guru, yang digugu dan ditiru, pasti banyaklah hal yang ditorehkan bagi  pribadi para siswa ketika mengajar mereka.  Mengajar bukan hanya transfer ilmu pada mereka. Mengajar bukan hanya tegur sapa dan memberikan penilaian pada tugas mereka. Mengajar  harus memiliki arti yang lebih luas.  Mengajar bagian dari  mendidik, membina dan memberi bekal pada siswa. Langkah bijak jika merefleksikan jejak langkah mengajar dan mendidik siswa selama tahun 2021.

    Melakukan Refleksi merupakan bagian dari komponen merdeka belajar selain komitmen terhadap tujuan dan menentukan pilihan cara . Sebagai seorang guru yang berilmu , harus siap menghadapi perubahan, Terapkan tujuan , tentukan cara pencapaian tujuan dan  refleksikan hasilnya.  Refleksi hasil pendidikan di tahun 2021  dan resolusi nya di tahun 2022 dapat  diuraikan  melalui konsep tujuan pendidikan berikut : 

    1. Jika tujuan pendidikan yang kita sampaikan  ditahun  2021 masih  pada tahap  membekali siswa menghadapi ujian , maka resolusi di tahun 2022 diharapkan  guru  dapat membekali siswa untuk siap menjalani hidup. Tantangan  kehidupan  siswa didik  semakin meningkat. Konsep merdeka belajar dapat dijadikan acuan dalam membimbing siswa menjadi pribadi yang mandiri dalam ketahan malangan. 

    2. Jika tujuan pendidikan  tahun 2021  masih berfokus pada pencapaian nilai berupa angka angka maka di tahun 2022 resolusikan untuk  fokuskan pada peningkatan  kompetensi siswa . Kompetensi  merupakan kemampuan untuk  melaksanakan pekerjaan atau sesuatu dengan dilandasi  pengetahuan,  ketrampilan dan sikap.  hal ini sesuai dengan penilaian  peda kurikulum 13 yang menerapkan segi penilaian tidak hanya pada aspek pengetahuan , namun juga ketrampilan dan sikap.  Maka,penilaian tidak hanya sekedar  angka angka . 

     

    3. Ujian bermakna diharapkan dapat diterapkan di tahun 2022 bukan hanya ujian standar seperti yang telah berjalan di tahun tahun lalu.  Bermakna berarti ujian yang bukan hanya mengejar nilai kelulusan tapi juga memberi pengalaman bagi kehidupan siswa. 

    4. Gerakan  literasi numerasi yang digencarkan sekarang ini  berupaya meningkatkan  nalar para siswa melalui bacaan .  Materi pelajaran bukan hanya untuk dihafal lalu tumpah pada saat ujian dan tak bersisa, namun harus membekas melalui penalaran  yang bisa dikembangkan . Pola pembiasaan  melakukan literasi  dapat dilakukan setiap hari dengan berbagai media  dan metode yang menarik, hingga siswa dapat menarik kesimpulan dengan  nalar dan logika berfikir.

    5. Menurut Ki hajar Dewantara:

    “ Merdeka tidak hanya terlepas dari perintah,  akan tetapi juga cakap kuat memerintah diri sendiri”

    Anak anak  hidup dan  tumbuh  sesuai kodratnya, pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu .

     Jadi  , latihlah siswa untuk  berjiwa mandiri menjalani  proses belajarnya sendiri sesuai konsep merdeka belajar, libatkan  siswa dalam pencapaian tujuan, penilaian  dan  mencari cara belajar yang disukai

    Refleksi  dilakukan untuk dapat melakukan perbaikan  dan pengembangan diri sebagai resolusi bagi guru di tahun depan.  Refleksi yang dapat dilakukan untuk pengembangan diri di masa depan   melalui  4  kunci  yaitu :

    Kemerdekaan 

    Merdeka belajar bukan hanya bagi siswa, namun juga bagi guru. Merdekakan diri untuk melakukan refleksi diri secara berkala.  Mintalah rekan guru untuk memberikan penilaian terhadap cara kerja kita sebagai aspek refleksi dari pihak ekstern  dan gunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan.  Buatlah target pencapaian untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dalam bekerja, agar tidak  selalu di posisi nyaman.

    Kompetensi

    Kenali diri sendiri, fahami kompetensi diri yang butuh untuk dikembangkan , cari tahu bagaimana cara  mengembangkan kompetensi. Pemerintah dan berbagai lembaga pendidikan banyak memberi kesempatan pada guru untuk melakukan pengembangan kompetensi  dengan menawarkan banyak even pelatihan, seminar, workshop maupun diklat. Buatlah rekam jejak setiap  langkah pengembangan kompetensi yang telah dijalani  dan buktikan adanya perkembangan setelah  mengikuti kegiatan.

     

    Kolaborasi

    Bekerja membutuhkan kerjasama.  Berbagi langkah yang bijaksana. Buatlah praktik baik terhadap usaha yang telah dilakukan dan membuahkan peningkatan hasil lalu  bagikan  pengalaman  baik tersebit pada rekan guru. Alangkah baiknya jika bertemu da bekerja sama dengan teman yang memiliki minat dan potensi yang sama, sehingga dapat saling mendukung dan melengkapi.  Susun bersama proyek pengembangan diri secara kolaborasi dan berinisiatif  dalam  kegiatan tersebut. 

     

    Karier

    Masa depan sulit di terka, hal apa yang akan terjadi minggu depan, gambaran apa yang akan terjadi di bulan depan, tahun depan ,5 tahun yang akan datang  masihlah buram. Namun memiliki cita cita dan harapan dalam berkarier tak ada salahnya.  Guru pun bisa memiliki beragam minat  untuk menemukan karier yang tepat dalam  mendukung kegiatan belajar mengajar. Minat yang dimiliki upayakan menghasilkan karya sebagai perwujudan karier.

    4 kunci pengembangan diri diri di atas untuk membentuk Personal Branding   Yaitu proses pembentukan persepsi masyarakat atau publik terhadap  aspek yang dimiliki seseorang.  Aspek ini meliputi :  Kepribadian, kemampuan, , nilai serta persepsi  positif yang ditimbulkan  atau terdapat pada individu seseorang.  Jika dalam suatu sekolah,  banyak  guru yang memiliki personal branding unggul , maka akan  meningkatkan school branding atau pencitraan sekolah,  School branding  merupakan upaya agar  sekolah dikenal,  diingat dan  memiliki penilaian tersendiri.

    Mari kita sambut tahun 2022 dengan Resolusi yang mampu kita  laksanakan. Berawal dari hal kecil, mulai dari dairi sendirii dan mulai dari sekarang. Tak ada yang tak mungki selama hayat diikandung badan. 

     

     

    Bekasi, 31 Desember 2021

    00.44

    Ikuti tulisan menarik Helwiyah ewi lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.




    Oleh: Hadirat Syukurman Gea

    1 hari lalu

    Analisis Sistem Jual-Beli Ijon pada Komoditas Mangga Berdasar Ekonomo Makro

    Dibaca : 169 kali

    Mangga merupakan salah satu komoditas buah yang digemari hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mangga turut menyumbang perekonomian Indonesia karena menjadi komoditas yang di ekspor. Pada tahun 2015, ekspor mangga sebesar 1.515 jutatonyangsebagianbesarmerupakanjenis Mangga Gedong Gincu dan Mangga Arumanis. Kabupaten Kediri merupakan salahsatudaerahyang menjadikan mangga khususnya Mangga Podang sebagai oleh - oleh khas daerah dikarenakan banyaknya pohon mangga yang tumbuh di sekitar lereng GunungWilis.ManggaPodangkhasKediri banyak ditemukan di daerah sekitar lereng Gunung Wilis yaitu Kecamatan Banyakan, Tarokan, Grogol, Mojo, dan Semen. Semakin berkembang perekonomian suatudaerahmakasemakinberagam pula cara produsen dan konsumen melakukan jual beli.Salah satu sistem jual beli yang dilarang dalam Islam adalah jual beli yang mengandung unsur gharar. Sistem jual beli ijon adalah salah satu sistem jual beli yang mengandung unsur gharar sehingga dilarang oleh Allah SWT. Ijon berkaitan dengan perilaku produsen dan konsumen. Hal ini dapat dikaitkan dengan ekonomi mikro berupa keputusan pengusaha dan konsumen, terbentuknya harga barang atau jasa dan faktor produksi tertentu di pasar, dan alokasi sumber daya ekonomi.Penelitian ini menggunaka nmetode penelitian studi literatur. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder dengan metode pengumpulan data berupa pengumpulan sejumlah studi pustaka. Berdasarkan studi literatur terkait sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro, diperoleh hasil analisis bahwa sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro saling berhubungan. Hal ini dikarenakan ijon berkaitan langsung dengan perilaku produsen dan konsumen dan ekonomi mikro turut mengatur perilaku produsen dan konsumen. Keywords: Ijon, Komoditas Mangga,Ekonomi Mikro