5 Gejala Autisme Pada Balita - Urban - www.indonesiana.id
x

Autis

Dedi Natadiningrat

Jurnalistik
Bergabung Sejak: 12 Juli 2021

Senin, 17 Januari 2022 10:43 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • 5 Gejala Autisme Pada Balita

    Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), 1 dari 88 anak di Amerika Serikat telah didiagnosis dengan gangguan spektrum autisme (ASD) atau bentuk lain dari autisme.

    Dibaca : 1.152 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    5 Gejala Autisme Pada Balita-Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), 1 dari 88 anak di Amerika Serikat telah didiagnosis dengan gangguan spektrum autisme (ASD) atau bentuk lain dari autisme. Jumlah ini terus bertambah setiap tahun.

    Bagi mereka yang bekerja dengan anak kecil, sangat mudah untuk melewatkan beberapa tanda autisme dan Asperger.

    Banyak orang tua mungkin tidak berpikir dua kali tentang perilaku aneh atau kurangnya kontak mata—sampai anak mereka mulai menunjukkan tanda-tanda autis lainnya atau memiliki diagnosis yang sebenarnya.

    Berikut adalah lima tanda yang harus Anda waspadai untuk menentukan apakah anak Anda menunjukkan tanda-tanda autisme.

    Gangguan Spektrum Autisme: Yang Harus Anda Ketahui

    Rekomendasi Oli Motor Matic Terbaik di Indonesia

    Autism Spectrum Disorders (ASD) adalah sekelompok gangguan yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berkomunikasi, berinteraksi dengan orang lain, dan belajar. ASD mempengaruhi sekitar 1% dari populasi.

    Autisme lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Gejala ASD dapat muncul dalam berbagai cara. Beberapa anak dengan ASD memiliki masalah yang parah, sementara yang lain dapat hidup mandiri.

    Gejala Yang paling penting untuk diketahui tentang autisme adalah bahwa itu adalah gangguan perkembangan saraf yang dimulai pada anak usia dini. Gejala autisme tidak terlihat sampai anak berusia minimal 2 tahun.

    Seorang anak dengan autisme memiliki masalah berkomunikasi, berinteraksi, dan belajar. Seorang anak dengan autisme mungkin mengalami kesulitan melakukan kontak mata.

    Ini berarti bahwa dia akan sering melihat wajah seseorang dan kemudian pergi. Ini bisa sangat membuat frustrasi baik bagi anak maupun orang lain.

    Anak autis seringkali tidak dapat menggunakan bahasa. Mereka sering tidak mengerti apa yang mereka katakan.

    Mereka mungkin memiliki masalah dalam memahami isyarat sosial seperti ekspresi wajah dan bahasa tubuh.

    Mereka juga kesulitan memahami mengapa orang mengatakan hal-hal tertentu. Seorang anak dengan autisme mungkin memiliki masalah bergaul dengan orang lain.

    cara mendiagnosis autisme pada balita

    Autisme dapat dimulai kapan saja dan pada usia berapa pun, sehingga penting untuk melakukan deteksi dini. Tapi itu tidak harus menjadi kondisi seumur hidup.

    Intervensi dini—dan akses ke perawatan berkualitas tinggi—dapat meningkatkan kehidupan anak Anda.

    Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang menerima intervensi dini memiliki keterampilan bahasa dan komunikasi yang lebih baik, lebih sedikit masalah belajar, dan lebih sedikit masalah perilaku daripada mereka yang tidak menerima intervensi awal. 

    Jadi, jika Anda khawatir tentang balita Anda, Anda harus berbicara dengan dokter atau dokter anak anak Anda. Karena itu, berikut adalah 5 tanda awal autisme pada balita perempuan dan laki-laki:

    1. Lebih suka menyendiri.

    Akibat keterbatasan keterampilan sosial, balita dengan autisme mungkin mengalami kesulitan membentuk hubungan dan mungkin lebih suka menghabiskan waktu sendirian.

    Jika anak Anda tampaknya lebih suka menghabiskan waktu sendiri, Anda harus mempertimbangkan untuk bertanya kepada dokter anak Anda apakah ada sesuatu yang dapat menyebabkan perilaku ini.

    2. Tidak mengerti bergiliran.

    Jika Anda melihat anak Anda menolak untuk bergiliran atau menjadi kesal saat diminta, itu bisa menjadi tanda awal autisme .

    Kurangnya pemahaman tentang aturan sosial bisa menjadi tanda autisme. Jika anak Anda tidak suka berbagi mainan, atau jika dia tidak mengerti mengapa mereka perlu berbagi, Anda harus berkonsultasi dengan profesional tentang perilaku ini.

    3. Memiliki kemampuan bicara dan bahasa yang tertunda.

    Anak-anak dengan autisme dapat menunjukkan tanda-tanda semuda 18 bulan. Jika anak Anda belum berbicara, atau jika dia tidak menanggapi upaya Anda untuk membuatnya berkomunikasi, maka itu bisa menjadi tanda autisme. Namun, beberapa balita mungkin tidak berbicara sampai mereka berusia 2-3 tahun.

    4. Tidak menanggapi nama.

    Ini adalah tanda yang paling sulit dideteksi pada balita. Namun, jika Anda memiliki balita yang tampaknya tidak mengenali Anda, atau yang tidak menanggapi upaya Anda untuk membuatnya merespons, itu bisa menjadi tanda awal autisme. 

    Beberapa anak tidak menanggapi nama mereka karena gangguan perkembangan. Jika anak Anda tidak menanggapi namanya atau tampaknya tidak dapat menunjuk objek yang diinginkannya, Anda harus berkonsultasi dengan profesional untuk mendapatkan bantuan.

    5. Menghindari kontak mata – gejala autisme ringan pada balita

    Tanda autisme ringan selanjutnya pada balita adalah bayi Anda cenderung menghindari kontak mata. Ambil kasus seorang anak laki-laki berusia 4 tahun dengan autisme. Bocah itu takut menatap mata orang, dan hanya akan melakukan kontak mata jika perlu.

    Pada awalnya, orang tua mengira ini hanya rasa malu di pihak putra mereka, tetapi mereka segera menyadari bahwa dia berusaha menghindari menatap mata orang.

    Menghindari kontak mata bisa menjadi tanda autisme. Jika Anda memperhatikan bahwa anak Anda tidak melakukan kontak mata dengan Anda, anak Anda mungkin menderita autisme.

    Ciri-ciri autisme pada balita

    Autisme adalah gangguan perkembangan saraf seumur hidup yang didiagnosis pada orang semuda 2-3 tahun.

    Banyak orang dengan autisme yang berfungsi tinggi, dan beberapa bahkan dapat memiliki karir di bidang akademis atau seni. 

    Namun, sebagian besar orang dalam spektrum memiliki kesulitan yang sangat serius untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan belajar. Pada artikel ini, kita akan melihat tanda-tanda autisme pada anak.

    Tanda-tanda ini dapat digunakan oleh orang tua untuk menentukan apakah seorang anak mungkin menderita autisme, tetapi juga berguna untuk alasan lain. Berikut daftar 5 gejala autisme yang umum pada balita:

    1. Mengulangi apa yang orang lain katakan.

    Anak-anak dengan autisme mengulangi kata, frasa, atau kalimat yang mereka dengar, bahkan jika orang yang mengatakannya tidak berbicara dengan mereka. 

    Ini karena anak autis mengalami kesulitan memahami bahwa orang tidak selalu berbicara dengan mereka secara langsung.

    2.Tidak  tertarik berteman.

    Anak-anak dengan autisme mungkin memiliki masalah dalam berteman. Mereka mungkin tidak mengerti mengapa mereka perlu berteman, dan mungkin tidak mengerti mengapa mereka harus berbagi.

    3. Memiliki minat obsesif pada topik tertentu.

    Ini penting karena dapat menunjukkan minat tertentu pada suatu mata pelajaran. Misalnya, seorang anak yang tertarik dengan kereta api bisa menjadi tanda autisme. 

    Namun, ini juga bisa menjadi tanda minat normal. Jika anak Anda terobsesi dengan kereta api, tanyakan pada diri Anda apa lagi yang mungkin menarik baginya.

    4. Menyukai bagian benda tertentu, seperti roda yang berputar.

    Jika putri Anda menderita autisme, dia tidak bisa berhenti memutar roda yang berputar begitu dia menyukainya. Ini adalah tanda penting. Seorang anak yang memutar-mutar barang bisa menderita autisme. 

    Namun, ini juga bisa menjadi tanda ketertarikan yang normal. Jika anak Anda suka berputar, tanyakan pada diri sendiri apakah ada hal lain yang dia suka lakukan.

    5. Tidak membuat ekspresi wajah.

    Anak autis tidak bisa membuat ekspresi wajah apapun. Mereka mungkin kesulitan memahami bahwa ekspresi wajah itu penting. Gejala autisme pada balita bisa sangat sulit untuk diidentifikasi.

    Diagnosis Dini untuk Intervensi Dini

    Sama pentingnya adalah Anda tahu jenis terapi apa yang dibutuhkan anak Anda, dan Anda tahu bagaimana menemukan jenis terapi yang tepat untuknya.

    Penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan profesional yang berpengalaman dalam intervensi dini untuk autisme.

    Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan saraf yang mempengaruhi cara seseorang berkomunikasi, berinteraksi, dan belajar.

    Anak ASD memiliki masalah dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan belajar. Mereka mungkin juga memiliki perilaku berulang dan hipersensitif terhadap suara atau cahaya tertentu.

    Gejala autisme pada balita sangat mirip dengan gejala autisme pada anak yang lebih besar dan orang dewasa.

    Gejalanya sama, tetapi ada juga perbedaan penting. Ketika seorang anak didiagnosis autisme, gejalanya muncul sekitar usia 2 tahun.

    Namun, jika Anda melihat tanda-tanda autisme pada anak Anda sebelum ia mencapai usia ini, Anda bisa mendapatkan pertolongan lebih cepat.

    Meskipun seringkali mungkin untuk mendiagnosis autisme pada anak sebelum dia mulai sekolah, penting untuk dicatat bahwa semakin dini diagnosis, semakin baik.

    Semakin dini Anda memulai perawatan, semakin besar kemungkinan anak Anda akan mendapatkan hasil terbaik.

    Garis bawah

    Anak-anak dengan ASD mengalami kesulitan berkomunikasi, berinteraksi, dan belajar. Mereka memiliki masalah dalam memahami aturan sosial dan mungkin memiliki perilaku yang berulang. Gejala autisme pada balita bisa sangat sulit untuk diidentifikasi.

    Jika Anda melihat salah satu dari tanda-tanda ini pada anak Anda, bicarakan dengan dokter Anda tentang mendapatkan diagnosis dini. Informasi yang diberikan di situs web ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti atau pengganti perawatan medis profesional.

    Selalu mencari nasihat dari dokter Anda atau penyedia kesehatan lain yang memenuhi syarat dengan pertanyaan mengenai kondisi medis. Di atas adalah deskripsi singkat tentang Autism Spectrum Disorder (ASD) dan tidak mencakup semua kemungkinan gejala.

    Penting bagi Anda untuk mengetahui jenis terapi apa yang dibutuhkan anak Anda. Bicaralah dengan dokter yang berpengalaman dalam intervensi dini untuk autisme. Mendapatkan diagnosis dini penting karena dapat membantu Anda mendapatkan bantuan lebih cepat. Ini juga dapat membantu Anda memahami mengapa anak Anda mengalami masalah.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.