Pentingnya Memiliki Empati Pada Usia Muda - Analisis - www.indonesiana.id
x

Cara berkomunikasi secara jujur dan berempati dengan anggota keluarga menjadi kunci komunikasi efektif pada masa pandemi

Aichah Dy

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 Januari 2022

Jumat, 28 Januari 2022 17:59 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Pentingnya Memiliki Empati Pada Usia Muda

    Empati adalah kemampuan yang mencakup spektrum yang luas, mulai dari keinginan menolong sesama hingga mengaburkan garis antara diri dan orang lain. Tidak semua manusia mempunyai tingkatan empati yang sama. Kepribadian individu yang mempunyai kebutuhan afilisasi tinggi mempunyai tingkat empati dan nilai prososial. Ada cara personal melatih kemampuan berempati itu. 

    Dibaca : 501 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Anak Muda sekarang harus belajar tentang rasa empati terhadap orang lain karena ini sangat penting. Sebelum belajar tentang rasa empati, mari kita ketahui apa itu empati

    Empati adalah kemampuan dengan berbagai definisi yang berbeda mencakup spektrum luas, berkisar pada orang lain yang menciptakan keinginan menolong sesama, mengalami emosi serupa dengan emosi orang lain, mengetahui apa yang orang lain rasakan dan pikirkan, mengaburkan garis antara diri dan orang lain.

    Dan perlu kita ketahui bahwa empati memiliki tingkatan berbeda-beda. Tidak semua manusia mempunyai tingkatan empati sama. Ada orang yang mampu menempatkan dirinya pada posisi orang lain, namun adapula yang kesulitan menaruh empati.

    Cara berempati kepada seseorang adalah melakukan interaksi emosional antara kita dan orang lain. Terutama kepada mereka yang lebih dekat, seperti keluarga, teman, pasangan, orang lain, yang membutuhkan perhatian kita.

    Contoh sederhana adalah antara ibu dan anak, yaitu bagaimana seorang ibu mampu meredakan kemarahan anak, memberikan pelukan kehangatan yang menenangkan, memberikan jalan keluar atas masalah yang dihadapi, dan seterusnya. Empati berperan penting dalam hubungan interpersonal, landasan untuk perkembangan manusia yang memengaruhi kualitas emosional dan sosial individu.

    Kepribadian individu yang mempunyai kebutuhan afilisasi tinggi mempunyai tingkat empati dan nilai prososial. Pengebangan kemampuan personal melatih kemampuan berempati yaitu. 

    1. Merekam emosi pribadi

    Beragam pengalaman positif maupun negatif pernah dialami setiap orang dalam hidupnya seperti senang, sedih, bahagia, marah, kecewa, dan lainnya. Merekam emosi pribadi dalam ingatan akan membantu untuk memahami perasaan yang sama dengan yang dialami orang lain.

    1. Peduli dengan orang di sekitar

    Untuk peduli dengan orang lain memeang membutuhkan keterampilan sosial tersendiri. Peduli bukan hanua sekedar memerhatikan, tetapi juga berkeinginan untuk mendalami perasaan dan pikiran orang lain.

    1. Menjadi pendengar yang baik

    Untuk berhasi dalam hidup bermasyarakat, kita harus bisa menjadi seseorang pengdengar yang baik. Mengdengar adalah hal yang dibutuhkan untuk bisa memahami dengan lebih jelas.

    1. Memahami kondisi orang lain

    Akan lebih mudah merasakan apa yang sedang dialami orang tersebut dan dapat membangkitkan suasana emosional

    1. Ringan tangan dalam memberikan bantuan

    Dengan memberikan bantuan, seseorang akan mampu melihat lebih jauh perasaan orang yang sedang mengalami kesulitan dan membutuhkan pertolongan tersebut.

    1. Sosialisasi

    Membuat seseorang mengalami banyak emosi atau dengan kata lain melalui sosialisasi seseorang mendapat peluang untuk mengalami sejumlah emosi orang lain karena individu telah mengalami emosi tersebut, dan membuat seseorang dapat mengamati secara langsung situasi internal orang lain.

    Cara megembangkan sikap Empati

    1. Berkumpul dengan orang yang berbeda
    2. Menjadi pendengar yang baik
    3. Posisikan diri menjadi orang tersebut
    4. Tertarik dengan sekitar
    5. Mulai perubahan sosial
    6. Imajenasi tanpa batas 

     3 Jenis Empati

    • Empati Kognitif adalah kemampuan untuk memahami perasaan dan pemikiran seseorang. Empati kognitif membuat kita menjadi komunikator yang baik, karena membantu kita menyampaikan informasi dengan cara yang paling baik menjangkau orang lain.
    • Empati Emosional (juga dikenal sebagai empati afektif) adalah kemampuan untuk membagikan perasaan orang lain. Beberapa orang menggambarkan sebagai rasa sakit di hatiku. Jenis empati ini membantu anda membangun hubungan emosional dengan orang lain.
    • Empati welas asih(juga dikenal sebagai perhatian empatik) lebih dari sekedar memahami orang lain dan berbagai perasaan mereka; itu benar-benar menggerakan kita untuk mengambil tindakan, membantu sebisa kita. 

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.