Ladang Puisi Rilda Gumala - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi wajah wanita

Rilda Gumala

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Jumat, 25 Februari 2022 15:59 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Ladang Puisi Rilda Gumala

    Rilda Gumala Menanam 5 puisi di ladang puisinya yaitu : Senja pun Jatuh di Parangtritis, Di San Diego Hills, Jejak, Ayah dan Secangkir Kopi. Masih mengungkapkan perasaan yang mendalam tentang rindu, kecintaan pada sosok ayah dan kehilangan..

    Dibaca : 684 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     

    SENJA PUN TURUN DI PARANGTRITIS

     

    Menatap langit merah saga

    hingga bola bundar itu jatuh ke laut

    pendar cahayanya memerah

    memercik ke mukaku

    -senja pun turun di pantai Parang Tritis

    Laut dan langit menyatu di batas pandang

    menyambut rinduku  yang  bergulung dalam gelombang

    mencarimu

    nun ribuan kilometer

     

    Aku kekurangan udara

    megap-megap

    namun pertarungan ini harus kuhadang

    dalam pengembaraan

    menuju lautmu

    hingga laut dan langit itu menyatu di batas pandang kita

     

     

    DI SAN DIEGO HILLS

     

    Mengantarmu ke sana

    San Diego Hills

    Memeluk duka di sekujur tubuh

     

    Engkau melayang di semesta raya

    Senyum menggantung lalu menggapai sosok cantik bermanik air mata

    Di San Diego Hills - bukit savana

    perjanjian ini telah selesai

    dalam cinta  tak pernah usai

     

     

    JEJAK

     

    Telah kutorehkan jejak di sini sepanjang jalan Limau Manis

    Menghempaskan kenangan di setiap sudutnya

    Lorong dan halte

    Memintas bayangmu di situ

    Tak jemu menunggu

     

    Ah, enyahlah kau bedebah

    Menggores luka yang telah membiru

    Guratnya tak pernah hilang

     

    Bagai kaleidoskop semuanya pulang

    Hingga jatuh terjerembab

    menikamku lagi

     

     

    AYAH

     

    Aku tidak akan meninggalkan sedetikpun

    agar kebersamaan ini tetap membersamai kita

    Kerentaanmu memancarkan kekuatan

    memasung kasih sayang

    Untuk segala pengorbanan dan air mata

    di setiap langkahmu

     

    Aku tidak akan meninggalkanmu sebisaku karena waktuku dirantai

    janji yang memenjaraku

    atas nama cinta nan telah tumbuh menjiwa

     

     

    SECANGKIR KOPI

     

    Pagi nan letih

    menuju V coffee membayangkan secangkir kopi

    menghanyutkan gulana dalam setiap tegukannya.

     

     

     

     

    Ikuti tulisan menarik Rilda Gumala lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.