Mengamalkan Lima Rukun Islam dengan Baik Sebagai Bukti Iman Kepada Allah

Kamis, 17 Maret 2022 11:56 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Keimanan seseorang harus selalu dipupuk agar selalu tumbuh dan berkembang di dalam sanubari. Salah satu cara untuk meningkatkan keimanan adalah selalu belajar dan beramal.

Rukun Islam merupakan salah satu fondasi dalam agama Islam yang sangat penting dipahami oleh seorang muslim. Selain sebagai pedoman terkait ajaran pokok dari agama Islam, rukun Islam juga merupakan salah satu cara bagi seorang muslim untuk menyempurnakan keimanan mereka. 

Sebagaimana diketahui, rukun Islam berisi tentang aspek amalan fisik yang perlu dilakukan oleh seorang muslim untuk mendapatkan kesempurnaan Islam dan rida Allah. Oleh karenanya, dengan melaksanakan rukun Islam dengan sempurna, maka keimanan seorang muslim akan cenderung terjaga.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Terkait rukun Islam, Nabi Muhammad bersabda yang artinyaagama Islam dibangun di atas lima perkara penting, yaitu syahadat kepada Allah dan rasul, menegakkan salat, menunaikan zakat, haji serta puasa Ramadan (HR Bukhari dan Muslim). Hadis inilah yang menjadi dalil dasar terkait rukun Islam dan menjadi pedoman bagi setiap muslim untuk menyempurnakan keimanan mereka kepada Allah.

Urutan Rukun Islam dan Bagaimana Mengamalkannya

Telah dibahas di awal bahwa rukun Islam adalah lima dasar agama yang menentukan kesempurnaan keimanan seorang muslim. Oleh karenanya, bagi seorang muslim, wajib hukumnya untuk berusaha sebaik mungkin melaksanakan semua isi rukun Islam tersebut.

Adapun urutan dari rukun Islam tersebut dan cara mengamalkannya untuk menjadi bagian ibadah adalah sebagai berikut:

1. Syahadat

Syahadat adalah dua kalimat paling sakral dalam agama Islam karena kalimat tersebut merupakan jalan bagi seseorang untuk menerima dan meyakini Islam sebagai agama yang ia anut.

Oleh karenanya, wajib hukumnya bagi seorang muslim untuk mengucapkan kalimat syahadat tersebut. Tidak hanya itu, kalimat syahadat juga harus diucapkan dengan penuh keikhlasan tanpa adanya paksaan.

Perlu diketahui bahwa ada makna yang sangat penting dari dua kalimat syahadat yang dibaca. Makna pertama adalah bentuk keyakinan bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah semata dan makna kedua adalah bentuk keyakinan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Seorang muslim yang mengucapkan dua kalimat syahadat memiliki konsekuensi untuk melaksanakan hukum-hukum Islam dengan benar. Oleh karenanya, kalimat syahadat tidak bisa dianggap hanya sebagai ucapan biasa saja.

2. Shalat

Salat adalah rukun Islam kedua yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. Banyak ulama mengatakan bahwa salat adalah tiang agama. Oleh karenanya, ucapan ini diartikan bahwa kokohnya Islam sangat tergantung pada ketaatan umat muslim untuk melaksanakan salat.

Secara umum, salat dibagi menjadi dua menurut hukumnya, yaitu salat wajib dan salah sunah. Salah wajib memiliki konsekuensi hukum bagi yang tidak melaksanakan. Setiap hari, seorang muslim wajib melaksanakan salat lima waktu di mana salat ini juga menjadi pembeda dengan kafir.

Sedangkan salah sunah cenderung lebih luas dan luwes. Ada banyak sekali salat sunah yang bisa dikerjakan. Meskipun tidak ada dosa ketika seorang muslim tidak melaksanakannya, namun salat sunah bisa menjadi suatu tanda kesempurnaan iman seorang muslim.

3. Puasa

Rukun Islam yang ketiga adalah puasa. Setiap muslim yang sudah balig wajib untuk menjalankan puasa saat bulan ramadan tiba. Puasa ini merupakan salah satu tanda keimanan bagi seorang muslim. Tidak hanya menahan lapar dan dahaga saja, puasa ini juga bertujuan untuk menahan hawa nafsu dan meningkatkan syukur.

Selain puasa ramadan, ada pula puasa sunah yang cenderung lebih bervariasi. Tentu, sebagaimana salat sunah, puasa sunah juga sangat disarankan untuk dilaksanakan, terutama bagi seorang muslim yang berusaha untuk meningkatkan keimanan mereka di hadapan Allah. 

Baca juga : Tujuan Puasa adalah Menciptakan “Keheningan” dalam Diri

4. Zakat

Zakat adalah rukun Islam keempat yang perlu dipahami dan diamalkan. Bisa dikatakan jika zakat adalah penyempurna dari ibadah puasa ramadan yang sebelumnya dilakukan. Zakat dalam pengertian ini adalah zakat fitrah yang sifatnya wajib. Tidak hanya untuk muslim yang sudah balig saja, bayi yang dilahirkan ketika waktu membayar zakat belum habis pun wajib dibayarkan zakat.

Hanya saja, ada batasan kemampuan dalam pembayaran zakat tersebut. Muslim yang tergolong mampu diwajibkan untuk membayar zakat fitrah mereka dengan makanan pokok. Sementara muslim yang tidak mampu, tidak ada kewajiban atas dirinya. Hanya saja, seyogianya, seorang muslim senantiasa berusaha untuk membayarkan zakat.

Selain zakat fitrah, ada pula zakat mal yang sifatnya wajib dengan beberapa ketentuan. Zakat ini berupa harta dengan ketentuan masing-masing yang berbeda dan harus disesuaikan. 

 

5. Haji

Rukun Islam yang terakhir adalah haji. Ibadah ini bisa dikatakan sebagai puncak spiritual dari seorang muslim dalam usahanya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tidak hanya itu, umat muslim yang melaksanakan ibadah haji sungguh-sungguh dan diterima, maka ia seperti seorang bayi suci yang baru lahir di mana tidak memiliki dosa sedikitpun.

Hanya saja, Islam memberikan keringanan pada ibadah ini. Haji disarankan untuk dilaksanakan bagi seorang muslim yang mampu. Arti mampu di sini adalah mampu secara material dan juga non-material.

Oleh karenanya, seorang muslim yang memiliki penyakit khusus atau gangguan lainnya bisa saja terhindar dari kewajiban berhaji meskipun memiliki uang untuk melaksanakannya.

Selain itu, haji terdiri dari beberapa rukun dan peribadatan yang harus dilakukan secara berurutan. Oleh karenanya, seorang muslim yang hendak berhaji harus mempelajari hal-hal penting terkait haji terlebih dahulu.

Rukun Islam adalah bagian dari doktrin agama Islam yang sangat penting. Oleh karenanya, seorang muslim wajib memahami detail rukun Islam tersebut dan bagaimana bentuk aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya itu, seorang muslim juga sebaiknya senantiasa berusaha untuk menjaga amalan mereka dengan baik. Hal ini semata-mata sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah dan juga tanda dari kesempurnaan iman.

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua