x

Iklan

NABILA

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 Maret 2022

Minggu, 20 Maret 2022 08:27 WIB

Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis dalam Menulis Karya Sastra

Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam menulis karya sastra.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis dalam Menulis Karya Sastra

Menulis adalah  keterampilan yang membutuhkan pengetahuan tentang bahasa. Meskipun maksud dan makna menulis diungkapkan dengan sangat baik dan jelas, menulis adalah keterampilan berbahasa yang paling sulit karena  tidak semua informasi komunikasi dari penulis dapat dipahami oleh pembaca. Dalam konteks aktivitas bahasa, menulis dan berpikir terkait erat. Melalui kegiatan menulis, penulis dapat berbagi ide, dan melalui kegiatan berpikir, penulis dapat meningkatkan keterampilan menulisnya. Dalam kajian sastra, karya sastra merupakan kristal dari karya-karya yang ada, sehingga karya sastra ini memegang peranan strategis dan penting dalam membantu generasi muda Indonesia menjadi individu yang intelektual. Pengarang adalah anggota masyarakat yang mengungkapkan nilai-nilai dan pandangan hidup yang ada di dunianya dan diungkapkan atau dikomunikasikan melalui bahasa untuk dibaca seseorang.

Menulis dan berpikir kritis saling berkaitan. Hubungan tersebut adalah sebagai berikut: (1) Menulis adalah kegiatan berpikir (kritis). Berpikir kritis berperan penting dalam bekerja sama untuk menemukan alasan dan kesimpulan yang tepat. Berpikir kritis adalah kegiatan analisis, integrasi, dan analisis. Demikian pula, penulis yang berpikir kritis tahu bagaimana menggunakan informasi untuk memecahkan masalah, menemukan sumber yang relevan, dan menarik kesimpulan dari pengetahuan. Kegiatan menulis merupakan kegiatan berpikir kritis yang memungkinkan penulis mengalami proses kognitif menulis. Misalnya, berbagai pengetahuan yang dibutuhkan pengarang dengan cara menghasilkan, mengorganisasikan, mengungkapkan, menulis ide, konsep yang telah dibangun sebelumnya, dan strategi menulis dari hasil analisis (apa yang dibutuhkan pembaca).

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

2) Sarana mengungkapkan berpikir kritis. Menurut Olsen, menulis dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan, mengembangkan dan menganalisis kemampuan berpikir. Menulis ialah kegiatan atau praktik yang dapat menjadikan keterampilan berpikir sastra menjadi lebih penting. Ketika  penulis  berpikir, serangkaian gambar hal-hal yang tidak ada akan muncul di benaknya. Jika penulis belum mampu, bagaimana penulis dapat merekam, meyakinkan pembaca, menginformasikan pembaca, atau mempengaruhi pembaca? Menulis merupakan salah satu cara untuk mempelajari keterampilan berpikir analitis. Keaslian kemampuan berpikir seorang penulis dapat dilihat dari cara bertuturnya.

Oleh karena itu, diperlukan sarana yang benar-benar dinamis dan efektif, seperti menulis sebagai media atau alat yang digunakan untuk menyampaikan ide dan gagasan yang ada di kepala menjadi tulisan dan melatih seseorang untuk mengorganisasikan pemikirannya secara kritis. Seperti yang dikatakan Syafi`i, salah satu kualitas kefasihan dalam menulis adalah penalaran yang baik. Proses berpikir, yang hanya merupakan konsep abstrak  dalam pikiran, membutuhkan sarana untuk mengekspresikannya. Media yang dapat menampung pikirannya adalah tulisan.

Menulis akan memudahkan seseorang untuk mencatat dan mengingat hasil pemikirannya sendiri atau orang lain untuk mendapatkan ilmu yang penulis berikan, karena dengan menulis pemikirannya akan hidup selamanya dan dapat digandakan. Tindakan menulis tidak akan pernah lepas dari proses berpikir. Menulis merupakan salah satu kegiatan berbahasa untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan. Menulis merupakan  kesempatan yang digunakan untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan (Munandar, 2002). Proses berpikir akan dapat menentukan kualitas tulisan, karena menulis merupakan ekspresi dari ide dan gagasan kritis yang muncul dari keikutsertaan proses berpikir. Jika penalaran logis dan keterampilan berpikir kritis tidak dilibatkan, kualitas makalah yang dihasilkan akan menurun. Maka karena sebuah karya sastra  adalah hasil kreasi seseorang dari pikiran, perasaan dan gagasan atau hasil imajinasi seseorang yang diambil dari kehidupan yang dapat menginspirasi Inspirasi, tentunya bagi seorang penulis, menulis sebuah karya sastra adalah suatu proses mengungkapkan gagasan secara cerdas dengan bahasa yang cermat. melalui cara berpikir  kritis dan kreatif serta pendeskripsian dengan teknik penulisan, perbedaan yang tepat dalam keasliannya.

Maka dari itu, karena sebuah karya sastra merupakan hasil kreasi seseorang dari pikiran, perasaan dan gagasan atau hasil imajinasi seseorang yang diambil dari kehidupan yang dapat menginspirasi Inspiring, tentunya bagi seorang penulis, menulis sebuah karya sastra merupakan suatu proses mengungkapkan gagasan secara cerdas dengan bahasa yang cermat. melalui cara berpikir  kritis dan kreatif serta pendeskripsian dengan teknik penulisan kunci, ditegaskan di berbagai media tentang keasliannya.

Ikuti tulisan menarik NABILA lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB

Terkini

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB