Menyentuh Langit dengan Hati

Selasa, 29 Maret 2022 06:36 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Semua orang mestinya ingin mendekat dan menghambakan diri kepada sang khalik. Meskipun sudah melakukan ibadah kalau tidak sepenuh hati maka kurang maksimal hasilnya. Mari kita bahas di artikel ini.

Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku.

Only from the heart can you touch the sky. Kalimat itu adalah kutipan dari kalimat mutiara Maulana Jalaludin Rumi, seorang sufi terkenal dari abad ke 13.  Rumi ini memiliki karya abadi, karya yang tidak pernah dilupakan masyarakat karena indah dan penuh makna.  Karena itulah saya suka sekali membaca quotes nya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Banyak tafsir atas karya Rumi, termasuk kalimat di atas.  Arti harafiahnya, hanya dengan hati kamu menyentuh langit.  Nah kata ‘langit’ ini bisa ditafsirkan macam macam.  Bisa saja maksudnya Tuhan.  Jadi manusia harus memakai hatinya untuk bisa berhubungan dengan Allah swt. Semua ibadah harus melibatkan hati.  Tanpa hati semuanya akan kurang maksimal.  Capaian tertinggi hanya bisa dilakukan dengan hati.  Jadi intinya Rumi menekankan agar manusia mengolah hatinya agar bisa menerima petunjuk Allah swt.

Demikian juga dengan kebahagiaan.  Tidak ada, saya  yakin, orang yang manggapai kebahagiaan tanpa melibatkan hati.  Meskipun seseorang itu kaya raya dan berkuasa, dengan segala macam kelebihan, tapi kalau hatinya kotor, gelap, dan ‘sakit’ maka dia tidak akan pernah mampu menerima cinta kasih Allah.  Bukan Allah tidak mencintainya, tapi dia yang tidak mampu menerima cintaNya.

Cinta kasih Allah itu ibarat sinar matahari.  Semua disinari.  Tapi ada yang tertutupi pohon, awan, dsb sehingga tidak menerima sinar matahari.  Demikian juga hati yang ‘sakit’ dan kotor tidak akan mampu menikmati cinta kasih Allah.

Oleh karena itu jagalah hati Anda agar tetap sehat dan bersih. Bagaimana caranya?  Panjang paparannya.  Yang paling penting Anda harus mengabdikan diri sepenuh hati kepada Allah swt.  Itulah satu satunya jalan menggapai kebahagiaan sejati.  Tidak ada jalan lain. 

Bulan Ramadhan adalah bulan menyimpan banyak berkah.  Bulan ini adalah bulan yang penuh ampunan.  Inilah kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dengan berpuasa, solat tarawih, membayar zakat dll.  Inilah kesempatan emas untuk membersihkan hati dan memohon ampunan Allah swt.  Kalau dilakukan dengan sepenuh hati, dengan sungguh sungguh maka kita akan menjadi seorang mutaqqin.  Kita akan mendapat ampunanNya. Itnilah saatnya melakukan transformasi diri menjadi muttaqin.  Inilah saatnya ‘menyentuh langit dengan hati’.

Mengabdilah kepada sang khalik dengan sepenuh  hati agar akan tercipta hubungan saling mencintai.  Cinta Allah ini adalah cinta terindah.  Kalau Anda memiliki hubungan cinta kasih dengan keluarga saja sudah membuat bahagia, apalagi hubungan cinta kasih dengan Allah.  Anda akan menikmati cinta kasih yang sangat membahagiakan meskipun ada ujian kehidupan.

Semoga kita bisa melakukan ibadah puasa dengan sebaik baiknya dan mendapat ampunan, petunjuk, cinta kasih, lindungan dan bimbinganNya sehingga kita mampu menjadi muttaqin.

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua