x

Lilian Kiki Triwulan, salah satu penulis Antologi Puisi \x22Potret Diri\x22 tengah membacakan puisi (Dok Foto: Lilian Kiki Triwulan)

Iklan

Anggelia Dwi Agustin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 April 2022

Jumat, 15 April 2022 17:26 WIB

Sastra untuk Membangun Negeri

Sastra mampu menjadi alasan untuk membangun negeri ini.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sastra sangatlah penting untuk membangun negeri ini, dengan keberagaman sastra dari setiap daerahnya. Mengapa sangat penting? Karena dalam sastra kita dapat mengetahui lebih dalam lagi mengenai bahasa kita sendiri yaitu Bahasa Indonesia. Ketika kita telah mengetahui lebih baik mengenai bahasa kita sendiri, maka semakin kita dapat memperkenalkan bahasa serta sastra Indonesia kepada masyarakat luas, dalam maupun luar negeri. Bahasa dan sastra Indonesia terkadang terlihat sangat mudah hingga tidak jarang orang menyepelekan Bahasa dan sastra Indonesia, walaupun pada kenyataannya Bahasa dan sastra Indonesia sungguh rumit dan membutuhkan fokus yang baik. Bagaimana bisa negeri ini menjadi lebih baik, jika banyak rakyatnya masih memandang sebelah mata bahasanya sendiri? Tanpa kita sadari sastra Indonesia sangat sering kita jumpai, entah saat di sekolah maupun di sosial media seperti sekarang. Seperti menurut Wellek dan Warren, “segala sesuatu yang tertulis dan tercetak” merupakan sastra.

Sastra memiliki sifat, fungsi, dan juga manfaat. Sifat sastra meliputi karya imajinatif, memiliki sifat demikian karena sastra merupakan tulisan yang indah yang tertuang dari pikiran. Selanjutnya, sastra berbeda dengan seni lain, ia tidak memiliki mediumnya sendiri, karena sastra dapat tertuang di mana pun. Kemudian, sastra mengenal berbagai bentuk dan selalu mengalami perubahan, karena perkembangan sastra menyesuaikan zaman. Selanjutnya, bahasa emosional tidak melulu dimiliki oleh sastra, karena sastra tidak hanya berupa dari luapan perasaan penulisnya.

Fungsi sastra selalu berbeda-beda setiap zamannya, sastra seperti mengikuti perkembangan setiap zamannya. Fungsi sastra merupakan sesuatu yang indah sekaligus bermanfaat untuk kehidupan, karena sastra ialah refleksi dari kehidupan kita sehari-hari. Sastra pada zaman pra kemerdekaan hingga masa orde baru memiliki isi bahwa sastra merupakan alat perjuangan untuk memperoleh perjuangan. Sastra mampu menjadi perekat bangsa, jika saja pada masyarakatnya memiliki gemar membaca. Namun, hal itu dalam pengamatan saya sudah mulai membaik, karena semenjak terdapat beberapa aplikasi yang merupakan wadah untuk para masyarakat menuangkan pemikirannya menjadi sebuah karya seperti novel maupun sejenisnya, para masyarakat sedikit demi sedikit mulai menyukai membaca.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Manfaat sastra menurut Karno (1996:34) ialah sastra sebagai ilmu yang memiliki arti sebagai salah satu ilmu yang bersifat konvektif yang diajarkan di sekolah secara formal, dalam sub bidang bahasa Indonesia. Kemudian, sastra sebagai seni, sastra selain memberikan kesenangan kepada para pembacanya juga bermanfaat bagi kehidupan para manusia. Maksudnya, sastra bermanfaat untuk memberikan hiburan sekaligus manfaat untuk proses spiritual. Dan sastra sebagai kebudayaan, dalam hal ini sastra mencangkup segala kehidupan manusia, secara lahir maupun batin.

Kesimpulan                                                     

Sastra merupakan segala sesuatu yang tertulis dan tercetak. Sastra memiliki fungsi, sifat, dan manfaat yang mampu mendorong sastra untuk perkembangan negeri ini. Sastra secara tidak langsung juga menanamkan berpikir kritis dan berwawasan luas. Pembelajaran sastra mampu meningkatkan keterampilan berbahasa, memperluas wawasan, serta membentuk karakter. Dengan kita mengenal, mempelajari, menghargai, serta menerapkan, sastra mampu menjadi salah satu alasan untuk membangun negeri ini.

Referensi                                                                    

Fizriyani, Wilda. Peranan Sastra Indonesia dalam Membangun Keragaman Budaya: Prespektif Sejarah dalam https://shorturl.ae/fDWfe diunduh pada 14 April 2022 pukul 20.08 WIB. 2014.

Hadi, Samsul. Peran Pendidikan dalam Pembangunan Karakter Bangsa. Seminar Nasional dan Temu Alumni. Yogyakarta: Indo Media Pustaka. dalam http://eprints.uad.ac.id/2396/ diunduh pada 15 April 2022 pukul 07.57 WIB. 2014.

Nugrahani, Ali Imron Al-Ma'ruf dan Farida. Pengkajian Sastra Teori dan Aplikasi. Surakarta: CV. Djiwa Amarta Press. 2017.

Slamet, Yosep Bambang Margono. Fungsi dan Peran Karya Sastra dari Masa ke Masa dalam http://journal.unika.ac.id/index.php/praxis/article/view/1609/953 diunduh pada 14 April 2022 pukul 16.17 WIB. 2018.

Warren, René Wellek dan Austin. Teori Kesusastraan (Diterjemahkan oleh Melani Budianta). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 1995.

 

Ikuti tulisan menarik Anggelia Dwi Agustin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu