Usai Ramadan, Fitri, Lalu Kembali Merindu - Analisis - www.indonesiana.id
x

Suasana Masjidil Haram yang sudah tampak seperti sebelum masa pandemi. Diambil pada tanggal 11 Maret 2022

Slamet Samsoerizal

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 Maret 2022

Minggu, 1 Mei 2022 12:43 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Usai Ramadan, Fitri, Lalu Kembali Merindu

    Usai Ramadan kita kembali fitri. Adatradisi mudik. Akan tetapi, kita pun selalu merindukan bulan penuh rahmat dan ampunan ini.

    Dibaca : 641 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Setiap habis Ramadan

    Hamba rindu lagi Ramadan

    Saat – saat padat beribadah

    Tak terhingga nilai mahalnya

     

    Setiap habis Ramadan

    Hamba cemas kalau tak sampai

    Umur hamba di tahun depan

    Berilah hamba kesempatan

     

    Alangkah nikmat ibadah bulan Ramadan

    Sekeluarga, sekampung, senegara

    Kaum muslimin dan muslimat se-dunia

    Seluruhnya kumpul di persatukan

    Dalam memohon ridho-Nya

     

    Setiap habis Ramadan

    Hamba cemas kalau tak sampai

    Umur hamba di tahun depan

    Berilah hamba kesempatan

     

    Setiap habis Ramadan

    Rindu hamba tak pernah menghilang

    Mohon tambah umur setahun lagi

    Berilah hamba kesempatan

     

    ***

    Rasulullah SAW selalu tarhib atau merindukan kedatangan Ramadan.  Beliau pun telah men-tarhib Ramadan dua bulan sebelumnya, seraya bermunajat "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah umur kami di bulan Ramadhan." (HR Imam Ahmad dan Ath Thabrani).

    Kegembiraan menyambut Idul Fitri sebaiknya dilakukan dengan terukur dan dengan norma-norma yang ada. Waktu Idul Fitri harus dimaksimalkan bersilaturahim di antara keluarga dan tetangga setelah dua tahun terakhir tidak bisa leluasa melakukannya.

    Hal ini penting guna menanamkan kerinduan kepada Ramadhan sekaligus sebagai upaya persiapan mental (tahyi'ah nafsiyah), spiritual (tahyi'ah ruhiyah) dan intelektual (tahyi'ah fikriyah).

    Sejumlah Nilai Mahal

     Rasanya tak ingin berpisah sekalipun cuma sedetik. Begitulah Ramadhan seperti digambarkan sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, "Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus." Sesungguhnya di dalam Ramadhan itu akan mendapatkan: gelar takwa, mendapatkan solusi, bulan pengampunan, Allah lipat gandakan pahala, terbukanya pinta surga, ibadah istimewa, dicintai Allah, dan doa dikabulkan.

    Berkaitan dengan gelar takwa. Puasa adalah sarana untuk mendapatkan gelar takwa itu. Takwa adalah gelar tertinggi yang dapat diraih manusia sebagai hamba Allah. Tidak ada gelar yang lebih mulia dan tinggi dari itu.

    Setiap hamba yang telah mampu meraih gelar takwa, ia dijamin hidupnya di surga dan diberi kemudahan di dunia. Kemudahan yang diberikan Allah kepada hambanya yang takwa berupa diberikan-Nya jalan keluar dari semua masalah. Itu sebabnya, hambanya diberikan ketenangan jiwa, tidak khawatir dan sedih hati

    Selain itu, Allah cukupkan kebutuhannya. Dalam QS. Ath Thalaaq: 3, Allah berfirman  "Dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya."

    Ramadan adalah bulan pengampunan. Dosa manusia itu setumpuk, maka Allah telah menyediakan alat penghapus yang canggih. Itulah puasa pada bulan Ramadan.

    Ramadan, memberikan pahalanya berlebih atau dilipatgandakan. Tidak hanya pengampunan dosa, Allah juga telah menyediakan bonus pahala berlipat-lipat kepada siapapun yang berbuat baik pada bulan mulia ini. Rasulullah bersabda, "Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh lipat gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya." (HR. Bukhari Muslim). Bahkan amalan sunnah yang dikerjakan pada ramadhan, pahalanya dianggap sama dengan mengerjakan amalan wajib. (HR. Bahaiqi dan Ibnu Khuzaimah).

    Pada bulan Ramadan, pintu surga dibuka dan neraka ditutup. Dalam HR Muslim dinyatakan: "Kalau datang bulan Ramadhan terbuka pintu surga, tertutup pintu neraka, dan setan-setan terbelenggu." Ini beralasan, sebab  hanya sedikit amal perbuatan yang dilakukan, bisa mengantar seseorang ke surga. Dengan demikian otomatis pintu neraka tertutup dan tidak ada lagi kesempatan buat setan menggoda manusia.

    Bulan ramadan adalah ibadah istimewa. Keistimewaan puasa ini dikatakan dalam hadits qudsi: "Setiap amalan anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya karena ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makananya karena Aku." (HR Bukhari Muslim)

    Doa orang yang berpuasa akan  Allah kabulkan. Dalam QS.Al-Baqarah: 186, Allah berfirman:

    "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, katakanlah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang berdo'a apabila dia berdo'a, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku."

    Berdoa pada ramadhan punya tempat khusus, seperti dikatakan Nabi Muhammad SAW, "Tiga doa yang tidak ditolak; orang berpuasa hingga berbuka puasa, pemimpin yang adil dan do'anya orang teraniaya. Allah mengangkat doanya ke awan dan membukakan pintu-pintu langit. 'Demi kebesaranKu, engkau pasti Aku tolong meski tidak sekarang." (HR Ahmad dan Tirmidzi)

    Doa berkaitan dengan kesucian jiwa. Makanan yang kita makan, kecucian pakaian, tempat, itu punya hubungan yang erat dengan pengabulan doa. Nabi pernah bersabda, ada seorang yang sudah kumuh pakaiannya, kusut rambutnya berdo'a kepada Tuhan. Sebenarnya keadaannya yang kumuh itu bisa mengantarkan do'anya dia diterima. Tapi kalau makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya yang dipakainya terambil dari barang yang haram, bagaimana bisa dikabulkan doa'nya?

    Bulan Ramadan adalah diturunkannya Lailatul Qodar. Pada bulan Ramadhan Allah menurunkan satu malam yang sangat mulia, Allah menggambarkan malam itu nilainya lebih dari seribu bulan (QS.Al-Qadr). Mengapa? Mulia, pertama, lantaran malam itulah awal al-Qur'an diturunkan. Kedua, begitu banyak anugerah Allah dijatuhkan pada malam itu.

    Orang yang berpuasa akan meningkat kesehatannya.  Beberapa penelitian membuktikan bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan. Indikatornya: dengan puasa maka organ pencernaan dapat istirahat.  Selain itu, meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli kesehatan, ternyata dengan berpuasa sel darah putih meningkat dengan pesat sekali. Penambahan jumlah sel darah putih secara otomatis akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    Manfaat puasa yang lainya membersihkan tubuh dari racun kotoran dan ampas, mempercepat regenerasi kulit, menciptakan keseimbangan elektrolit di dalam lambung, memperbaiki fungsi hormon, meningkatkan fungsi organ reproduksi, meremajakan atau mempercepat regenerasi sel-sel tubuh, meningkatkan fungsi fisiologis organ tubuh, dan meningkatkan fungsi susunan syaraf.

    Pada tanggal 1 Syawal ummat Islam merayakan Hari Raya Idhul Fitri. Inilah hari kemenangan setelah berperang melawan hawa nafsu dan setan selama bulan Ramadan. Saat itu orang ramai melakukan silahtuhrahim dan saling memaafkan satu dengan yang lain. Silaturahim itu dianjurkan Islam.

    ***

    Sebagaimana kutipan lagu yang didendangkan penuh syahdu oleh Bimbo, “Setiap habis Ramadhan” padaawal tulisan ini, umat Islam selalu merindu Ramadan. Harapan, permohonan doa sebagaimana lirik lagu tersebut sangat mengena.

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.