3 Tip Investasi Reksa Dana di Saat Pasar Sedang Volatile - Analisis - www.indonesiana.id
x

Dhea

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 20 Mei 2022 07:23 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • 3 Tip Investasi Reksa Dana di Saat Pasar Sedang Volatile

    Beberapa jenis reksa dana bisa menjadi titik aman investasi saat pasar saham sedang volatile.

    Dibaca : 958 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kondisi pasar dengan volatilitas tinggi tak jarang membuat investor pasar modal memilih titik aman (defensif). Investor memilih menahan diri dan menghindari potensi risiko tinggi (high risk) berupa kerugian. Tak ayal, banyak investor lantas menjadikan investasi reksa dana sebagai pilihan favorit.

    Beberapa jenis reksa dana bisa menjadi titik aman investasi saat pasar saham sedang volatile. Investor berpikir, selain dana menjadi aman, sedikit keuntungan (cuan) tak mengapa.

    Apalagi, setelah membeli reksa dana, investor tinggal duduk manis menunggu kinerja Manajer Investasi (MI) alias nggak perlu sering liat market, semisal dengan investasi reksa dana di platform IPOTFund yang sudah resmi terintegrasi dalam aplikasi IPOT milik Indo Premier Sekuritas. 

    Investasi reksa dana mudah dilakukan, toh di supermarket reksa dana online terbesar di Indonesia ada fitur yang akan memudahkan investor memilih reksa dana dengan kinerja terbaik 

    Namun sebelum menjatuhkan pilihan pada reksa dana tertentu, sangat penting untuk memperhatikan 3 tip berikut ini:

    1. Pilih reksa dana sesuai dengan tujuan

    Sebelum memilih reksa dana tertentu, ada baiknya investor mengetahui tujuan investasinya. Pada dasarnya ada banyak tujuan seseorang melakukan investasi di pasar modal, misalkan untuk pensiun, pendidikan, beli rumah, beli mobil hingga liburan ke luar negeri.

    Nah, langkah paling mudah untuk memilih jenis investasi reksa dana, investor tinggal menentukan dalam kurun waktu berapa lama tujuan investasi itu ingin dicapai.

    Untuk tujuan keuangan yang dananya dibutuhkan dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun menggunakan reksa dana pasar uang. Untuk periode 1–3 tahun, menggunakan reksa dana pendapatan tetap. Untuk periode 3–5 tahun menggunakan reksa dana campuran dan untuk periode di atas 5 tahun menggunakan reksa dana saham.

    2. Perhatikan timing yang tepat

    Investasi reksa dana membutuhkan pemahaman waktu pembelian (timing) yang tepat. Jika masuk saat pasar sedang bergerak menguat dan harga masih di bawah, investor akan berpotensi mendapatkan keuntungan yang besar. Dengan mengamati kondisi pasar dengan teliti tentu investor akan mudah dalam melihat potensi mendulang return reksa dana yang terbaik.

    Prinsipnya adalah membeli reksa dana saat kondisi pasar sedang bergerak aktif, namun harga reksa dananya masih berada di bawah harga rata-rata. Karena menentukan timing yang tepat ini tidak mudah, strategi nabung rutin dengan Dollar Cost Averaging (DCA) bisa menjadi pilihan. DCA adalah sebuah metode sederhana dimana kamu menginvestasikan jumlah uang yang sama setiap bulan ataupun setiap minggu. DCA bisa mencegah investor melakukan investasi berlebihan pada "waktu yang salah" di harga yang tinggi.

    3.  Review secara berkala

    Seiring dengan kemajuan teknologi investor memang bisa mereview portfolio setiap hari, namun hal ini tidak perlu dilakukan. Idealnya, review dilakukan dilakukan per 3-6 bulan sekali. Jangan pernah berharap hasilnya akan berlipat, jika tidak ditinjau secara berkala.

    Review secara berkala penting untuk menjaga konsisten dalam investasi. Bukan tidak mungkin, karena kerap melihat portfolio saat market sedang fluktuatif, godaan dan kepanikan akan datang melihat pasar sedang fluktuatif. Bahayanya, investasi dengan jangka waktu tertentu yang sudah ditetapkan pun gampang berubah. Oleh sebab itu, review tidak perlu dilakukan setiap hari.

    Ikuti tulisan menarik Dhea lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.