Kejayaan Bergilir - Analisis - www.indonesiana.id
x

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Jumat, 20 Mei 2022 07:29 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Kejayaan Bergilir

    Sejak jaman kuno sampai hari ini banyak sekali negara yang jatuh dan bangun. Mesir kuno, Yunani, Romawi adalah negara jaya di masa lalu. Cina dan India pernah jaya lalu terpuruk tapi sekarang mulai menggeliat. Ikuti paparan lengkapnya.

    Dibaca : 850 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku

    Tunggak jarak mrajak, tunggak jati mati. Generasi baby boomers  mungkin masih ingat pepatah Jawa ini.  Dulu Koes Plus pernah menyanyikan lagu ini dalam album bahasa Jawanya. Apa artinya ? Mari kita ulas.

    Tunggak jarak mrajak arti harafiahnya bibit pohon jarak hidup dan berkembang. Maksudnya keturunan orang biasa berkembang. Tunggak jati mati artinya bibit pohon jati mati. Maksud pepatah itu adalah keturunan orang besar justru tidak maju.

    Saya sering melihat kebenaran pepatah itu.  Saya sering melihat dan bertemu keturunan orang yang maju tapi mereka sendiri tidak ‘jadi orang’.  Bahkan banyak yang kehidupannya memprihatinkan.  Tidak heran kalau mereka banyak yang frustrasi. 

    Selain di tingkat pribadi fenomena serupa terjadi juga di tingkat negara.  Sila baca sejarah dunia.  Di jaman dahulu Mesir menjadi negara termaju di dunia selama tiga ribu tahun. Prestasi mereka sangat menakjubkan.   Sampai awal abad 20 piramida adalah bangunan tertinggi di dunia.  Setelah Mesir surut Yunani dan Romawi bangkit menjadi kekuatan utama di kawasan Laut Tengah.  Iptek modern sekarang ini berakar dari Yunani. Peninggalan Romawi masih banyak di berbagai negara. Di Italia sendiri ada Colosseum, stadion olah raga yang masih berdiri megah di kota Roma. Di tempat itulah dulu sering diadakan pertarungan para gladiator.   Kemudian silih berganti negara jaya dan tumbang. Mongol yang dulu menguasai imperium terluas dan pernah menyerang Jawa sekarang hanya negara kecil di utara Cina.  India dan Cina di jaman kuno juga negara besar. Di abad pertengahan mereka terpuruk dan sekarang mulai bangkit menjadi raksasa ekonomi dan militer. 

    Dulu ada istilah negara dunia pertama yaitu Amerika Serikat dan Eropa barat.  Merekalah negara termaju.  Kemudian ada negara dunia kedua yaitu negara komunis di Eropa timur plus Kuba dan Korut.  Lalu negara dunia ketiga di Asia, Afrika dan Amerika Latin.  Sekarang istilah itu sudah kurang pas lagi karena Asia dan beberapa negara Afrika sudah bangkit.

    Ternyata di dalam Al Qur’an sudah dijelaskan bahwa Allah menggilirkan kejayaan ummat manusia.

    Surat Ali Imron 140:

    “…Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)

    “ Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman”.(QS.Ar-Rum(30):37).

    Di balik kejayaan suatu masyarakat atau negara ada peran Allah swt. Maka orang Jawa mengatakan Ojo dumèh untuk yang sedang jaya. Ojo gumunan dan ojo kagètan untuk yang sedang diuji dengan kesulitan.

    Peninggalan masyarakat yang pernah diberi kejayaan masih bisa dilihat saat ini. Perluas wawasan Anda dengan bersafari ke manca negara.    Piramida di Mesir,  Colosseum di Roma, tembok besar di Cina, masjid Hagia Sofia di Istambul, Menara Eiffel di Paris, Istana Buckingham di Inggris, kuil Parthenon di Athena dll adalah monumen yang menjadi saksi bisu kejayaan mereka di masa lalu.

    Sebagian dari mereka masih jaya tapi bagi lainnya kejayaan tinggal menjadi kenangan saja.

    Ternyata kejayaan diligirkan oleh Allah. Jadi ojo dumeh, ojo kagetan, ojo gumunan.

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.