x

Iklan

JAUZA ZULFA NAFIA 2021

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 April 2022

Selasa, 7 Juni 2022 17:12 WIB

Tentang Puisi Legendaris: Hujan Bulan Juni

Puisi legendaris karangan penyair terkemuka Indonesia yaitu Sapardi Djoko Damono berjudul "Hujan Bulan Juni". Pas sekali kalau kita membahas tentang salah satu puisi legendaris "Hujan di Bulan Juni" bertepatan dengan bulan Juni yang sedang berlangsung.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kita sudah berada di bulan Juni tahun 2022. Sudah setengah perjalanan di tahun ini yang telah kita lewati. Bicara tentang bulan Juni, tahukah kalian, ada sebuah puisi legendaris karangan penyair terkemuka Indonesia yaitu Sapardi Djoko Damono berjudul Hujan Bulan Juni. Pas sekali kalau kita membahas tentang salah satu puisi legendaris "Hujan di Bulan Juni" bertepatan dengan bulan Juni yang sedang berlangsung. 
 
Sebelum membahas mengenai puisinya, bagaimana jika kita berkenalan terlebih dahulu dengan sang pengarang, Sapardi Djoko Damono. Mungkin sebagian besar sudah mengenal nama ini, dan mungkin yang lainnya belum mengetahui sosok Sapardi ini. Mari berkenalan dengan singkat mengenai Sapardi Djoko Damono.
 
Beliau adalah seorang sastrawan asal Indonesia yang lahir pada tanggal 20 Maret 1940 dan meninggal pada 19 Juli 2020 diusianya yang ke-80 tahun. Sapardi dikenal karena karangan karya-karya sastranya berupa puisi yang memuat hal-hal sederhana namun memiliki arti kehidupan yang sangat bermakna. Membuatnya populer di kalangan khalayak umum maupun sastrawan yang lain. Dalam kesusastraan Indonesia, Saparda dikenal sebagai sastrawan angkatan 1970-an. Sapardi memiliki berbagai karya puisi yang benar-benar melekat dibenak kita seperti puisi Aku Ingin dan juga puisi Hujan Bulan Juni
 
Tentang Puisi Hujan Bulan Juni
Setelah mengenal dan mengetahui secara sekilas mengenai Sapardi Djoko Damono, mari kita melihat salah satu karya puisinya yaitu Hujan Bulan Juni. Puisi ini ditulis pada tahun 1989 olehnya. Kemudian puisi ini dijadikan judul dari sebuah buku kumpulan puisi miliknya yaitu Hujan Bulan Juni dengan berbagai puisi Sapardi yang lain. Terbit pertama kali pada 1994. Dalam kumpulan puisi ini, terdapat 102 puisi karangan Sapardi yang ditulis dari tahun 1964 sampai 1994, kurang lebih 30 tahun. Pada artikel yang saya tulis kali ini, saya ingin menitikberatkan pada puisi Hujan Bulan Juni saja, bukan pada kumpulan puisinya. 
 
Sapardi selalu menghadirkan diksi sederhana, namun memiliki makna yang kuat dalam setiap puisi karyanya. Puisi-puisinya sederhana namun mampu menyentuh hati para pembacanya itulah ciri khas yang ada di dalam puisi karya Sapardi. Tentunya dalam puisi ini juga dihadirkan unsur tersebut. Sapardi yang dikenal dengan seorang penyair legendaris nan romantis menciptakan puisi Hujan Bulan Juni di mana pada bulan tersebut sedang terjadi musim kemarau. Hujan sangat ditunggu-tunggu pada bulan tersebut. Maka dari itu, puisi ini dimaknai sebagai bentuk dari ketabahan diri atas rasa yang tidak mampu untuk diungkapkan. 
 
Untaian kata yang indah berpadu di dalam puisi milik Sapardi ini, sederhana namun sangat berbekas. Jika kita membaca puisi ini lebih dalam, kita akan menemukan sesuatu yang indah, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Hujan Bulan Juni memiliki sebuah perasaan kerinduan atau perasaan yang sengaja tidak diungkapkan. 
 
Berikut adalah Puisi Hujan Bulan Juni milik Sapardi Djoko Damono tahun 1989 
 
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu 
 
Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapuskannya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu 
 
Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu 
 
Sungguh puisi tersebut sangat indah dan terkesan romantis. Banyak pesan tersirat dari 3 bait puisi yang ditulis Sapardi. Tentang dua insan manusia yang saling merindu, walau tidak bisa terucapkan. Puisi ini kental kaitannya sebagai rindu yang tak terucap. Orang yang membacanya pun akan terhanyut dengan kata-kata indah tersebut. Tidak heran jika puisi Hujan Bulan Juni masih populer bahkan setelah bertahun-tahun berlalu. Puisi yang sederhana, namun menghasilkan makna yang kuat, benar-benar ciri khas dari Sapardi Djoko Damono. 
 
Begitulah tentang puisi Hujan Bulan Juni yang merupakan puisi legendaris karya penyair legendaris pula. Di bulan Juni seperti sekarang ini, memang sangat cocok untuk membaca puisi tersebut.

Ikuti tulisan menarik JAUZA ZULFA NAFIA 2021 lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler