Apa Kata Dunia Andaikan Ganjar-Anies Diduetkan? - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Adjat R. Sudradjat

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 29 Juni 2022 19:19 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Apa Kata Dunia Andaikan Ganjar-Anies Diduetkan?

    Wacana ketua umum partai Nasdem, Surya Paloh, yang mengusulkan duet Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk diusung dalam Pilpres 2024 mendatang, sebagai duet pemersatu bangsa, adalah hal yang mustahil diwujudkan. Ideologi kedua sosok tersebut selama ini ibarat air dengan minyak.

    Dibaca : 1.626 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Wacana ketua umum partai Nasdem, Surya Paloh, yang mengusulkan duet Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk diusung dalam Pilpres 2024 mendatang, sebagai duet pemersatu bangsa. 

     

    Memang di satu sisi dianggap sebagai upaya untuk merajut kembali tenun kebhinekaan yang terkoyak-koyak pada Pilpres 2014 dan 2019, terutama sekali dalam Pemilukada DKI Jakarta 2017 lalu.  Dengan kata lain wacana itu muncul untuk meredam keterbelahan di masyarakat. 

     

    Begitu kira-kira niatnya ketua umum partai Nasdem tersebut.

     

    Akan tetapi, bisa jadi upaya itu dianggap sulit untuk terwujud. Perbedaan ideologis yang melatarbelakangi kedua sosok berikut para pendukungnya yang bagaikan dua kutub yang berlawanan. 

     

    Ganjar begitu identik dengan poros nasionalis, utamanya PDI Perjuangan yang citranya mengedepankan toleransi dan kebinekaan. Sebaliknya, karena jejaknya pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies sangat kental akan karakter politik identitas dan intoleransi. 

     

    Sehingga peluang duet keduanya dinilai kian kecil karena diwacanakan oleh Surya Paloh yang bukan merupakan pimpinan partai yang menaungi Ganjar ataupun Anies. 

     

    Bagaimanapun, Ganjar hingga kini masih menjadi kader PDI-P. Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu bahkan belum mengumumkan capres yang akan mereka usung ketika Nasdem sudah menggembar-gemborkan nama Ganjar di bursa pilpres mereka. 

     

    Hal ini justru malah tidak menutup kemungkinan akan memicu pecah kongsi PDIP dengan Nasdem. Surya Paloh yang sepertinya ingin tampil sebagai "king maker", terkesan telah berjalan sorangan saja. Sama sekali tidak mengedepankan asas musyawarah dan mufakat dengan PDIP yang "memiliki" seorang Ganjar. 

     

    Kita pun tahu Ganjar selama ini memiliki elektabilitas yang cukup mumpuni, bahkan selalu bersaing ketat dengan ketua umum partai Gerindra, Prabowo Subianto. Sementara Anies Baswedan sendiri dengan perbedaan angka yang sepuluh digit di bawahnya, menempel di belakang kedua sosok itu. 

     

    Hanya saja sampai saat ini Ganjar Pranowo bukanlah sosok kacang yang lupa dengan kulit. Meskipun berbagai lembaga survei menunjukkan elektabilitasnya yang signifikan, Ganjar tokh tetap sami'na wa athona terhadap segala ketentuan partainya. 

     

    Sedangkan Anies Baswedan selama ini, meskipun dipandang memiliki kedekatan dengan PKS, namun eks Mendikbud ini bukanlah kader partai tersebut. Bahkan diketahui bukan kader partai apa pun. 

     

    Atau jangan-jangan Surya Paloh berniat untuk merekrutnya? Setidaknya demi menambah perolehan suara dari pendukung Anies Baswedan yang selama ini dikenal sebagai kelompok intoleran dan lebih suka mengedepankan politik identitas? 

     

    Wallahu alam. Dalam politik praktis segala hal bisa saja terjadi memang.

     

    Termasuk duet Ganjar Pranowo dengan Anies Baswedan. Akan tetapi andaikan hal itu terjadi, bisa jadi akan jalan sendiri-sendiri. Ganjar ke kanan, dan Anies malah terpeleset ke sebelah kiri... 

     

    Sehingga tak bisa terbayangkan, andaikan itu terjadi. Polarisasi bangsa ini akan semakin sulit dibendung lagi... 

     

    Membayangkannya saja miris deh jadinya. ***

     

    Ikuti tulisan menarik Adjat R. Sudradjat lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.