Beauty Privilege: Eksistensi Tergantung pada Penampakan Fisik atau Mentalnya? - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Erik Feb

Digital Strategic Planner
Bergabung Sejak: 14 Juni 2022

Kamis, 30 Juni 2022 17:28 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Beauty Privilege: Eksistensi Tergantung pada Penampakan Fisik atau Mentalnya?

    Beauty Privilege: sebuah hak istimewa bagi para pemilik tampang yang rupawan. Sebuah isu yang pada kenyataanya menjadi sebuah pertimbangan di berbagai pihak. Jadi, sebegitu penting apa bentukannmu? Hal ini akan dijelaskan bahwa orang dengan daya tarik fisik yang tinggi diasumsikan memiliki kehidupan yang lebih baik, kompeten, dan sukses dalam karier dari pada orang yang tidak memilikinya.

    Dibaca : 642 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Masalah pikiran-tubuh, adalah kecenderungan yang hingga saat ini dianggap sangat kompleks dalam fungsi pikiran; ide abstrak, jenis, dan kesadaran yang menjadi fisiologis simplistik (Motofei dan Roland, 2015:128). Namun, menginjak 2022 masalah pikiran dan tubuh tak hentinya mempengaruhi bagaimana seorang manusia melaukan aktivitas dalam hidupnya. Dapat dibilang hal yang tampak tidak begitu diindahkan. Media sosial menjadi wadah utama yang membuat eksistensi manusia di era ini untuk mendapatkan validasi dari lingkungan, baik pengakuan atas  aktifitas, eksistensi, atau hanya sekedar dalih agar tidak tertinggal oleh zaman.

    Hidup tak selalu berada di dunia maya. Dalam kenyataan, di dunia nyata beban kerja dibagi menjadi dua jenis; tuntutan mental dan fisik (Hwang, Mark dan Marko, 2010:1). Kedua hal ini dinamis dan erat hubungannya. Butuh keseimbangan agar eksistensi dan tingat kepercayaan diri manusia dapat diakui dengan baik. Namun, pada kenyataannya banyak sektor yang lebih memilih how good looking you are untuk ikut dalam sebuah kelompok tertentu. Menjadi manusia dengan penampilan good looking enoughwalaupun sebenarnya relatif, tidak selalu menjadi privilese di setiap harinya. Perlu diingat, hidup memang selalu ada sisi positif dan negatif, tapi fenomena ini benar terjadi, meski tidak 100% tepat dan positif.

    “Jika kamu good looking, maka masalahmu pun akan cepat selesai, karena bantuan bisa datang dari siapa saja. Semua orang akan simpati” (Anonim, 2018). Ungkapan tersebut sedikit menyinggung mengenai interseksionalitas, yang mengacu pada gagasan bahwa berbagai bidang hak istimewa dan penindasan berinteraksi satu sama lain dengan cara menciptakan keunikan seseorang tersebut (Yonce, 24:1). How look you are, adalah tolak ukur pertama untuk mendapatkan validasi di lingkungan, tapi hal ini masih belum dinyatakan akurat adanya, karena setiap lingkungan memiliki parameter yang berbeda.

    Penampilan adalah segalanya, ia memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari, dan bahkan di media dan majalah. Kecantikan dan daya tarik diilustrasikan sebagai atribut yang akan membuat seseorang berhasil (Lucia, 2015:2). First impression memang menjadi penilaian pertama pada setiap orang, hal ini sangat berkaitan dengan bagaimana penampilan dan bentuk fisik pada diri seseorang. Fisik memang benar-benar dilihat untuk menentukan bagaimana eksistensimu di sebuah tempat, disusul otak, bagimana caramu berbicara, dan mental yang memang masih dipertimbangkan, meskipun tidak banyak adanya. 


     Ref.

    (1) Motofei, Ion G. and Rowland, David L. (2015) "Solving the Mind-Body Problem through Two Distinct Concepts: Internal-Mental Existence and Internal Mental Reality," Journal of Mind and Medical Sciences: Vol. 2 : Iss. 2, Article 5. diakses pada : http://scholar.valpo.edu/jmms/vol2/iss2/5, pada 25 Maret 2021 pukul 23.30 WIB

    (2) Yong, Mark S. and Ajovalasit, Marco. (2010) Effects Of Interaction Between Physical And Mental Workload On Human Performance : Uxbridge, Brunel University UK. diakses pada : https://www.researchgate.net/publication/289770946, pada 25 Maret 2021 pukul 23.24 WIB

    (3) Yonce, Kelsey P., (2014) Attractiveness privilege : “The unearned advantages of physical attractivenesss" : Masters Thesis, Smith College, Northampton, MA. diakses pada : https://scholarworks.smith.edu/theses/745: pada 25 Maret 2021 pukul 23.52 WIB

    (4) Klencakova, Lucia. (2015) Does Appearance Matter? : Miami, Barry University. diakses pada : https://www.researchgate.net/publication/317648826 pada 25 Maret 2021 pukul 23.02 WIB 

    Ikuti tulisan menarik Erik Feb lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.