Pertamina, Jangan Mengabaikan Pelayanan - Analisis - www.indonesiana.id
x

Slamet Samsoerizal

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 Maret 2022

Sabtu, 2 Juli 2022 12:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Pertamina, Jangan Mengabaikan Pelayanan

    MyPertamina melakukan uji coba di 11 kota dalam pembelian Pertalite dan Solar pada 1 Juli. Masihbelum optimal. Apa yang perlu dipertimbangkan?

    Dibaca : 424 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     

    Uji coba kebijakan baru pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) memasuki hari pertama. PT Pertamina (persero) memberlakukan pembayaran BBM bersubsidi jenis Partalite dan Solar pada 1 Juli 2022.

    Alfian Nasution, dalam keterangan persnya mengatakan pihaknya bersama pemerintah mewajibkan aturan ini agar pembelian BBM tersebut tepat sasaran. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga itu lebih lanjut menegasakan, aturan ini dilakukan agar pemerintah bisa membuat program atau kebijakan terkait subsidi energi bersama pemerintah. Disamping itu, Pertamina dan pemerintah bisa melindungi masyarakat yang berhak menikmati bahan bakar bersubsidi.

     

    Pada tahap pertama, uji coba dilakukan di 11 wilayah antara lain Kota Manado,  Kota Bukit Tinggi, Kab. Agam, Kota Padang Panjang, Kab. Tanah Datar, Kota Banjarmasin, Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kota Yogyakarta, dan Kota Sukabumi.

     

    Masih Terkendala

    Dirangkum dari berbagai sumber, pelaksanaan uji coba ini belum maksimal.  Warga menilai kebijakan ini sangat ribet dan membingungkan. Sebab, membutuhkan waktu yang lama dari pada sebelum pemberlakuan MyPertamina dan pengisian BBM.

    Masyarakat merasa kesulitan dalam melakukan transaksi pembayaran. Kurangnya pemahaman menggunakan aplikasi, jadi alasan utama. Ditengah kericuhan proses uji coba tersebut, server mendadak Mypertamina alami gangguan.

    Langkah antisipatif seharusnya sudah dapat diantisipasi Pertamina, dengan meriset berbagai kasus. Misalnya saat Pendaftaran Peserta Didik Baru pada jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Server drop, pengguna tidak dapat mengakses sebagaimana jadwal yang ditentukan hendaknya dapat dijadikan sebagai masukan berharga.

     

    Jangan Mengabaikan Pelayanan

    Selain itu, survei awal sebelum menerapkan kebijakan MyPertamina hendaknya dilakukan. Ini bertujuan untuk memastikan kesiapan progam tersebut. Dengan berbasis data sebagai barang bukti, kajian demi kajian baru dapat  dilakukan.

     

    Menggampangkan hanya dengan membaca survei bahwa Indonesia berdasarkan DataReportal yang menyebut jumlah perangkat seluler yang terkoneksi di Indonesia mencapai 370,1 juta pada Januari 2022 perlu diinvestigasi.

     

    Juga laporan terbaru bertajuk "Profil Internet Indonesia 2022" yang dirilis oleh Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) sekalipun.  Laporan tersebut menyatakan pengguna internet di Indonesia pada awal 2022 ini dilaporkan mencapai 210 juta jiwa.

    Dari jumlah ini, mayoritas pengguna mengakses internet lewat ponsel untuk membuka media sosial. Berdasarkan laporan APJII, total jumlah penduduk Indonesia saat ini diestimasikan mencapai 272,68 juta jiwa pada tahun 2021. Ini artinya, angka penetrasi internet di Indonesia pada periode 2021 hingga kuartal I-2022 ini mencapai 77,02 persen.

     

    Walaupun masih dalam tahap uji coba,  Pertamina sebaiknya kembali ke visinya: “menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia.”  Itu sebabnya, Pertamina Jangan Mengabaikan Pelayanan kepada masyarakat! Kondisi das sein das sollen, patut dijadikan sebagai pertimbangan.

     

     

    Ikuti tulisan menarik Slamet Samsoerizal lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.