Menghalangi Pelajar, Menghalau Narkoba - Analisis - www.indonesiana.id
x

Mohamad Arkan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Juli 2022

Selasa, 5 Juli 2022 11:13 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Menghalangi Pelajar, Menghalau Narkoba

    Artikel yang menjeleskan tentang bahaya nya narkoba bagi generasi bangsa dan semua orang yang sudah terjerumus dalam narkotika obat-obat terlarang

    Dibaca : 254 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya lainnya telah menjadibom waktu di negeri ini. Betapa tidak, peredaran barang haram ini sudah sampai di tempat-tempat yang justru dianggap aman dari hal-hal negatif semacam itu, seperti sekolah, kampus, bahkan rumah-rumah ibadah. penyalahgunaan narkoba yang diungkap oleh BNN. Peredarannyapun dilakukan dengan berbagai macam cara, ada yang dijadikan permen, dicampurkan ke dalam adonan cookies, dan ada juga yang disembunyikan dalam bungkusan ikan asin.

    Meskipun angka pecandu narkoba di Indonesia turun 0,6 % pada tahun 2015,m namun ancaman narkoba tetap saja sangat mengkhawatirkan. Indonesia menjadi seperti surga bagi peredaran narkoba internasional. Tiap tahunnya, 15.000 jiwa meregang nyawa karena barang terlaknat ini. Pada tahun 2016 ini, pengguna narkoba di Indonesia mencapai angka 5,1 juta orang. Lebih parahnya, sebagian besarnya masih berusia pelajar

    Berbagai solusi pencegahannya mungkin sudah dicetuskan, namun upaya itu belum juga mencapai hasil yang maksimal. Hukum Indonesia telah jelas mengatur hukuman bagi pengedar narkoba lewat UU No.35 tahun 2009 dengan penegakan hukumnya yang sudah cukup tegas. Badan Narkotika Nasional juga telah mengadakan berbagai sosialisasi dengan banyak cara. Selain itu, para pemuka agama dan tokoh nasional di Indonesia sudah sering kali menyampaikan betapa berbahayanya narkoba bagi generasi muda. Kira-kira solusi apa lagi yang bisa kita lakukan?

    Dunia Literasi. Mungkin itu belum pernah terpikirkan sebelumnya. Tapi, apa yang bisa dihasilkan lewat membaca dan menulis ? Apakah dunia literasi bisa menjadi sarana pencegahan penyalahgunaan narkoba? Tentu jawabannya bisa. Membaca dan menulis adalah kegiatan positif yang bisa dijadikan solusi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba Tentu jawabannya bisa. Membaca dan menulis adalah kegiatan positif yang bisa dijadikan solusi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Banyak pelajar yang memiliki hobi membaca dan mengidolakan penulis-penulis terkenal. Sebut saja: Tere Liye, Andrea Hirata, Dewi Dee Lestari, Asma Nadia, dan penulis terkenal lainnya.

    Mendorong pelajar untuk hobi membaca

    Membaca dapat menjadi salah satu kegiatan positif untuk menghindari hal- hal negatif yang dapat merusak pribadi kita sebagai pelajar. Mulai dari pornografi, kebut-kebutan di jalan, dan juga merokok yang menjadi jalan masuk narkoba. Membaca juga dapat menambah wawasan para pelajar, sehingga seorang pelajar tidak hanya belajar di sekolah, namun dimana saja. Membaca bisa menjadi ajang sosialisasi untuk pelajar agar mengetahui bahaya narkoba. Semakin banyak yang mereka baca, semakin luaslah pandangan para pelajar sehingga ia lebih berorientasi ke masa depan dan menghindari hal-hal yang bisa merusak masa depan mereka.Selain itu, lewat membaca remaja yang putus sekolah juga bisa tetap mendapat ilmu dan tidak terjerumus dalam jurang pergaulan bebas yang menjadi gerbang utama bagi peredaran narkoba.

    Karena usia yang masih remaja, kebanyakan pelajar sering memiliki masalah, baik di sekolah, di lingkungan keluarga, maupun masalah-masalah lainnya. Betapa banyak pelajar yang menjadikan narkoba dan pergaulan bebas sebagai pelariannya dari masalah. Hal ini jugalah yang harus menjadi perhatian bersama. Membaca dan menulis juga bisa menjadi pelarian siswa dari masalah, sehingga mereka bisa menjadikan hal-hal positif sebagai pelarian. Namun bagi pelajar yang tidak menyukai dunia literasi, kegiatan positif lain yang sesuai dengan hobinya juga tetap bisa menjadi pelarian, yang terpenting adalah bagaimana agar kita bisa menjauhi hal-hal negatif yang akan menghancurkan masa depan kita.Bagaimana dengan yang tidak suka menulis?

    Kelompok penebar manfaat juga bisa menjadi wadah untuk pelajar yang suka hobi lainnya, misalnya melukis, desain grafis, futsal, ataupun basket. Mereka bisa menyampaikan pesan-pesan anti narkoba dengan hobinya masing-masing. Komunitas penebar manfaat bisa menjadi komunitas anti narkoba yang giat menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba. Dengan komunitas ini, pelajar dapat mengisi waktu luangnya untuk berbagi manfaat pada teman-teman kita. Kita juga bisa saling mengingatkan untuk tetap berada pada pergaulan yang sehat sehingga tidak bersentuhan dengan dunia gelap narkoba.

     

    5. Mengadakan event-event lomba

    Solusi berikutnya adalah mengadakan event perlombaan. Dengan event perlombaan, pelajar jadi memiliki wadah untuk berkompetisi secara sehat. Event tersebut bisa diadakan oleh pemerintah maupun komunitas-komunitas anti narkoba. Lomba yang diadakan pun bisa berupa lomba menulis, melukis, film pendek ataupun kompetisi olahraga seperti futsal dan basket, yang terpenting adalah bagaimana perlombaan tersebut menjadi wadah yang positif bagi pelajar agar terhindar dari pelarian yang membawa penyesalan serta dapat menyampaikan pesan anti narkoba kepada masyarakat luas.

     

    Mungkin itulah solusi-solusi yang bisa kita lakukan bersama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dunia literasi bisa mengambil andil yang besar dalam upaya ini. Dengan menulis, pelajar bisa menebarkan manfaat, baik bagi teman- temannya maupun untuk masayarakat umum. Sedangkan membaca akan menjadikan pelajar lebih memiliki wawasan yang global.

     

    Namun di samping semua itu, tetap ada sebuah PR besar bagi pemerintah dalam upaya pencegahan ini. Pemerintah harus bahu-membahu dengan seluruh lapisan masyarakat menghalau segala bentuk tindakan yang dapat menjadi celah masuknya peredaran narkoba di kalangan pelajar. Selain pemerintah, peran keluarga dan sekolah juga memiliki andil besar bagi kehidupan pelajar. Lingkungan rumah dan sekolah

    harus kompak dalam melindungi generasi penerus bangsa dan mendorong pelajar untuk menjadi pelajar yang bermanfaat. Jangan sampai ada lubang sekecil apapun sehingga narkoba bisa masuk dalam kehidupan pelajar

     

    Selain itu, kita sebagai pelajar harus membentengi diri dengan ilmu agama yang kuat. Kita wajib mempelajari agama kita dengan sungguh-sungguh, karena jika kita benar-benar memahami agama kita dan benar-benar dekat dengan Tuhan, kita akan menghindari semua perbuatan yang tergolong perbuatan dosa dan dibenci oleh Sang Pencipta. Ilmu agama juga akan menjadikan kita lebih terarah, sehingga kita melakukan semua hal sesuai dengan ketentuan dari Tuhan, termasuk menulis. Pelajar mesti bersungguh-sunguh dalam menuntut ilmu dan fokus pada masa depannya juga masa depan bangsa

     

    Kita sadar narkoba bukan lagi masalah sepele. Masalah narkoba sudah mencapai titik paling merngerikan di negeri ini. Sebagai pelajar, kita haruslah sadar bahwa kita diharapkan menjadi agen perubahan. Mari, sadarkan diri kita! Kita adalah pelajar Indonesia. Kita akan melanjutkan pembangunan Indonesia. Kita harus membawa nama baik Indonesia di mata internasional. Oleh karena itu, kita harus bebas dari penyalahgunaan narkoba, karena narkoba adalah musuh bersama yang menjadi pintu dari kejahatan lain dan akan menghancurkan negeri kita tercinta.

     

    Teruslah jadi pelajar yang menebarkan manfaat dengan menyalakan “lilin-lilin literasi” yang mampu menghalau narkoba. Sebagaimana kita ketahui bahwa sebaik- baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Mari teriakkan dengan lantang “Kami Pelajar Indonesia, Kami Bukan Budak Narkoba!”

    Ikuti tulisan menarik Mohamad Arkan lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.