Seberapa Penting Penulisan dalam Pembuatan Film Pendek - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Saat proses syuting Video Klip berjudul \x22Bangkitlah!\x22 dan \x22Believe\x22

Muhamad Willys Stanza

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Juli 2022

Rabu, 6 Juli 2022 06:38 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Seberapa Penting Penulisan dalam Pembuatan Film Pendek

    Sebuah Tip untuk membuat film pendek mulai dari kepenulisan sampai visual dalam pembuatan film pendek.

    Dibaca : 612 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Dalam proses pembuatan film, Rumah Produksi (PH) biasanya membagi sebuah tim untuk pembuatan sebuah naskah. Hal ini dilakukan agar proses pra produksi menjadi lebih cepat dan efisien. Terkadang sutradara juga ikut andil dalam prosesnya, tapi tidak sedikit juga para sutradara melepas pekerjaan tersebut dan memberikan tanggung jawab penuh ke dalam tim pembuatan naskah. Itu pun, jika kita membicarakan sebuah film layar lebar yang akan tayang di bioskop.

    Jika kita tarik untuk pembuatan sebuah film pendek yang memiliki budget terbatas, tidak sedikit juga kita ikut andil dalam proses pembuatan naskah. Hal tersebut mendorong saya membuat artikel ini karena banyaknya film pendek karya anak bangsa yang memiliki visual yang bagus tetapi memiliki cerita yang dangkal serta eksekusi dalam pembuatanya menjadi buruk. 

     

    GALI LEBIH DALAM IDE CERITA

          Terkadang seorang sutradara jika sudah mendapat ide cerita langsung membuat sebuah sinopsis atau storyline terlebih dahulu. Hal tersebut tidak salah tetapi tidak efisien. Bukankah lebih masuk akal jika melakukan sebuah breakdown Ide tersebut bersama tim yang terdiri dari 5-6 orang sehingga ide tersebut bisa memiliki kedalaman cerita dan memiliki fundamental yang kuat. Film pendek adalah film yang biasanya memiliki durasi yang sangat sedikit paling lama sekitar 3 menit. Sehingga sebuah cerita harus memiliki kedalaman cerita dan kepadatan yang cerita agar tidak bertele-tele.

    Pixar Animation Studios memiliki sebuah jargon yang bagus ketika para tim kreatif sedang membangun sebuah cerita "bukankah lebih keren jika..." sebuah jargon yang simpel tersebut bisa membuat Pixar menghasilkan karya-karya yang spektakuler seperti Toy story, Wreck It Ralph,dll. Begitu pula dalam pengembangan cerita mengapa tidak kita mulai lakukan seperti yang dilakukan oleh Pixar? Dengan cara kita sendiri tentunya.

     

    BUATLAH 1 KONFLIK 1 SOLUSI

           Film Pendek memiliki durasi yang pendek sehingga tidak ada waktu untuk mengenalkan tokoh melalui alur yang lambat. Permasalahan yang ada pada film pendek juga beragam mulai dari yang simple sampai yang rumit tetapi semua itu dibawakan dengan rumus 1 konflik 1 solusi. Ap itu rumus 1 konflik 1 solusi? yaitu sebuah alur yang membawa 1 permasalahan dan juga sebuah 1 solusi yang tepat dan tidak menggantung. Tidak seperti film layar lebar lain, yang menggunakan konsep pra babak, babak, dan post babak. 1 konflik 1 solusi hanya menggunakan babak dan post babak. Sehingga cerita terlihat sangat padat dan juga kuat.

    Para sutradara film pendek di Indonesia kadang melupakan konsep seperti ini, sehingga pembuat film pendek di Indonesia berkurang karena orang-orang kabur karena bosan. Kita tidak bisa menyalahkan penonton, karena penonton ingin menonton sebuah film pendek yang tidak bertele-tele karena konsep film pendek memang seperti itu dan itulah sebuah tantangan dalam pembuatan film pendek. 

     

    TAMBAHKAN BUMBU DALAM PENULISAN ATAU SECARA VISUAL

            Meskipun film pendek hanya berkisar 3-10 menit bukan berarti kita tidak bisa menambahkan bumbu di dalamnya. Bahkan menurut saya dalam film pendek harus ada bumbu agar film tersebut terkesan hidup dan memiliki nyawa. Bumbu bisa diletakan di mana saja bisa di dalam cerita, atau secara visual.

    Menaruh bumbu dalam sebuah cerita bisa menggunakan plot twist memanfaatkan plot hole yang ada. Sedangkan secara visual bisa ditambahkan melalui gambar yang sinematik atau warna yang memperkuat sebuah keadaan atau cerita bisa juga menggunakan karya seni atau referensi dari yang sudah modern, sepert film Justice League yang tiap scene-nya menghadirkan sebuah visual yang mengambil referensi dari sebuah karya seni ternama seperti Van Vogh. Bumbu tersebut bisa dimasukan kedalam film pendek sehingga menambah kesan di dalam sebuah film yang kita buat. 

    Ikuti tulisan menarik Muhamad Willys Stanza lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.