Nilai Moral yang Terdapat dalam Film Pendek Anak Lanang - Hiburan - www.indonesiana.id
x

Ricky Imam S

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 Mei 2022

Senin, 11 Juli 2022 11:45 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Nilai Moral yang Terdapat dalam Film Pendek Anak Lanang

    Film Anak Lanang merupakan film pendek yang diproduksi oleh Ravacana Film yang telah menggapai beberapa penghargaan, Film ini memiliki beberapa pesan moral bagi penontonnya

    Dibaca : 1.347 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Anak Lanang atau dalam bahasa Indonesia adalah anak laki-laki merupakan film pendek yang diproduksi tahun 2017 oleh Ravacana Film dan disutradarai Wahyu Agung Prasetyo merupakan film pendek yang sukses serta menghasilkan beberapa penghargaan mulai dari Young Filmmaker 2018, Film Festival Australia 2019 dan Indonesia Short Film Festival SCTV 2019.

    Film Anak Lanang memiliki alur yang menceritakan tentang keseharian empat anak SD di atas becak selepas pulang sekolah, anak-anak yang berperan dalam film ini Git, Sul, Yudho dan satu lagi nama yang tidak disebutkan, keempat anak itu bercerita tentang kesehariannya di atas becak yang dikayuh oleh bapak-bapak yang biasa menjemput mereka pulang Sekolah. Beberapa cerita dari keseharian keempat anak itu memberikan nilai moral yang patut diperhatikan bagi mereka yang menonton filmnya.

    Dalam tulisan ini, terdapat dua nilai moral yang telah disisipkan untuk memberikan kepekaan penonton terhadap nilai-nilai moral yang disampaikan oleh film Anak Lanang, yang pertama :

    Dalam satu adegan, salah satu anak berbicara 'Sembarangan banget deh buang sampah ya, gimana sih?', tidak sedikit dari masyarakat yang terbuka pandangannya untuk membuang sampah pada tempatnya, karena musuh besar dari masyarakat adalah buang sampah yang masih sembarangan, sudah seperti budaya di kalangan masyarakat untuk membuang sampah tidak pada tempatnya, tidak hanya film Anak Lanang yang menampilkan adegan buang sampah sembarangan namun masih ada film-film lain yang menampilkan adegan tersebut, dalam hal ini iklan kepada masyarakat tentang buang sampah harus pada tempatnya merupakan iklan rujukan yang harus dilakukan bagi setiap pengurus-pengurus yang terdapat di kalangan masyarakat, karena sampah yang sembarang terbuang akan terus mencemari alam dan hal ini akan terus berlanjut jika tidak keterbukaannya pemikiran masyarakat tentang pentingnya buang sampah pada tempatnya.

    Kemudian yang kedua :

    Dalam suatu adegan bapak pengayuh becak berbicara 'Gimana mau pinter kalau PR aja dikerjain sama temen', di ruang lingkup anak sekolah dasar, PR (Pekerjaan Rumah) merupakan hal yang sering ditemukan dalam pembelajarannya, bukan hanya anak SD, namun musuh besar bagi pelajar ialah tidak bisa belajar tanggung jawab atas tugas yang telah diberikan oleh pengajar dalam sekolahnya, PR yang diberikan bukan hanya untuk mendapatkan nilai semata, namun mengerjakan PR juga membuat para pelajar menjadi peduli atas tanggung jawab yang diembannya, karena pada anak sekolah dasar belajar tanggung jawab dimulai ketika mereka telah duduk di sekolah dasar.

    Ikuti tulisan menarik Ricky Imam S lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.