Judi Online Menjadi Candu Kuat Setelah Narkoba; Mesti Dicegah Bersama - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ilham Pasawa

Penulis
Bergabung Sejak: 8 November 2021

Kamis, 4 Agustus 2022 10:20 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Judi Online Menjadi Candu Kuat Setelah Narkoba; Mesti Dicegah Bersama

    Maraknya situs judi online serta influence yang mempromosikan situs tersebut di media sosial membuat banyak orang termasuk generasi muda yang akhirnya terjebak dalam permainan judi online.

    Dibaca : 356 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mengundi nasib atau yang lebih akrab disebut dengan judi memang sudah menjadi penyakit sosial yang ada di kalangan masyarakat sejak dahulu. Fenomena judi akhir-akhir ini menjadi lebih sering diperbincangkan seiring dengan mewabahnya permainan "slot" yang bisa dimainkan di manapun dan kapanpun. Judi slot atau judi online ini menjadi tantangan baru bagi masyarakat, terlebih para orang tua dan pemuka agama. Dimana judi slot ini kebanyakan menyerang pemuda dan usia produktif. Hampir setiap pemuda dan "tempat nongkrong" dijumpai satu atau dua orang yang memainkan permainan haram ini.

    Beberapa orang yang saya temui dan kedapatan tengah bermain judi slot mengaku judi slot ini seperti candu yang mungkin melebihi candu "narkoba". Mereka mengaku semakin kalah menjadi semakin penasaran, sebab rasa penasaran itu mereka akhirnya rela untuk mengeluarkan uangnya demi kemenangan yang tak pasti. Celakanya, para pemain judi slot ini tak semuanya dari kalangan ekonomi berada, kebayakan yang saya temui justru dari kalangan ekonomi menengah dan bawah. Karena itu, sebab candu yang disebabkan menjadikan setiap orang yang bermain terus merasa kurang dan ingin bermain lagi, celakanya tak jarang orang yang sudah kehabisan uang sampai meminjam di aplikasi pinjaman online (Pinjol). Akhirnya keuangan mereka menjadi semakin terpuruk dan memicu depresi.

    Menurut pengakuan teman saya yang berprofesi sebagai psikolog yang tak mau saya tuliskan namanya, beberapa bulan belakangan banyak clientnya yang menyampaikan keluhan depresi akibat kalah besar dalam permainan judi slot. Dan masih menurut kawan saya ini, kebanyakan dari mereka adalah usia produktif dan remaja.

    Fenomena ini jika dibiarkan begitu saja tentu akan menyebabkan suatu kekhawatiran yang besar. Di mana bukan hal yang tak mungkin jika orang sudah menjadi candu dan kehabisan uang akan nekat mencari uang dengan cara apapun. Bukan hal mustahil jika pada akhirnya akan menimbulkan suatu tindakan kriminalitas yang tidak kita harapkan.

    Lantas kenapa fenomena ini bisa terjadi? Judi slot menjadi tenar di masa pandemi, sebab pada masa pandemi ruang gerak masyarakat menjadi terbatas sehingga orang-orang menjadi bosan di rumah. Melihat iklan kemenangan yang terus menerus ditawarkan oleh situs-situs judi dan beberapa menyewa influence untuk mempromosikan situsnya di berbagai platform media sosial membuat orang yang sedang bosan tertarik dan akhirnya tercebur dalam lingkaran perjudian. Menurut beberapa pemain yang saya tanyakan, kebanyakan dari para pendaftar baru memang tak jarang diberikan kemenangan besar Hal itu tentu membuat pemain baru itu merasa ketagihan dan akhirnya bermain lagi dan lagi hingga menguras uang yang mereka miliki.

    Jika hal ini tidak baik kenapa cenderung dibiarkan? Tentu kita tahu jika pemerintah dibawah Kominfo sudah berusaha membendung judi online dengan memblokir situs-situs judi yang merajalela. Namun mereka seperti jamur yang mati satu tumbuh seribu. Saya kira untuk mencegah mewabahnya judi slot ini kita bukan hanya menyerahkan pada pihak pemerintah semata, semua lapisan masyarakat harus turun tangan dan bekerja sama untuk mencegah mewabahnya judi slot. Dengan memperbanyak kegiatan yang positif misalnya seperti olahraga dan kesenian. Mungkin jika event olahraga, kesenian, dan kebudayaan diperbanyak akan mencegah mewabahnya orang yang bermain judi slot. Serta para pemuka agama yang mesti membuat sebuah statement secara sadar untuk terus mendakwahkan tentang bahaya judi dalam bentuk apapun. Selain itu mesti juga dibuat sebuah diskusi atau kegiatan literasi mengenai bahaya dan kerugian berjudi yang menyasar audience pemuda dan remaja.

    Dengan tulisan ini saya mengajak semua golongan untuk sama-sama mencegah mewabahnya judi online untuk kebaikan generasi mendatang. Tentu dengan cara persuasif Sebab tak jarang juga ada orang-orang yang menasihati secara keras dan cenderung "memarahi" sehingga bukan malah mendapat affirmasi, si penasihat itu malah dibenci Juga menurut saya salah jika para pemain itu dijauhi dan dicap sebagai orang yang tidak baik. Bagaimanapun mereka adalah korban yang mesti kita bantu untuk keluar dari kecanduannya. Sekali lagi mari sama-sama kita mencegah mewabahnya judi slot untuk kebaikan bersama.

    Ilham Pasawa, 16 Juli 2022, Depok

    Ikuti tulisan menarik Ilham Pasawa lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.