Safari Memberi Kekuatan dan Cinta - Analisis - www.indonesiana.id
x

Kawah Ijen

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Sabtu, 6 Agustus 2022 09:52 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Safari Memberi Kekuatan dan Cinta

    Safari atau perjalanan bisa memberi Anda kekuatan dan cinta. Bagaimana mungkin? Sila ikuti.

    Dibaca : 548 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku

    Travel brings power and love back into your life. (Maulana Jalaludin Rumi). Perjalanan itu mengembalikan kekuatan dan kasih sayang ke dalam hidupmu.   Kutipan kalimat mutiara Rumi kali ini tidak kalah indah dengan yang lainnya tapi sekaligus menimbulkan pertanyaan.    Barangkali Anda bertanya dalam hati, kekuatan apa?  Dan apa hubungannya dengan kasih sayang?  Mari kita otak atik.

    Perjalanan ke negri lain yang budayanya dan alamnya kontras dengan milik kita itu membawa banyak keuntungan.  Mungkin itulah sebabnya di dalam Al Qur’an ada beberapa ayat yang memerintahkan muslim untuk melakukan perjalanan di seluruh muka bumi dan bahkan ada sebuah ayat yang menantang manusia agar menembus seluruh penjuru alam semesta, kalau mampu.

    Dalam artikel terdahulu sudah saya paparkan apa saja keuntungan traveling.  Apalagi dengan dipandu oleh seorang professional tour leader,  apabila pikiran dan hati Anda terbuka, maka Anda akan mendapat banyak manfaat.

    Nah manfaat itulah yang digambarkan sebagai kekuatan.   “Knowledge is power”   demikian kata orang seberang.  Ini bukan omong kosong.  Coba lihat Singapura.  Dia tidak memiliki aset alam yang banyak.  Warganya juga cuma sedikit tapi uang di dompet mereka jauh lebih banyak daripada di dompet orang Indonesia.  Penyebabnya tiada lain adalah ilmu yang ada di otak mereka rata rata lebih tingi daripada orang Indonesia.

     

    Lantas apa hubungan perjalanan dengan kasih sayang?  Demikian mungkin Anda bertanya dalam hati.  Jangan bayangkan kasih sayang secara sempit hanya hubungan antar dua orang yang saling mencintai.  Kasih sayang bisa diartikan secara luas.  Berhubungan baik adalah ekspresi kasih sayang juga.  Lebih jauh lagi, tidak sekedar berbasa basi tapi menjadi mitra bisnis, menjadi guru dan murid dll itu juga ekspresi kasih sayang secara luas.  Kalau saling benci tidak mungkin kan bekerja sama?

     

    Pariwisata mendukung semuanya itu.  Jika politik kadang memecah belah, maka pariwisata menyatukan.  Dengan berwisata kita bisa saling memahami.  Orang dari latar belakang budaya berbeda saling mengunjungi, saling belajar, itu adalah sebuah tindakan “membuka jendela” dalam metafora Rumi yang sudah pernah kita bahas.  Mereka yang bersatu bukan hanya pelaku atau pebisnis pariwisata tapi wisatawannya juga akan mendapat insight yang mencerahkan sehingga bisa meluaskan wawasan dan meluaskan pergaulan internasional.

     

    Karena berwisata adalah perintah Allah, maka taatilah.  Niatkanlah suatu saat Anda akan berwisata ke negri yang cantik yang memiliki budaya berbeda.  Maka insya Allah Anda akan mendapat manfaatnya.  Seberapa banyak manfaatnya, tentu bergantung seberapa besar “jendela Anda terbuka”.

     

    Anda bisa backpacking. Atau Anda ikut group yang dikelola biro perjalanan wisata dan tour leader yang akan menemani Anda berwisata ke manca negara untuk memastikan Anda mendapat layanan maksimal seperti yang sudah disepakati. TL inilah yang mewakili perusahaan perjalan untuk mengelola perjalanan Anda ke manca negara. Jadi ada perbedaan dengan tour guide atau pramuwisata.   Di sana nanti Anda akan disambut dan dilayani oleh seorang pramuwisata. Di beberapa negara sudah ada pramuwisata berbahasa Indonesia. Tapi kalau pas tidak mendapat pramuwisata berbahasa Indonesia jangan kuatir, TL akan menerjemahkan paparan guide kalau Anda membutuhkan terjemahan. Dengan demikian Anda akan mendapatkan manfaatnya.

     

    Manfaat itulah oleh oleh Anda yang jauh lebih berharga daripada sekedar gantungan kunci atau souvenir lain.  Ilmu pengetahuan dan pengalaman Anda akan bisa ditularkan kepada masyarakat Indonesia agar semakin maju negri kita tercinta ini. Itulah intangible souvenir alias oleh oleh tak benda.

     

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.