Daya Cipta - Analisis - www.indonesiana.id
x

ilustr: Cel Gulapa

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Minggu, 7 Agustus 2022 06:40 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Daya Cipta

    KIta semua memiliki daya cipta. Sayangnya tidak semua orang mampu memanfaatkannya. Kalau salah memakai daya cipta ini justru bisa merugikan.

    Dibaca : 796 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku

     

    Allah sudah membekali manusia dengan kekuatan daya cipta untuk melaksanakan semua tugasnya di dunia.  Sayangnya banyak orang tidak menyadarinya.  Karena itulah perlu kita ingatkan terus menerus.  Mari kita ikuti gambaran dari para tokoh berbagai negara dan juga nanti dari ajaran Islam tentang daya cipta ini.

     

    Muhammad Ali, juara dunia tinju kelas berat di tahun 70’an memiliki kalimat pendek tapi efektif. 

    “The man who has no imagination has no wings.” (Muhammad Ali)

    Orang yang tidak memiliki imajinasi tidak memiliki sayap.  Tentu saja kalimat ini adalah kiasan.  Maksudnya tentu dia tidak akan bisa ‘terbang’.  Dengan kata lain orang yang tidak memiliki imajinasi tidak akan mampu mencapai prestasi tinggi.  Dia tidak akan menjadi orang sukses.

     

    Ada lagi seorang tokoh besar di dunia bisnis hiburan bernama Walt Disney yang memiliki kalimat pendek tapi bermakna.

    If you can dream it, you can do it.” (Walt Disney)

    Kalau kamu bisa memimpikannya, kamu bisa melakukannya.  Jadi menurut dia orang sukses harus memimpikan dulu sebelum melakukan tindakan.  Tentu bukan sekedar impian saja tapi perlu tindak lanjut. Tapi impian itulah panduannya.

     

    Einstein adalah ilmuwan fisika pemenang hadiah Nobel.  Dia ternyata memiliki pendapat serupa itu dalam kalimat berikut ini.

    “Logic will get you from A to B. imagination will take you everywhere.” (Einstein)

    Logika akan membawamu dari A ke B.  Imajinasi akan membawamu ke mana saja.  Kalimat berikut juga dari Einstein.

    “Imagination is more important than knowledge. For while knowledge defines all we currently know and understand, imagination points to all we might yet discover and create.” (Albert Einstein)

    Imajinasi lebih peting daripada pengetahuan.  Karena jika pengetahuan menentukan semua yang kita tahu dan pahami, imajinasi mengarahkan kita pada semua yang akan kita temukan dan ciptakan.

     

    Kemudian Zig Zlar juga punya quote indah.

    If you want to reach a goal, you must ‘see the reaching’ in your own mind before you actually arrive at your goal.” (Zig Ziglar)

    Jika kamu ingin menggapai cita citamu, kau harus ‘melihatnya tercapai’ dalam pikiranmu sebelum kamu benar benar sampai di tujuanmu’

     

    Penulis terkenal, motivator dan trainer top Brian Tracy menulis demikian.

     

    “All successful men and women are big dreamers. They imagine what their future could be, ideal in every respect, and then they work every day toward their distant vision, that goal or purpose.” (Brian Tracy)

    Semua orang sukses adalah pemimpi.  Mereka membayangkan masa depan mereka seperti apa, ideal dalam segala hal, dan lalu mereka bekerja setiap hari menuju ke visi jauh, tujuan mereka atau sasaran mereka tersebut.

     

    Penjelasan lebih panjang dan rinci datang dari serang pakar teknologi yang menjadi kempetitor Thomas Alva Edison.  Namanya Nikola Tesla.  Demikian katanya.

    My method is different. I do not rush into actual work. When I get a new idea, I start at once building it up in my imagination, and make improvements and operate the device in my mind. When I have gone so far as to embody everything in my invention, every possible improvement I can think of, and when I see no fault anywhere, I put into concrete form the final product of my brain.” (Nikola Tesla)

    Metoda saya beda.  Saya tidak buru buru ke kerja nyata.  Ketika saya mendapat sebuah gagasan baru, saya seetika membangunnya dalam imajinasi saya, dan membuat perbaikan dan mengoperasikannya di pikiran saya.  Ketika sudah mulai terbentuk, semua perbaikan yang mungkin, dan ketika saya sudah tidak menemukan kesalahan, saya membuat menjadi nyata produk final otak saya tersebut.

     

    Bagaimana dalam Islam?  Mari kita perhatikan hadist berikut ini.

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) (HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675)

    Al Qodhi ‘Iyadh berkata, “Sebagian ulama mengatakan bahwa maknanya adalah Allah akan memberi ampunan jika hamba meminta ampunan. Allah akan menerima taubat jika hamba bertaubat. Allah akan mengabulkan do’a jika hamba meminta. Allah akan beri kecukupan jika hamba meminta kecukupan. Ulama lainnya berkata maknanya adalah berharap pada Allah (roja’) dan meminta ampunannya”

    (Syarh Muslim, 17: 2).

     

    Dari paparan di atas menjadi jelas bahwa imajinasi, impian, adalah kekuatan daya cipta.  Apapun yang anda bayangkan akan menjadi nyata.  Tidak hanya produk fisik seperti apa yang dihasilkan Tesla, tapi juga tentang nasib kita.  Allah mengikuti persangkaan hambaNya.  Kalau kita berbaik sangka kepada Allah maka itu akan menjadi kenyataan. 

     

    Oleh karena itu mari kita setiap saat selalu berbaik sangka kepada Allah.  Yakinlah bahwa di dalam masa pandemi kita bisa juga mendapat rejeki.  Yakinlah Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita.  Bayangkan saja kita kecukupan.  Cukup ilmu, cukup rejeki.  Kita akan hidup bahagia di dunia dan di akherat. 

     




    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: museisman

    1 hari lalu

    Superior

    Dibaca : 154 kali