Saat Sulitmu adalah Ketika Terbentuknya Potensimu - Humaniora - www.indonesiana.id
x

ilustr: Hindustan Times

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Minggu, 14 Agustus 2022 05:45 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Saat Sulitmu adalah Ketika Terbentuknya Potensimu

    Kata Rumi di saat sulit itu justru potensimu terbangun? Apakah ada contohnya di Indonesia? Sila baca.

    Dibaca : 934 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    OLeh: Bambang Udoyono, penulis buku

     

    Sudah lama kita tidak berkelana ke manca negara baik secara fisik maupun secara literasi.  Sudah saatnya kita melanglangbuana lagi dengan kedua cara itu.  Secara nyata beberapa negri sudah membuka batasnya seperti Turki, Dubai, Afrika Selatan, dan Maroko.  Semuanya negri cantik dengan pesona berbeda.  Turki tidak pernah kehilangan pesonanya dengan segala macam keunikannya.  Orang dan budaya Turki sebenarnya Eropa.  Budayanya mirip dengan Yunani.  Tapi mereka muslim, meskipun di awal abad ke duapuluh ada upaya sekulerisasi oleh Kemal Ataturk.   Sumbangan Turki pada budaya Islam adalah tarian sufi dan juga karya sastra Maulana Jalaludin Rumi yang sampai sekarang masih digemari orang.      

     

    The days that break you are the days that make you.  Masa yang menyulitkanmu adalah masa yang membuatmu berhasil.   Kalimat mutiara Rumi ini sangat relevan saat ini, ketika Covid-19 menyurutkan hampir semua sektor bisnis sehingga membuat kehidupan ratusan juta orang mendadak jadi sempit.    Ketika banyak orang tidak bisa lagi menjalankan pekerjaan lamanya, kata Rumi masa ini bisa membuat mereka berhasil.  Bagaimana mungkin?

     

    Pertama mari kita merujuk ke Al Qur’an.  Di dalam surat Alam Nasrah ayat 5 dan 6 disebutkan :

    Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”

    sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan

     

    Justru di masa sulit inilah muncul kesempatan untuk melakukan kegiatan yang beda dengan dulu.  Tentu saja dibutuhkan pemikiran yang cermat.  Apakah ada contohnya?  Ternyata ada.  Seorang penulis terkenal Indonesia menulis buku best sellernya ketika dia harus tinggal di rumah karena kecelakaan yang membuat kakinya cedera sehingga dia tidak bisa bekerja.  Waktu luang dimanfaatkannya untuk menulis buku.    

    Seorang pebisnis rumah makan ayam gorèng terkenal dari Amerika juga punya kisah serupa.  Dia sudah punya bisnis restaurant yang lumayan ketika pembangunan jalan meruntuhkan bisnisnya.  Di usia 65 tahun dia menawarkan resepnya ke banyak rumah makan dengan konsep bagi hasil. Awalnya banyak yang menolak, tapi lantas ada yang menerima.  Dia yang awalnya hanya memiliki satu rumah makan, saat ini sudah memiliki jaringan waralaba rumah makan ayam goreng di seluruh dunia. 

    Kisah penemu listrik dan banyak penemu juga mirip.  Di tengah kegagalan mereka justru menemukan jalan terang yang membawa kepada keberhasilan.    Lantas apa sebabnya mereka bisa menemukan jalan terang tersebut?  Saya kira pantang putus asa, selalu mencari jalan baru, dan langkah spiritual, memohon petunjuk Allah swt.  Pantang putus asa ini sejatinya berbaik sangka kepada Allah.  Meyakini bahwa Alah akan memberikan pertolongan, solusi terbaik.   Sembari terus berihtiar tentu saja.

    Orang Barat memiliki frasa blessing in disguise,  anugerah yang tersembunyi dalam kesulitan.  Tentu saja manusia wajib mencari sendiri pemberian itu.

     

    Masih banyak lagi kasus yang polanya sama.  Seseorang menemui kesulitan phk, bisnis ambruk, jalan buntu.  Dia kemudian berihtiar dengan cara lain  di bidang yang sama atau dia mencari lahan lain.  Justru di bidang yang berbeda inilah dia menemukan jati dirinya yang lain yang selama ini tersembunyi.    Itulah yang terjadi pada seorang komposer ternama Amerika.  Ketika muda dia sudah pernah menciptakan lagu tapi mendapat tanggapan negatif dari temannya. Dia jadi tidak percaya diri lalu bekerja di sebuah perusahaan asuransi.  Setelah pensiun barulah musiknya dia tampilkan lagi dan ternyata mendapat sambutan hangat.

     

    Saya meyakini bahwa ada seribu satu jalan untuk mengatasi masalah, tapi kita kadang tidak melihatnya.  Maka manusia perlu memohon kepada Allah agar ditunjukkan jalan yang benar.  

     

    Mari kita beri sumbangan positif kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan.  Paling tidak berupa dorongan mental, kata kata positif, doa dsb. Apalagi kalau berupa tindakan nyata, apapun itu.

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.