x

Dalam menjalankan bisnis, banyak aktivitas yang harus dilakukan, salah satunya adalah merapikan catatan penjualan

Iklan

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Jumat, 26 Agustus 2022 10:51 WIB

Kerja Cermat Agar Tujuan Tercapai

Setiap pekerjaan memiliki tujuan tertentu. Ada syarat yang harus dipenuhi agar pekerjaan tersebut berhasil. Apa kata budaya Jawa tentang hal ini? Sila baca.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kerja Cermat Agar Tujuan Tercapai

 

Bambang Udoyono, penulis buku

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Saya yakin peri bahasa adalah sebuah karya besar.  Peri bahasa merupakan intisari pengalaman hidup suatu masyarakat yang dirumuskan dengan kalimat ringkas tapi padat.  Isinya mengenai kiat kehidupan.  Jadi ini adalah warisan budaya yang sangat berharga.  Sayang sekali kalau ditinggalkan.  Mari kita belajar dari budaya Jawa

Alon alon waton kelakon

 

Dalam bahasa Jawa ada frasa alon alon waton kelakonAlon alon artinya pelan pelan.  Waton artinya asal.  Kelakon artinya tercapai. Jadi arti keseluruhannya adalah pelan pelan asal tercapai tujuan atau sasaran. 

 

Sebagian orang menafsirkan peri bahasa ini adalah anjuran untuk hidup santai.   Jadi sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman now ketika orang dipaksa untuk bekerja dengan cepat dan produktif. Karena itu mereka anggap peri bahasa ini sebaiknya dibuang. Namun saya memiliki pendapat berbeda.  Dalam pandangan  saya peri bahasa ini bukan anjuran untuk santai.  Ini adalah anjuran utuk bekerja dengan sarèh, alias dengan cermat dan teliti.  Prinsip bekerja ini sampai kapanpun masih tetap sesuai.  Setiap pekerjaan apapun tidak akan bisa berhasil jika meninggalkan prinsip itu.  Jadi peri bahasa ini masih sangat layak dipertahankan.

Kerja cermat dan teliti

 

Saya punya gambaran demikian.  Kerja cermat dan teliti itu artinya kita menjalankan semua tahapan kerja dengan perhatian penuh dan dengan hati.  Kalau suatu pekerjaan itu mengharuskan kita melakukan tujuh langkah ya semuanya dilakukan dengan sabar, cermat dan teliti. Tidak boleh ada satu langkahpun yang dibuang. Nah tujuh langkah itu tentunya memakan waktu. Jadi maksud nenek moyang tentunya makan waktu tidak apa apa asal tujuan dari pekerjaan tersebut dicapai.

 

Kalau sebaliknya dalam bahasa Jawa kebat kliwat, ini adalah pekerjaan terburu buru. Misalnya ada tujuh langkah tapi kita hanya melakukan lima langkah.  Akibatnya hasil pekerjaan tentu tidak sempurna.

 

Lagipula nenek moyang kita adalah bangsa yang unggul.  Buktinya banyak karya besar di masa lalu di berbagai bidang.  Ada Borobudur yang diakui dunia.  Ada wayang yang mendapat penghargaan UNESCO.  Ada cerita Panji yang khas Indonesia dan sudah dikenal di kancah internasional. Ada jamu yang mulai dikenal dunia. Ada gamelan, batik, silat, kuliner dll yang sekarang sudah mendunia. Dulu ada jalur perdagangan dengan India dan Asia Tenggara.  Itu semua adalah karya besar yang dihasilkan oleh orang orang unggul.  Mestinya keunggulan itulah yang mendorong mereka melahirkan peri bahasa ini. 

Penyudah

 

Maka jangan lupakan peri bahasa ini.  Ketika bekerja terapkan prinsip alon alon waton kelakon.   Jika sebaliknya kebat kliwat maka tidak akan mendapat hasil baik.  Tentu lebih baik lagi kalaua Anda mampu kerja cepet lan kelakon (cepat dan tercapai). Mungkin lain kali kita akan bahas frasa ini.

 

 

 

Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu