Agar Tak terbelit Masalah Keuangan saat Menjalani Masa Pensiun - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi Penisun. Foto: Julita dari Pixabay.com

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Jumat, 2 September 2022 06:03 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Agar Tak terbelit Masalah Keuangan saat Menjalani Masa Pensiun

    Sebanyak tujuh dari 10 pensiunan di Indonesia mengalami masalah keuangan. Mereka tidak punya uang di hari tua. Bagaimana mengantisipasi sejak dini hal itu?

    Dibaca : 625 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Saat ditanya dalam acara podcast seputar pentingnya dana pensiun bagi pekerja Indonesia, saya jawab sangat penting.  Bahkan jangan ditunda lagi untuk mempunyai program dana pensiun. Karena siapa pun yang bekerja di mana pun, tidak akan pernah tahu kondisi masa depan, di hari tua. Maka, mumpung masih bekerja sangat penting menyiapkan dana pensiun sejak dini. Sisihkan sebagian dari gaji sebagai tabungan yang hanya bisa diambil saat usia pensiun tiba.

    Dana pensiun jadi lebih penting bagi pekerja, karena biaya hidup dari waktu ke waktu semakin tinggi. Nah bayangkan saat di hari tua nanti dan kita tidak bekerja lagi, dari mana uang untuk membiayai hidup? Masa kehidupan pensiun bisa sekitar 17 tahun (usia pensiun 55 tahun). Tentu ini  tentu membutuhkan biaya tidak kecil. Dana pensiun juga bisa untuk mempertahankan gaya hidup di masa pensiun.

    Ada istilah “kerja yes, pensiun oke”. Itu artinya, siapa pun saat bekerja denga ekonomi cukup dan mapan, maka di saat pensiun harus tersedia dana yang cukup. Jangan sampai gaya hidup menurun di masa pensiun. Apatah lagi tidak punya dana yang cukup. Karena faktanya di Indonesia, 7 dari 10 pensiunan pada akhirnya mengalami masalah keuangan sehingga banyak pensiunan yang bergantung kepada anak-anaknya. Kemiskinan dan ketidak-mampuan finansial adalah risiko pekerja di masa pensiun. Maka cara antisipasinya adalah dengan mempunyai program pensiun seperi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

     

    Saat ini baru sekitar 6% pekerja sektor formal di Indonesia yang suah memiliki program dana pensiun. Apakah Anda termasuk yang belum punya dana pensiun? Maka mumpung belum terlambat, mulailah untuk merencanakan masa pensiun dari sekarang. Karena masa pensiun bukan soal waktu. Tapi soal keadaan, mau seperti apa kita di masa pensiun nanti? Mau hidup nyaman dan sejahtera atau sebaliknya?

    Maka tip sederhana menyiapkan dana pensiun untuk pekerja dan kaum milenial adalah segera sisihkan sebagian gaji untuk program dana pensiun, khususnya di DPLK. Bukan di unit link asuransi jiwa, bukan di reksadana atau bermain saham. Karena DPLK adalah program yang memang dipersiapkan untuk membayarkan manfaat pensiun, saat tidak bekerja lagi. Ada iuran yang disetor secara berkala, ada hasil investasi selama jadi peserta, dan ada kaitan usia pensiun saat manfaat penisun dibayarkan.

    Jadi, dana pensiun adalah produk keuangan yang didedikasikan untuk masa pensiun, orientasinya hari tua. Agar siapa pun saat pensiun nanti, ada ketersediaan dana yang memadai di hari tua. Secara regulasi, dana pensiun punya mekanisme dan skema yang sudah diatur tersendiri. Tidak sama dengan asuransi pensiun atau reksadana pensiun.

    Ketahuilah, riset membuktikan 9 dari 10 pekerja di Indonesia saat ini sama sekali tidak siap untuk pensiun. Karena tidak tersedianya dana yang memadai untuk membiayai kebutuhannya sendiri. Tidak siap pensiun akibat tidak ada dana yng cukup. Jadi, penting tidak pentingnya dana pensiun tergantung kepada Anda sendiri. Salam #YukSiapkanPensiun #EdukasiDanaPensiun #KenapaDPLK?

    Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.




    Oleh: Hadirat Syukurman Gea

    1 hari lalu

    Analisis Sistem Jual-Beli Ijon pada Komoditas Mangga Berdasar Ekonomo Makro

    Dibaca : 171 kali

    Mangga merupakan salah satu komoditas buah yang digemari hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mangga turut menyumbang perekonomian Indonesia karena menjadi komoditas yang di ekspor. Pada tahun 2015, ekspor mangga sebesar 1.515 jutatonyangsebagianbesarmerupakanjenis Mangga Gedong Gincu dan Mangga Arumanis. Kabupaten Kediri merupakan salahsatudaerahyang menjadikan mangga khususnya Mangga Podang sebagai oleh - oleh khas daerah dikarenakan banyaknya pohon mangga yang tumbuh di sekitar lereng GunungWilis.ManggaPodangkhasKediri banyak ditemukan di daerah sekitar lereng Gunung Wilis yaitu Kecamatan Banyakan, Tarokan, Grogol, Mojo, dan Semen. Semakin berkembang perekonomian suatudaerahmakasemakinberagam pula cara produsen dan konsumen melakukan jual beli.Salah satu sistem jual beli yang dilarang dalam Islam adalah jual beli yang mengandung unsur gharar. Sistem jual beli ijon adalah salah satu sistem jual beli yang mengandung unsur gharar sehingga dilarang oleh Allah SWT. Ijon berkaitan dengan perilaku produsen dan konsumen. Hal ini dapat dikaitkan dengan ekonomi mikro berupa keputusan pengusaha dan konsumen, terbentuknya harga barang atau jasa dan faktor produksi tertentu di pasar, dan alokasi sumber daya ekonomi.Penelitian ini menggunaka nmetode penelitian studi literatur. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder dengan metode pengumpulan data berupa pengumpulan sejumlah studi pustaka. Berdasarkan studi literatur terkait sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro, diperoleh hasil analisis bahwa sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro saling berhubungan. Hal ini dikarenakan ijon berkaitan langsung dengan perilaku produsen dan konsumen dan ekonomi mikro turut mengatur perilaku produsen dan konsumen. Keywords: Ijon, Komoditas Mangga,Ekonomi Mikro