Protes Kematian Amini Meluas, Pemerintah Iran Blokir Layanan Internet - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Sejumlah aksi unjuk rasa terjadi sejak kematian wanita Iran berusia 22 tahun, Mahsa Amini yang ditahan polisi di Teheran.

Berita Geopolitik

Pengabar Berita Internasional
Bergabung Sejak: 22 September 2022

Sabtu, 24 September 2022 07:04 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Protes Kematian Amini Meluas, Pemerintah Iran Blokir Layanan Internet

    Pemerintah Iran melakukan pembatasan akses media sosial Instagram dan WhatsApp menyusul peningkatan protes yang dipicu oleh kematian seorang wanita dalam tahanan polisi. Pembatasan ini tidak saja dilakukan secara parsial, tetpai juga total. Akibatnya, jutaan penggunan ponsel sama sekali tidak bisa mengakses internet.

    Dibaca : 444 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pemerintah Iran melakukan pembatasan akses media sosial Instagram dan WhatsApp menyusul peningkatan protes yang dipicu oleh kematian seorang wanita dalam tahanan polisi. Pembatasan ini tidak saja dilakukan secara parsial, tetapi juga total yang  yang menyebabkan  jutaan penggunan ponsel sama sekali tidak bisa mengakses internet (offline).

    Seperti dilaporkan Al Jazeera (22/9), organisasi pemantau internet NetBlocks melaporkan terjadinya pembatasan akses internet berskala nasional pada pelanggan operator seluler utama dan dialami juga oleh beberapa jaringan internet perusahaan-perusahaan setempat.  Lembaga yang berbasis di London ini juga melaporkan server WhatApps mengalami gangguan dan tidak bisa diakses oleh beberapa operator seluler, beberapa jam setelah layanan Instagram diblokir.

    Laporan gangguan terhadap akses internet muncul di sejumlah wilayah Iran. Provinsi-provinsi yang menjadi basis kelompok Kurdistan di Iran bagian barat telah mengalami gangguan akses internet yang hampir penuh sejak hari Minggu. Sementara di ibukota Iran, Teheran dan beberapa wilayah lain, gangguan internet serupa juga terjadi sejak Jumat, ketika aksi protes pertama kali terjadi.  

    Dua penduduk yang bermukim di Teheran dan bagian Selatan wilayah Iran mengatakan mereka hanya bisa mengirim pesan teks tanpa gambar melalui layanan WhatsApp. Keduanya juga menyebut layanan Instagram sama sekali tidak bisa digunakan. Namun beberapa penyedia layanan media sosial dilaporkan masih beroperasi.

    Netblocks mengatakan pembatasan layanan internet ini adalah yang paling parah sejak 2019. Ketika itu pemerintah Iran memutus akses internet selama seminggu untuk menghentikan aksi protes bahan bakar.

    Pembatasan layanan internet ini terkait erat dengan aksi protes atas kematian wanita berusia 22 tahun, Mahsa Amini ketika ditahan pihak kepolisian. Otoritas setempat mengklaim korban mengidap sejumlah penyakit, seperti epilepsi dan diabetes. Amini juga telah dipindahkan ke rumah sakit dan meninggal beberapa hari kemudian karena stroke dan serangan jantung.

    Namun klaim ini dibantah pihak keluarga dan segera memicu aksi protes di sejumlah wilayah. Aksi protes secara intens dilaporkan terjadi di provinsi tempat asal Amini, yang terletak di Barat Laut dan didominasi oleh kelompok Kurdistan.  

    Bulan ini, aksi protes secara intens kerap terjadi terutama di provinsi yang asal wilayah Amini yang terletak di Barat Laut wilayah yang didominasi kelompok Kurdistan. Aksi ini kemudian meluas ke sejumlah wilayah lain karena penyebaran informasi melalui internet dan media sosial. Isu yang diangkat pun meluas, tidak sekadar kematian Amini, tetapi juga kebebasan dan keterpurukan ekonomi.

    Sejumlah korban pun berjatuhan menyusul meningkatnya aksi protes yang terjadi. Pemerintah Iran mengklaim jumlah korban yang meninggal paling tidak enam orang. Namun catatan kelompok-kelompok aktivis lokal mencatat jumlah korban yang lebih tinggi.

     

    Ikuti tulisan menarik Berita Geopolitik lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.