Orang Hanya Melihat Apa yang Mereka Ingin Lihat - Analisis - www.indonesiana.id
x

Photo by Darius Bashar on Unsplash

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Jumat, 23 September 2022 13:18 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Orang Hanya Melihat Apa yang Mereka Ingin Lihat

    Banyak orang bersikap pesimistis sedangkan sikap optimistis lebih menguntungkan. Banyak bukti keajaiban terjadi karena sikap optimistis. Apa saja buktinya? Sila baca terus.

    Dibaca : 458 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Orang Hanya Melihat Apa yang Mereka Ingin Lihat

    Bambang Udoyono, penulis buku

     

    People only see what they want to see.  Saya browsing dan menemukan banyak sekali quotes yang sangat bagus dan  sangat bermanfaat buat orang yang memang berniat mencari manfaatnya.  Salah satunya adalah kalimat dalam bahasa Inggris tersebut.  Saya menemukan banyak variasinya.  Jadi saya kutip salah satunya saja.  Orang hanya melihat apa yang ingin mereka lihat.   Demikian terjemahannya.

     

    Saya menemukan juga quote yang relevan dari Wayne Dyer, seorang motivator dari Amerika yang saya kagumi.  Dia katakan begini.  If you believe it will work out, you’ll see opportunities.  If you believe it won’t, you will see obstacles. (Kalau Anda yakin itu akan jalan, Anda akan melihat kesempatan.  Jika Anda yakin itu tidak akan jalan, Anda Akan melihat kendala).

    Optimisme mendatangkan keajaiban

     

    Saya yakin Anda melihat juga kebenaran kedua quotes di atas.  Di sekitar kita banyak sekali orang yang terjebak dalam pikirannya sendiri.  Dulu banyak orang yang meyakini bahwa di tahun 1945 kita belum siap merdeka.    Mereka hanya melihat kendala saja.  Misalnya kekuatan militer dan ekonomi dan politik kita masih di bawah penjajah.  Itu memang nyata.  Meskipun demikian kaum pesimis tidak melihat kesempatan.  Sukarno di tahun 1927 sudah melihat peluang itu lalu menulis sebuah artikel di koran Pikiran Rakyat.  Dia katakan bahwa suatu saat akan pecah perang besar di Asia Pasifik.  Di situlah terbuka peluang kita merdeka.  Meskipun masih banyak kelemahan, terbukti Sukarno benar.  Dia melihat peluang dan mampu memanfaatkannya.  Itulah keajaiban politik.

     

    Banyak sekali kejaiban serupa dalam banyak bidang, baik ekonomi, militer, maupun politik.  Negara dunia ketiga atau negara sedang berkembang dulu oleh kaum pesimis dianggap tidak akan bisa maju.  Bahkan ada sebuah teori yang bernama teori ketergantungan (dependency theory) yang mendukung pesimisme tersebut.  Sekarang teori itu sudah patah. Bukan argumentasi yang mematahkannya tapi kenyataan majunya banyak negara Asia.  Kemajuan Cina, Korea, Singapura, India dll membantah teori itu dengan kenyataan. Itulah keajaiban ekonomi.

     

    Sebaliknya ada negara negara Eropa yang mundur.  Yunani, Portugal, dan beberapa negara Eropa sekarang hanya kecil saja kekuatan ekonominya.

     

    Keajaiban lain adalah Vietnam yang memiliki banyak kelemahan menang dalam perang melawan Prancis dan kemudian Amerika Serikat. Di atas kertas kekuatan ekonomi, militer dan politik Vietnam masih jauh di bawah Prancis apalagi Amerika Serikat. Tapi kenyataannya Vietnam memenangi perang melawan Prancis dan kemudian Amerika Serikat.   Itulah keajaiban politik militer.

     

    Semua keajaiban itu hanya bisa terjadi karena mereka percaya bahwa kejaiban itu akan terjadi. Miracle will happen only if you believe in miracle. Demikian kata Paulo Coelho, sang pujangga mashur dari Brazil.  Sukarno yakin ketika pecah perang besar di Asia Pasifik Indonesia akan merdeka.  Mereka para pemimpin negara sangat yakin bahwa negaranya akan maju. Maka itulah yang terjadi.

     

    Salah satu buku Wayne Dyer berjudul You’ll see it when you believe it. Anda akan melihatnya jika Anda percaya.  Kesempatan atau peluang akan terlihat jika Anda percaya bahwa peluang itu ada.

    Optimistis menguntungkan

     

    Jadi terbukti sikap optimistis lebih baik, lebih menguntungkan daripada sikap pesimistis.  Maka niatkan saja melihat peluang di tengah kesulitan atau ketidakpastian.  Awalnya mungkin belum nampak tapi pasti nanti ada. Kalau Anda ingin sukses maka Anda akan melihat jalan menuju sukses. Jika Anda tidak bermimpi sukses maka Anda tidak akan melihat jalannya.

    Dalam Islam ada istilah berbaik sangka kepada Allah. Jadi kita sebaiknya berbaik sangka kepada Allah.  Jadi kita harus meyakini bahwa Allah selalu memberi rezeki, jalan keluar segala masalah dan memberi hikmah.

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.