Jadilah Matahari Pencerah Semesta - Analisis - www.indonesiana.id
x

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Kamis, 27 Oktober 2022 06:45 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Jadilah Matahari Pencerah Semesta

    Banyak sekali warga masyarakat yang sedang berada dalam kegelapan. Ada yang tersesat dalam kegelapan hati, pikir dan ekonomi. Mereka membutuhkan sinar pencerah. Maka ada lowongan buat kita untuk menjadi matahari penebar sinar.

    Dibaca : 955 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku

     

    Ada sebuah kata mutiara yang indah sekali dan penuh makna.  Berikut ini kutipannya.

    “Learn to light a candle in the darkest moments of someone’s life. Be the light that helps others see; it is what gives life its deepest significance.”
    (Roy T. Bennett)

    Belajarlah menyalakan lilin di saat tergelap dalam kehidupan seseorang. Jadilah sinar yang membantu orang lain melihat; itulah makna terdalam kehidupan.  Demikian kira kira terjamahan kalimat mutiara yang indah sekali dari Roy T Bennet, seorang penulis kenamaan dari Amerika. Mari kita elaborasi.

     

    Frasa ‘saat tergelap dalam kehidupan seseorang’ ini perlu dikembangkan. Ada beberapa pengertian saat tergelap.  Pertama ketika seseorang mengalami kegelapan hati.  Dia dikuasai oleh hawa nafsunya dan oleh setan.  Mungkin saja dia kaya raya dan memiliki poisisi sosial tinggi, tapi sejatinya dia orang kerdil. Dia hanya orang jajahan setan.  Maka orang seperti ini membutuhkan pencerahan spiritual. Dia butuh sinar petunjuk dari ajaran Allah swt alias hidayah.  Kalau sudah mendapatkan hidayah maka dia akan merdeka dari penjajahan yang tak nampak mata.  Dia akan   menikmati kebahagiaan sejati.  Tidak mudah membantu orang seperti ini. Kalau salah caranya dia malah marah.  Maka saat ini dibutuhkan banyak sekali pencerah, penulis, ustadz, trainer, guru, dosen, content creator untuk memberikan sinar panduan tersebut agar orang seperti itu bisa terselamatkan.

     

    Kedua adalah kegelapan pikir alias kebodohan.  Di negara dunia ketiga mayoritas rakyatnya masih terkurung dalam kegelapan jenis ini.  Pendidikan mereka masih rendah.  Maka peran pemerintah dan masyarakat sangat diharapkan untuk mencerahkan pikiran mayoritas masyarakat dunia ketiga ini.  Universitas, sekolah, lembaga pendidikan ketrampilan, penerbit, penulis, pakar, administrator dll bisa beperan besar di sini.

     

    Ketiga kegelapan ekonomi alias kemiskinan.  Lagi lagi di negara berkembang atau dunia ketiga mayoritas masyarakat masih miskin.  Selain pemerintah, masyarakat juga diharapkan peranannya membangun ekonomi rakyat kecil.  Mayarakat miskin tidak hanya membutuhkan ‘pancing’ tapi juga ‘ikan’.  Orang yang memiliki kekayaan lebih dalam Islam dianjurkan memberikan zakat, infak dan sedekahnya.  Memberi makan, minum, bea siswa, melunaskan hutang adalah perbuatan terpuji yang akan dibalas berlipat oleh Allah swt.

     

    Keempat kegelapan psikis.  Dalam masa sulit banyak orang yang stress bahkan ada yang depresi.  Maka dibutuhkan banyak orang yang mampu meredam tekanan dan memberikan hiburan sehat.  Hiburan yang mencerahkan hati, bukan yang malah memperdalam keruwetan.  Siapapun bisa berperan di sini.  Baik musisi, aktor, aktris, penulis, sutradara, penari, dll. 

    Tindakan memberi pencerahan kepada masyarakat adalah tindakan yang memuliakan kita sendiri. Bertindak mulia seperti itu akan meninggikan vibrasi kita. Itu akan meninggikan marwah kita. Nah kalau kita sudah tinggi maka rejeki akan menyusul. Tidak hanya berbentuk uang. Tentu saja termasuk uang juga tapi tidak terbatas pada uang. Pertemanan, persahabatan juga.  Masih banyak lagi rejeki yang intangible. Jadi jangan sempitkan pada uang saja.

     

    Sesungguhnya jika setiap orang memiliki sumbangan positif dan konstruktif kepada masyarakat maka Indonesia ini akan maju dan jaya menjadi negara besar, bahkan mungkin negri adi daya karena memiliki potensi besar sekali.  Monggo tentukan peran positif Anda untuk menyinari orang yang sedang dalam kegelapan. Insya Allah kita juga akan beruntung.

     

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.