Reformasi PSSI di Tangan Erick Thohir untuk Prestasi dan Ekonomi Olahraga - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Timnas U-19 di Korea Selatan. Foto: PSSI

Ahmad

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 November 2022

Rabu, 30 November 2022 10:59 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • Reformasi PSSI di Tangan Erick Thohir untuk Prestasi dan Ekonomi Olahraga

    Tugas Erick Thohir bila ia menahkodai PSSI ke depan adalah memastikan klub-klub di bawah naungan PSSI agar memiliki tata kelola finansial yang baik sehingga bisa mendorong kualitas dan prestasi sepak bola Indonesia.

    Dibaca : 1.589 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Bukan hal yang baru bahwa penggemar sepak bola Indonesia begitu besar. Sebab itu, Indonesia disebut sebagai salah satu pasar bagi sepak bola. Terlihat dari antusiasme penggemar mulai dari fans fanatik dari klub-klub di liga lokal, timnas, dan klub-klub luar negeri.

     

    Kesempatan ini seharusnya jadi kesempatan bagi PSSI untuk mendorong prestasi sepak bola Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi olah raga. Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui.

     

    Erick Thohir dalam Dua Harapan Itu

     

    Apa yang membuat Erick Thohir memperoleh dukungan yang sangat besar dari masyarakat, sebab ia memiliki dua hal penting yang menjanjikan. Pertama, ia berkompetensi mengelola PSSI untuk memicu prestasi sepak bola. Kedua, ia – dengan latar belakang pengusaha – juga diyakini mampu menyehatkan dan menumbuhkan berkah ekonomi lewat ekonomi olah raga.

     

    Untuk yang pertama, mendorong prestasi, tentu membutuhkan waktu yang lebih lama. Mencapai titik sepak bola berprestasi membutuhkan ketelatenan dan ketekunan yang melibatkan banyak pihak. Satu sisi manajemen di induk olahraga PSSI harus dibenahi, dan didi sisi lain juga mendorong mental daya saing di level klub.

     

    Apa yang perlu dilakukan oleh PSSI untuk memicu prestasi adalah dengan menyediakan ekosistem yang baik dan mendukung bagi kemajuan sepak bola ke depan. Mulai dari infrastruktur pendukung sampai instruktur (pelatih, dan staf-stafnya) yang memiliki kapasitas internasional.

     

    Melalui pengalaman yang ditempa di klub-klub besar luar negeri, rasanya bukan hal yang susah bagi Erick Thohir untuk bisa menciptakan ekosistem yang seperti diharapkan di atas. Pengalaman dan rekam jejak internasional Erick Thohir akan sangat klop berpadu dengan pelatih-pelatih besar internasional.

     

    Pada soal kedua, mentrigger ekonomi olah raga, Erick Tohir juga jagonya. Sebagai seorang pengusaha dia mengerti dan memiiliki insting yang kuat bagaimana mendorong olah raga bisa berdampak positif bagi perekonomian.

     

    Piala Presiden edisi pertama yang operator utamanya adalah Erick Thohir mampu memicu ekonomi olahraga. Klub-klub yang ikut serta (di luar pemenang) memperoleh pemasukan dari perhelatan itu. Kemudian bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi dari adanya gelaran itu, dan akhirnya pemasukan terhadap negara.

     

    Dua Komitmen Jangka Panjang

     

    Dua hal di atas – capaian ekonomi dan prestasi – harus menjadi formulasi jangka panjang. Sehingga hal itu bisa berdampak jangka panjang pula bagi olah raga sepak bola Indonesia.

     

    Sepak bola yang maju membutuhkan biaya operasional yang tidak kecil. Itu sebabnya, kepemimpinan Erick Thohir dengan latar belakang pengusaha profesional bisa menghadirkan formula yang tepat untuk tata kelola klub-klub di bawah naungan PSSI. Berbekal pengalaman mengelola klub-klub besar, Erick bisa melakukan ‘share knowledge’ kepada mereka sehingga bisa diterapkan di masing-masing klub lokal.

     

    Di sisi lain, pemasukan ekonomi juga bergantung dari kualitas dan daya saing klub itu sendiri. Sebab itu, ini bisa mendorong klub-klub untuk menjaga daya saing mereka. Lagi-lagi Erick dengan pengalaman luar negeri bisa ‘share knowledge’ dalam mendorong mentalitas para pemain klub-klub lokal untuk bisa mencontoh profesionalitas dan daya juang para pemain besar.

     

    Dua hal di atas – mendorong tata kelola finansial klub yang baik dan mendorong prestasi – harus jadi agenda prioritas dalam kepemimpinannya nanti di PSSI. Reformasi pada dua hal itu merupakan salah satu kunci untuk kemajuan dan keseimbangan sepak bola Indonesia.

    Ikuti tulisan menarik Ahmad lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.