Menuju Kemuliaan Sejati - Analisis - www.indonesiana.id
x

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Jumat, 2 Desember 2022 08:52 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Menuju Kemuliaan Sejati

    Sebagian orang mengira kemuliaan identik dengan kakayaan dan kekuasaan. Adakah pemahaman lain tentang kemuliaan? Inilah kata Hemingway dan Islam.

    Dibaca : 1.116 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Menuju Kemuliaan Sejati

     

    Bambang Udoyono

     

    Semua orang pasti ingin hidup mulia.  Saya yakin Anda sudah memiliki konsep kemuliaan yang mestinya dipengaruhi oleh budaya yang melingkungi Anda.  Ada baiknya kita mencari tahu bagaimana konsep orang lain tentang kemuliaan.  Mari kita ambil contoh pendapat seorang penulis besar dari negri Paman Sam.  Ernest Hemingway adalah seorang pemenang hadiah Nobel sastra tahun 1960. 

     

    Hemingway punya sebuah quote yang sangat bijaksana. There is nothing noble in being superior to your fellow men. True nobility lies in being superior to your former self.  Tidak ada yang mulia dengan menjadi unggul terhadap sesama temanmu.  Kemuliaan sejati terletak pada keunggulan terhadap diri Anda yang dulu.

     

    Apakah Anda merasa tertohok dengan quotenya?  Atau apakah Anda merasa quote Hemingway ini sangat bijak dan menginspirasi?  Sikap Anda menentukan apakah Anda akan mendapat manfaat dari quote Hemingway yang singkat tapi sarat makna ini.

    Jika disikapi dengan sikap egoistik maka Anda akan menolaknya.  Jika Anda gampang tersinggung Anda tidak akan mendapat manfaatnya.  Mungkin Anda justru akan marah dan menganggap itu sampah saja.

     

    Tapi jika Anda sabar, sarèh, tidak dikuasai ego dan amarah maka Anda akan melihat unsur kebenaran di dalamnya. Dalam pandangan saya Hemingway menekankan bahwa manusia sejatinya setara.  Meskipun Anda memiliki keunggulan atas orang lain, bukan berati Anda lebih mulia.  Jika Anda mampu memperbaiki diri secara terus menerus maka itulah kemuliaan sejati.

     

    Ada titik temu antara pandangan Hemingway dengan Islam. Di dalam Islam semua manusia setara.  Manusia yang paling mulia bukan yang paling kaya atau paling berkuasa tapi mereka yang paling taqwa.    Ada juga sih orang yang berkuasa, kaya raya dan bertaqwa.  Contohnya nabi Sulaiman as dan nabi Daud as.  Mereka adalah raja dan sekaligus nabi.  Mereka hidup mulia di dunia dan akherat.

     

    Keduanya adalah nabi yang bisa menjadi contoh. Kalau Anda bisa seperti itu ya hebat betul. Kaya raya, berkuasa, beriman dan beramal saleh.  Pasti susah sekali mencapai tingkatan seperti itu. Makanya yang penting ada upaya untuk meningkatkan diri.

       

    Mari kita belajar terus menerus agar derajat kita selalu meningkat.    Peningkatan yang kontinyu inilah yang penting.  Selain mempelajari skill untuk bekerja, perlu juga kita meningkatkan kualitas keimanan.  Belajar menguasai ego, emosi, nafsu dsb.  Ritual ibadah seperti puasa, zikir, solat dll adalah caranya.  Seperti kata Sunan Bonang dalam tembang Tombo Ati yang sudah ratusan tahun dilantunkan di banyak masjid. 

     

     

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.