Wisata Religi Sunan Pandanaran - Hiburan - www.indonesiana.id
x

Gapura Makam Sunan Pandanaran, Bayat. Foto: Moh. Syarif Hidyatullah/Wikipedia

afrian_ najib

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 Desember 2022

Jumat, 23 Desember 2022 07:05 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Wisata Religi Sunan Pandanaran

    Sunan Pandanaran merupakan salah satu wali penyebar agama islami di Bayat Klaten

    Dibaca : 1.048 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Sunan Pandanaran Bayat beliau adalah ulama besar dari Semarang yang menyebarkan agama Islam di daerah Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Sunan Bayat dulu adalah bupati Semarang yang menggantikan ayah beliau wafat, beliau hijrah ke arah Selatan mengikuti nasehat dari Sunan Kalijaga untuk menyebarkan agama islam.

    Sunan Bayat ini memiliki nama lain yakni Susuhan Tembayat, Pangeran Mangkubumi, Wahyu Widayat atau Sunan Pandanaran. Sunan Bayat merupakan tokoh penyebar agama Islam di Pulau Jawa yang disebut di sejumlah babad serta cerita lisan.

    Makam Sunan Pandanaran menjadi salah satu destinasi wisata religi yang cukup terkenal di kalangan para peziarah karena beliau merupakan salah satu wali penyebar agama Islam di daerah tembayat pada zaman Kerajaan Demak. Beliau juga merupakan salah satu murid Sunan Kalijaga.

    Kembali kepada Kyai Pandanaran, ia khusus menyiarkan Islam di daerah Bayat dan sekitarnya. Kepiawaiannya meyakinkan orang-orang untuk memeluk keyakinan yang sama dengannya membuat Islam berkembang pesat disana. Tak ketinggalan, ia pun mendirikan sebuah masjid di atas Gunung Jabalkat yang difungsikan sebagai tempat utama untuk mengajarkan ilmu-ilmu agama yang kelak diberi nama Masjid Golo.

    Kompleks Makam Sunan Pandanaran berlokasi di sebuah bukit dengan di bagian dasar terdapat makam umum sampai anak tangga lalu kompleks makam utama berlokasi di puncak bukit.

    Makamnya berlokasi di perbukitan “Gunung Jabalkat” di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, dan sampai sekarang masih ramai diziarahi atau dikunjungi. Sunan Bayat dianggap hidup di masa Kesultanan Demak pada abad ke-16.

    Terdapat 2 buah gentong yang memiliki ukiran naga oleh karena itu disebut Gentong Sinogo di dekat gapura .Didekat Gentong Sinogo telah disediakan gelas bagi siapa saya yang ingin meminum air yang ada pada Gentong Sinogo.

    Lokasi makam yang berada di ketinggian 860 meter dpl ini dapat dicapai dengan terlebih dahulu menaiki 250 anak tangga Sunan Bayat adalah seorang tokoh religius penyebar agama Islam di kawasan Jawa Tengah pada abad 16. Sunan Bayat berjuang menyebarkan agama Islam pada waktu yang sama dengan Wali Sanga. Dan karena kebesaran nama dan pengaruhnya, Sunan Bayat bahkan dianggap sebagai Wali yang kesepuluh dari Wali Sanga. 

    Kompleks pemakaman Sunan Bayat dibangun pada tahun 1620 M oleh raja besar Mataram, Sultan Agung. Sebelum dijadikan kompleks pemakaman oleh Sultan Agung, makam Sunan Bayat diperkirakan sudah dibangun sejak tahun 1526 M, seperti yang tertera pada Gapura Segara Muncar (1448 Saka) yang terdapat di bawah bukit dan berfungsi sebagai pintu gerbang pertama pemakaman. Kompleks pemakaman yang pernah dianggap sebagai salah satu kompleks pemakaman termegah di era Kerajaan Mataram ini memiliki bagian-bagian yang menunjukan budaya peralihan dari Hindu ke Islam.

     

    Ikuti tulisan menarik afrian_ najib lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.