Antara Konten dan Cara Menyampaikan dalam Public Speaking

Minggu, 1 Januari 2023 19:32 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sebagian orang mengatakan bahwa content is king. Sedangkan lainnya berpendapat bahwa delivery is king. Mana yang lebih kuat ?

Oleh: Bambang Udoyono

Pernahkah Anda ikut pelatihan public speaking?  Ada perdebatan abadi dalam dunia public speaking. Mana yang lebih penting substansi materinya alias kontennya ataukah cara menyampaikannya.

Masyarakat terbagi dalam dua kubu. Di satu sisi ada yang mengatakan bahwa content is king.  Kubu ini berpendapat bahwa hal paling utama adalah kontennya. Soal cara menyampaikan itu hanya sekunder saja. Itu bumbu penyedap saja. Kalau bisa menyampaikan dengan atraktif ya itu bagus. Tapi kalau hanya itu saja tanpa konten yang berkualitas  apa bedanya dengan omong kosong.

Di sisi lain ada pendapat bahwa delivery is king. Maksudnya hal terpenting adalah cara menyampaikan materi.  Sebagus apapun konten Anda tapi kalau Anda tidak mampu menyampaikan dengan menarik maka audiens Anda pasti akan jenuh, bosan, ngantuk dan hilang perhatiannya. Akhirnya mereka akan ngobrol atau mainan hp. Jadi presentasi Anda akan gagal. Tujuannya tidak tercapai.

Kubu kedua ini lantas berupaya membaikkan cara penyampaian materi dengan melatih vokal, memakai musik, visual, dan aneka permainan untuk menyegarkan suasana kelas.  Memang ada orang yang mampu membuat suasana training menjadi menarik.  Maka perhatian audiens tersedot ke paparan. Materi bisa mereka pahami.

Tapi beberapa kali saya betemu dengan dosen, trainer, guru yang sebenarnya hanya pas pasan saja kemampuan deliverynya. Mereka tidak memakai permainan (games), tidak memakai musik, tidak memakai visual yang cantik dengan foto, video, ppt atau yang lain. Meskipun demikian mereka mampu memikat audiens. Andalannya adalah kepiawainnya mengemas kontennya. Saya jadi ingat frasa beautiful mind dalam bahasa Inggris. Mereka memiliki ini.  Jadi audiens terpikat dengan kecanggihan pemikirannya.  Hal ini sering terjadi di ruang kuliah.

Belum lama ini saya juga menyimak paparan yang buat saya materinya sebenarnya menarik.  Topiknya tentang pemutakhiran destinasi wisata di mnca negara. Seseorang yang punya pengalaman memandu wisatawan Nusantara ke manca negara memaparkan pengalamannya memandu di Jepang sebelum pandemi. Sedangkan topiknya adalah perkembangan destinasi wisata pasca pandemi. Jadi antara paparan dengan topik ngalor ngidul.

Paparannya lumayan mantap karena dia sudah berpengalaman. Tapi sayangnya tidak ada koherensi.  Jadi sebagus apapun cara deliverynya kalau tidak ada koherensi sejatinya paparan itu sudah gagal sejak awal. Paparan itu tidak menjawab pertanyaan yang terkandung dalam topik. Dalam kasus seperti itu kamampuan delivery secanggih apapun akan sia sia.

 

Jadi ada benarnya juga orang yang mengatakan bahwa content is king. Kalau konten bagus meskipun disampaikan dengan pas pasan ya akan tetap bagus.  

 

Tentu saja idealnya Anda mampu membuat konten yang bagus dan mampu menyampaikan dengan atraktif.  Dua hal itu baik maka presentasi Anda menonjol sekali.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
Lihat semua