Pesona Keelokan dan Fenomena Geoheritage Bumi Suoh - Hiburan - www.indonesiana.id
x

Christian Saputro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 Juni 2022

Senin, 9 Januari 2023 18:06 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Pesona Keelokan dan Fenomena Geoheritage Bumi Suoh

    Destinasi wisata Suoh menawarkan sebuah petualangan seru untuk dinikmati berupa jejak letusan purba Gunung Ratu puluhan tahun lalu. Artefak dan jejak bencana erupsi gunung api ini menghadirkan keindahan dan fenomena alam tak ada duanya di jagad. Geoheritage Suoh menawarkan keelokan bentang alam yang indah dan fenomena alam langka yang ditawarkan kawasan ini untuk dicecap pelancong pemuja lukisan ciptaan yang Maha Agung.

    Dibaca : 516 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     Destinasi wisata Suoh menawarkan sebuah petualangan seru untuk dinikmati  berupa jejak letusan purba Gunung Ratu  puluhan tahun lalu. Artefak dan jejak bencana erupsi gunung api ini menghadirkan keindahan dan fenomena alam tak ada duanya di jagad.

    Geoheritage Suoh menawarkan keelokan bentang alam yang indah dan fenomena alam  langka yang ditawarkan kawasan ini untuk dicecap pelancong pemuja lukisan ciptaan yang Maha Agung.

    Fenomena dan saujana pesona keindahan dan  alam  geoheritage Suoh inilah yang  menarik ekspedisi “Cincin Api” melirik dan mengeksplore kawasan ini pada tahun 2019  dalam laporannya mengenai mata rantai gunung berapi di Indonesia .

    Obyek Wisata Alam Suoh lokasinya berada di bagian tengah sebelah timur Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).  Secara adiministratif pemerintahan kawasan ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kabupaten Lampung Barat, sementara menurut adiministrasi pengelolaan termasuk dalam wilayah SKW I Liwa Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

    Menilik potensi  yang dimiliki destinasi Suoh dan daya dukung  yang dimiliki kawasan ini pemerintah kabupaten Lampung Barat kini tengah berupaya melakukan percepatan agar kawasan ini wisata yang fenomenal ini menjadi kawasan geo park (taman bumi) nasional.

    Sejauh mata memandang  di kawasan ini para pejalan  bisa menikmati bentang alam yang indah berpadu dengan fenomena alam yang tak ditemukan di tempat lain merupakan daya tarik tersendiri yang ditawarkan Suoh.

    Kawasan wisata Suoh berbatasan dengan enclave Suoh yang terbentuk dari letusan Gunung Ratu tahun 1933. Menurut catatan geolog Belanda, Ch E Stehn,yang ditugaskan Pemerintah Hindia Belanda untuk meneliti bencana ini datang pada pertengahan Juli hingga awal Agustus 1933.

    Kompas mengutip laporan lapangan Stehn lalu dikutip Newhall pada jurnal terbitan United States Geological Survey (USGS) edisi Historical Unrest at Large Calderas of the World, Volume 1 tahun 1988.

    Stehn melaporkan  sekira 13 jam setelah gempa, tanah-tanah di Suoh merekah mulai melontarkan air panas. Fenomena geologi ini dikenal sebagai letusan freatik (phreatic eruption). Lontaran material panas yang semakin meningkat, hingga pada 10 Juli 1933 atau 14 hari setelah gempa terjadi letusan freatik besar di Suoh.

    Letusan membentuk dua kawah dan menghancurkan area dalam radius 10 kilometer dari pusat letusan. Sedangkan Neumann van Padang dalam buku History of the Volcanology in the Former Netherlands East Indies (1983) menyebutkan, letusan freatik waktu itu terjadi di sepanjang batas cekungan Suoh di barat daya. Letusan membentuk dua kawah, yang masing-masing sisi terpanjangnya 1 kilometer dan 2 kilometer. Gejolak tektonik diikuti letusan vulkanik di Suoh itu masih bisa dilihat jejaknya hingga kini dalam bentuk lima danau yang mengeluarkan air panas.

     Kawasan wisata ini  memiliki keunikan potensi wisata berupa 5 buah danau yang berdekatan, dipisahkan oleh padang rumput (sabana) dan rawa yang mempunyai  karakteristik yang berbeda satu sama lainnya, yaitu Danau Asam , karena airnya terasa asam, Danau Lebar, karena danaunya yang luas, Danau Minyak , karena airnya seperti mengandung minyak dan Danau Belibis,  tersebab danau ini menjadi habitat jenis-jenis burung air terutama belibis.

    Selain itu,  lembah Suoh memiliki potensi gejala dan fenomena alam sumber panas bumi (Gunung Loreng) dan letupan-letupan lumpur panas yang dapat berpindah-pindah tempatnya.

    Di kawasan wisata ini para pelancong dapat melakukan aktivitas dan menikmati gejala fenomena alam, pengamatan burung (birdwatching), memancing, berenang, bersampan, rafting, tracking , foto hunting , dan interaksi sosial budaya dengan masyarakat enclave Suoh yang khas dan masih alami.

    Sarana yang telah tersedia adalah jalan setapak yang mengitari danau, pagar-pagar pengaman letupan panas bumi, pondok kerja, pos jaga, pintu gerbang, MCK, shelter, pusat informasi, dan dermaga speed boat.

     

    Menjelajah Pesona Bumi Suoh

    Di kawasan lembah Suoh  ini kita bisa mencecap bentang alam yang indah berpadu dengan fenomena alam merupakan daya tarik yang ditawarkan Suoh. Di kawasan ini ada 4 buah danau yang berubah-ubah warnanya. Selain itu juga ada fenomena alam lainnya, yang tak bakalan dijumpai di destinasi wisata lainnya.

    Untuk menikmati keindahan dan mengekplorasi kawasan ini kita seharusnya menggunakan pemandu wisata yang disiapkan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat. Selain aman tentunya kita berbagi rejeki sekaligus belajar dengan masyarakat setempat bagaimana mengugemi kearifan lokal setempat dalam menikmati fenomena alam yang diberikan sang pencipta dengan aman.

    Kawasan Keramikan  

    Wisata Keramikan Suoh  ini letaknya berada di kaki bukit Gunung Ratu, tepatnya berdekatan dengan danau belibis. Konon dinamakan keramikan,  kawah keramik, danau keramik atau danau keramikan, tersebab, karena permukaan lempengan batunya yang luas terlihat seperti keramik yang dipasang di rumah-rumah. Batu-batu ini tebalnya sekira satu meteran. Di bawahnya masih terdapat lava yang mengalir. Menutur pemandu bebatuan ini dapat menahan beban berta sekira limapuluh orang.

    Wisata Keramikan ini juga sangat ramai dikunjungi,  selain karena pemandangannya indah juga berbeda dengan objek wisata - wisata lainnya. Wisata Keramikan Suoh ini adalah berupa lahar yang mengeras sehingga membentuk seperti semen yang berdekatan dengan sumber air panas.

    Selain itu lembah Suoh ini memiliki potensi gejala dan fenomena alam sumber panas bumi (Gunung Loreng) dan letupan-letupan lumpur panas yang dapat berpindah-pindah tempatnya. Konon Keramikan Suoh ini terbentuk dari letusan Gunung Ratu pada tahun 1933.

    Kawasan Nirmawa

    Di kawasan ini seperti keramik, dari jauh Nirwana nampka juga seperi Keramik, namun tak seluas danau Keramikan. Nampak uap air yang membubung tebal bak awan di atas langit. Pasal, seperti awan di langit inilah yang menjadi penyebab danau ini disebut danau Nirwana. Kalau di Keramikan datar di Nirwana nampak seperti gundukan besar. Semakin ke atas suhunya semakin panas. Kalau anda ingin mencoba sensasi hangatnya air yang ada di Nirwana, sebaiknya minta petunjuk pemandu yang ada.

    Danau Lebar  

    Danau Lebar Suoh adalah danau yang letaknya ada dikawasan wisata Suoh dan letaknyapun berada di pinggir jalan yang menghubungkan pekon Gunung Ratu dengan pekon Suka Marga  Suoh Lampung Barat. Selain indah wisata danau lebar ini, konon  disebut lebar karena memang terlihat lebar,  walaupun faktanya kalah lebar dengan lebarnya Danau Asam, bisa dibandingkan dipeta. Luasnya sekira 65 hektar dan terdapat pulau kecil di salah satu pinggiran danau. Pulau ini disebut Pulau Lebar oleh warga Suoh.

    Selain digunakan untuk tempat rekreasi wisata danau lebar Suoh ini juga banyak digunakan para nelayan untuk mencari ikan di danau ini karena memang danau ini juga terkenal akan banyaknya ikannya.

    Danau Minyak

    Setelah dari Keramikan dan Danau lebar perjalanan bisa dilanjutkan menuju Danau Minyak.  Danau yang satu ini menyajikan fenomena alam yang khas, selain berbau aroma bau minyak, air permukaan danau ini nampak berminyak. Tersebab fenomena alam itulah danau yang indah indah ini dijuluki Danau Minyak oleh masyarakat setempat. Di sini ada beberapa spot foto yang menarik untuk spot foto.

    Danau Asam

    Posisi Danau Asam ini tak begitu jauh dari jalan. Sejatinya, lebar Danau Asam sekitar 85 hektar, lebih luas dari Danau Lebar. Dinamakan Danau Asam oleh masyarakat Suoh karena rasa airnya yang asam. Untuk trekking ke tepiannya dapat dilakukan dengan mudah para pejalan. Di kawasan ini tersedia tempat parkir kendaraan dan loket ticketing untuk masuk kawasan. Di kawasan ini tentunya jangan lupa mengabadikan landscape dan juga berswafoto  dengan latar danau dan cakrawala yang membiru. Kalau mau mencoba nyali dari sini bisa nyeberang berperahu ke Nirwana dan Keramikan  mendarat di kawasan Pasir Kuning. Dari sini bisa jalan kaki ke Keramikan. Sebaiknya aktivitas ini dilakukan pada pagi hari. Pasalnya, kalau siang  hari kulit kita bisa terbakar, karena hawa panas bumi dan sinar terik matahari.  Di sekitar Danau asam ini juga banyak pondokan dan warung tempat kita bersantai sambil menikmati suasana alam.

    Danau Belibis

    Danau ini menjadi salah satu danau yang menarik, karena menjadi habitat burung belibis. Kawasan ini sangat cocok untuk para pengamat burung (birdwatching) dan juga penyuka fotografi alam liar. Di kawasan sekitar danau ini terdapat sumber panas bumi (geothermal) yang menambah menariknya lokasi ini.

     

    Kawasan Pasir Kuning  

    Sedangkan kawasan wisata Pasir Kuning yang letaknya berada dikawasan wisata Suoh Lampung Barat. Obyek wisata Pasir Kuning ini tepatnya berbatasan langsung dengan danau asam selain wisata-wisata yang lain yang ada disuoh wisata ini pula wajib anda kunjungi karena destinasi wisata Pasir Kuning ini juga tidak kalah indahnya dengan wisata lain yang ada di kawasan wisata Suoh.

     

    Menikmati Padang Sabana

    Padang rumput yang luas di kawasan lembah Suoh ini mengingatkan kita sabana di Sumba. Di mana-mana ada padang rumput yang luas. Kelebihannya di Suoh,  pemandangan padang rumput ini bisa kita nikmati disekitaran DanauLebar dan Danau Minyak juga di kawasan lainnya. Ada juga padang ilalang tentunya makin indah pas lagi berbunga. Bunganya yang putih penaka salju di atas tilam hijau yang menghampar. Pemandangan yang benar-benar memanjakan mata penikmatnya. Seorang kawan pernah berkisah  salah satu sutradara papan atas terkagum-kagum dengan pemandangan ini. Sabana Suoh  tak kalah dengan yang ada di Sumba.

    Wisata Uji Andrenalin

    Tak jauh dari kawasan Suoh  mengalir Sungai Semangka atau Way Semangka terletak di pinggir TNBBS Lampung. Smerupakan ungai yang berhulu di kawasan TNBBS ini  lintasan yang asyik untuk berarung jeram atau rafting untuk diarungi. Sungai ini   pernah disurvey oleh Hendi Rohendi dan kawan-kawan dari kelompok pecinta alam Arus Liar dari Jawa Barat.

    Menurut Hendi sungai  sepanjang 23 km dengan waktu tempuh antara 5 – 7 jam. Sedangkan  tingkat kesulitan berkisar antara kelas II dan III. Pemandangan sepanjang Sungai Semangka ini masih alami dan indah dan menarik terutama di kawasan hulu sungai.Tempat start terbaik dapat dimulai dari Tugu Ratu dan finish di Desa Talang Asahan.

    Sungai Semaka ini juga bisa dijadikan arena bambo rafting (rakit). Keseharian  di kawasan sekitar Suoh sudah tak asing lagi menyeberang dengan rakit bambu. Ini bisa menjadi sebuah atraksi wisata yang menarik.

    Untuk mencapai tempat start di Tugu Ratu harus memakan waktu sekitar 5 -6 jam dari Tanjungkarang-Rajabasa- Kota Agung. Medan dari Kota Agung ke Tugu Ratu cocok untuk penggemar off road dan motorcross. Di kawasan Suoh ini tiap tahunnya digelar event Off  Road  dan Motorcross yang berskala nasional. Kawasan destinasi  wisata alam  ini menyajikan pesona dan  alam yang masih perawan juga potensi wisata olahraga ekstrem untuk uji andrenalin.

     

    Menginap di Suoh

    Kalau ingin puas mengeksplore kawasan wisata ini bisa bermalam  di Sukamarga, Suoh. Di pekon Sukamarga, Bandar Negeri Suoh ini,  ada fasilitas beberapa homestay di pekon ini yang dikelola anggota Pokdarwis setempat.

    Kalau bermalam, besoknya  bisa menikmati suasana pagi di kawasan ini dan lebih santai menikmati pesona keindahan dan bebas berswafoto di Suoh tak harus buru-buru digegas waktu. Selain itu juga tentunya bisa berinteraksi dengan kehidupan dan budaya masyarakat setempat. Jadikanlah kenangan berwisata ke Suoh ini menjadi salah satu memori dalam buku kehidupan yang berarti.

    Para pejalan sejati punya harapan, kawasan Suoh yang menyimpan misteri keindahan dan fenomena alam yang khas ini tetap terjaga lestari sampai kapan pun. Harapannya, kelak tentunya Suoh bisa menjadi salah satu taman bumi (geopark) nasional bahkan internasional yang punya sihir tersendiri tak ada duanya di dunia.  Pada muaranya,  masyarakat bumi beguwai jejama tak hanya berhasil menghadirkan dan melestarikan geopark (taman bumi) Suoh, tetapi juga bisa memetik kemakmuran dan kesejahteraannya .

     

    Trip Menuju Suoh

    Untuk ke destinasi wisata Suoh bisa melalui dua jalur alternatif.  Pertama, dari Ibukota Lampung Barat Liwa melalui  Kecamatan Sekincau atau Kecamatan  Batu Brak.

    Menuju Suoh Lewat Liwa ini merupakan rute yang memutar. Meskipun Suoh lebih berlokasi di kabupaten Lampung Barat, tetapi posisnya lebih dekat dari kabupaten Tanggamus. Jarak Lampung – Suoh lewat Liwa berjarak sekitar 270an kilometer dan membutuhkan waktu perjalanan sekitar 7 jam perjalanan. Bisa jadi altenatif  sebelum ke Suoh menginap di Liwa ibukota Lampung Barat yang pernah diluluhlantakkan gempa bumi pada tahun 1994.

    Kemudian baru pada pagi harinya melanjutkan perjalanan ke Liwa. Tetapi jangan Anda punya harapan besar jalan menuju kawasan ini mulus.  Kondisi jalan dari Batu Brak  menuju Suoh ini memang sudah banyak yang diperbaiki dengan betonisasi. Tetapi jalan kawasan ini ada berapa titik yang parah yang membutuhkan ketrampilan mengemudi lebih untuk lewat jalur ini. Rute yang ditempuh kalau lewat jalur ini Tugu Adipura – Tugu Payan Kotabumi – Bukit Kemuning – Fajar Bulan – belok kiri di Pekon Balak Kecamatan Batu Brak Lampung Barat – lalu ikuti jalan menuju Suoh sejauh sekitar 40 kilometer. Atau kalau ingin lebih cepat pilih masuk alternatif masuk pintu tol Natar, kemudian setelah keluar tol bisa mengikuti jalur biasa menuju  Bukit Kemuning – Fajar Bulan – belok kiri di Pekon Balak Kecamatan Batu Brak Lampung Barat – lalu ikuti jalan menuju Suoh sejauh sekira 40 kilometeran. Jalur lainnya adalah dari Sukabumi Kabupaten Lampung Barat.

    Sedangkan alternatif kedua, dari ibukota Tanggamus Kota Agung. Kawasan ini dapat ditempuh dengan Bandar Lampung-Kotaagung-Wonosobo-Banding-Suoh sepanjang ± 148 Km dimana rute Wonosobo-Banding-Suoh masih merupakan jalan sepanjang ± 50 Km yang sulit dilalui pada musim hujan.  Dari pusat Kota Bandar Lampung sampai ke Danau Lebar atau Danau Minyak berjarak sekitar 160 kilometer. Waktu tempuhnya sekitar 5 jam.

    Lembah Suoh dapat dicapai dari Kuncoro ( 15 Km dari Kota Agung ) dengan sepeda motor trial atau kendaraan roda 4 dengan ground clearance yang tinggi atau 4wheel drive. Dari Kuncoro (Semaka) menuju Suoh, kondisi jalannya banyak jalan onderlaag. Namun karena ini jalan paling singkat, warga lebih memilih lewat sini. Rutenya, yaitu dari Tugu Adipura – Kemiling – Gedongtataan – Pringsewu – Kotaagung – berbelok ke kanan di Penanggungan Semaka, terus ikuti jalan menuju lembah Suoh di Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Lampung Barat.

     

     

    *) Christian Heru Cahyo Saputro,  Mantan Kontributor indochinatown.com , Pegiat Heritage di Jung Foundation Lampung  Heritage dan Pan Sumatera Network (Pansumnet). Penulis buku Piil Pesenggiri, Etos dan Semangat Kelampungan. Tulisan Travelingnya pernah dimuat di Sriwijaya in Flight Magazine, Garuda , Expressair, Jalan Jalan, Majalah Cultural, Travelwan, Kartini, Majalah 7 Indonesia, Bisnis Indonesia, Lampung Post, Sumatera Post, Harian Analisa, Kompasiana, Detik, dan banyak lagi.

    Ikuti tulisan menarik Christian Saputro lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.