x

image: Sources of Insight

Iklan

Fenni Bungsu

fennibungsu
Bergabung Sejak: 6 Agustus 2022

Jumat, 3 Maret 2023 06:43 WIB

Sudah Maret 2023, Masih Perlukah Membuat Resolusi Keuangan?

Kita sudah memasuki Maret 2023. Segala keinginan dan harapan mulai dibangun. Apa yang belum sempat diwujudkan pada Januari dan Februari, ingin dilaksanakan di bulan ketiga tahun Masehi ini. Tapi masihkah perlu untuk membuat resolusi keuangan pada bulan ini? Menurut saya perlu, dan ini alasannya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kita sudah memasuki awal bulan Maret 2023 kemarin. Segala keinginan dan harapan mulai dibangun. Bahkan mungkin apa yang belum sempat diwujudkan pada bulan Januari dan Februari, ingin dilaksanakan impian itu di bulan urutan ketiga tahun Masehi ini.

Masih terbilang awal, bila melihat dari kacamata tahun 2023, maka masihkah perlu untuk membuat resolusi keuangan untuk bulan ini?

Menurut saya, resolusi keuangan masih diperlukan. Bukan dilihat karena bagian dari resolusi tahunan. Akan tetapi sebagai peta finansial dalam mengatur keuangan agar lebih tertata rapi. Pasalnya perihal finansial ini adalah hal yang krusial dalam kehidupan. Salah dalam pengaturannya, maka dapat memberikan risiko untuk kedepannya. Dompet makin menipis. Tabungan terkuras habis. Ini karena kurang apiknya dalam penataan keuangan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Banyak dibahas dalam situs-situs popular, blog pribadi, maupun konten di media sosial tentang bagaimana cara kelola keuangan. Entah itu menggunakan rumus 40:30:30, atau dengan persentase lainnya, yang intinya adalah pembagian pos-pos keuangan, dimana ada pos untuk:

  • biaya bulanan (misalnya untuk bayar listrik, air, kuota internet, biaya makan, infaq/sedekah, dan lain-lain)
  • asuransi
  • tabungan
  • jalan-jalan/belanja/jajan kuliner
  • cicilan/utang
  • pos darurat
  • lain-lain.

Hal di atas bisa kita jadikan patokan bagaimana mengatur finansial agar lebih rapi. Namun, bila merasa bingung dalam pembagian pos keuangan tersebut, maka minimal pengeluaran tidak lebih besar dari pemasukan. Sebab jika pemasukan sedikit tetapi lebih banyak pengeluaran, tentunya tabungan kita akan terkuras habis.

Maka dari itu, penting atau tidak pentingnya membuat resolusi keuangan, tetap dapat dikatakan penting. Adanya resolusi keuangan, membuat kita lebih bisa menahan diri untuk tidak membeli barang yang bukan kebutuhan. Sabar terhadap godaan promo yang menghadang untuk dibelanjakan untuk membeli sesuatu atau ke suatu tempat.

Bukannya berarti tidak boleh untuk membelanjakan dengan dana yang kita miliki. Kita boleh untuk membahagiakan diri sendiri, sebagai bentuk apresiasi atau memberikan reward kepada diri. Namun tidak serta merta, mengatasnamakan “reward diri” demi menghabiskan uang dengan cara berhutang. Tetap bijaksana dalam menggunakan tabungan, demi masa depan dan juga harapan untuk terwujudnya financial freedom.

Apakah kita bisa? Hayuuk, semangat kita bisa raih financial freedom!

Ikuti tulisan menarik Fenni Bungsu lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler