x

Gambar oleh Mila Oktasafitri dari Pixabay.com

Iklan

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Kamis, 23 Maret 2023 14:07 WIB

Hening dan Simak Bisikan Hati, Kata Maulana Jalaludin Rumi

Ketika kemampuan komunikasi dianggap kunci, Rumi justru anjurkan kita diam. Apa manfaatnya?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Oleh: Bambang Udoyono

 

Maulana Jalaludin Rumi dengan karyanya tidak pernah berhenti menginspirasi kita.  Konon terjemahan karyanya di Amerika menjadi best seller dalam kategori kumpulan puisi.    Kali ini mari kita belajar dari kata kata mutiaranya tentang keheningan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Ketika kebanyakan manusia suka sekali berbicara.  Tatkala kemampuan komunikasi dengan berbicara dan dengan menulis dianggap sebagai salah satu kunci sukses,  Rumi justru menawarkan keheningan.  Buat apa keheningan?  Apa gunanya buat kita?

 

Mari kita cermati dulu keindahan kata Mutiara dari Rumi yang penuh makna.

 

The quieter you become, the more you are able to hear. 

Semangkin hening kamu, semangkin mampu kamu mendengar.

Sepintas kata mutiara ini terasa biasa saja.  Kalau kita diam tentu saja kita bisa mendengar omongan orang.  Tapi saya menafsirkan lain.  Saya kira Rumi sedang menganjurkan kita diam untuk mendengar bisikan hati kita sendiri. Bukan anjuran mendengar omongan orang. Apalagi mendengarkan ghibah.  

 

This silence, this moment, every moment, if it’s genuinely inside you, brings what you need.

Keheningan ini,  saat ini,  setiap saat, jika ia benar benar di dalam kamu,  membawa apa yang kamu butuhkan.

Saya yakin Rumi bermaksud mentakan bahwa jika kita hening maka kita akan mampu mendengar bisikan hati yang menunjukkan solusi. 

There is a place where words are born of silence.

Ada sebuah tempat di mana kata kata lahir dari keheningan.

Kalimat ini juga menekankan bahwa ketika kita hening maka kita akan mampu mendengar bisikan kata hati.

I want that love that is the silence of eternity. 

Aku ingin cinta itu, yang di dalam keheningan.

Degan kalimat ini Rumi bermaksud mengatakan bahwa cinta harus direnungkan dalam keheningan.  Tujuannya agar kita menemukan cinta sejati yang abadi.

Silence give answers.  Keheningan memberi jawaban.

Kalimat ini juga menekankan kita mendengarkan bisikan kata hati.

 

I choose to love you in silence, for in silence I find no rejection.

Aku memilih mencintaimu dalam keheningan,  karena dalam keheningan tidak ada penolakan.

Saya kira Rumi ingin mengatakan bahwa dengan renungan dalam keheningan kita akan menemukan cinta sejati.  Ini bukan kekhawatiran cintanya ditolak.

 

Let silence take you to the core of life.

Biarlah keheningan membawamu ke inti kehidupan.

Kalima in juga anjuran agar kita menyimak kata hati nurani.

 

In the silence of love, you will find the sparks of life.

Dalam keheningan cinta,  kamu akan menemukan kilauan kehidupan.

Saya kira Rumi mengatakan bahwa kalau kita menyimak kata hati Nurani maka kita akan menemukan keindahan tiada tara.

 

Where the lips are silent the heart knows a thousand ways to speak.

Ketika bibir diam hati punya seribu cara bicara.

Kalimat ini jelas mengutarakan tekanannya bahwa keheningan akan membuat kita mampu menangkap suara bisikan hati nurani.

 

The inspiration you seek is already within you. Be silent and listen.

Inspirasi yang kamu cari sudah ada di dalam dirimu.  Heninglah dan dengarkan.

Inspirasi yang dicari banyak orang mulai dari seniman, penulis, manajer, pemimpin negara dll sejatinya ada di dalam hati Nurani.  Itulah maksud kalimat Rumi ini.  Maka kita harus mencapai kehenningan agar mendengar bisikan hati nurani.

 

Listen! Clam up your mouth and be silent like an oyster shell, for that tongue of yours is the enemy of the soul, my friend.

Simaklah!  Tutup mulutmu dan diamlah seperti cangkang kerrang,  karena lidahmu adalah lawan jiwa, temanku.

Terlalu banyak omong membuat kita melupakan bisikan hati nurani. Saya kira itulah yang ingin diutarakan Rumi.

 

Silence is an ocean. Speech is a river. When the ocean is searching for you, don’t walk into the river. Listen to the ocean.

Keheningan adalah samudera.  Bicara adalah sungai.  Ketika samudera mencari kamu,  jangan berjalan ke sungai.  Dengarlah samudera.

Sekali lagi Rumi menekankan pentingnya mendengarkan suara hati.

 

Silence is the root of everything. If you spiral into its void a hundred voices will thunder messages you long to hear.

Keheningan adalah akar segalanya.  Jika kamu masuk ke dalam kehampaan, seratus suara akan mengumandangkan pesan-pesan yang ingin kamu dengar.

Ini juga menekankan bahwa ada jawaban dari dalam hati kita. Cara menggapainya dengan keheningan.

 

Silence is the sea, and speech is like the river. The sea is seeking you: don’t seek the river. Don’t turn your head away from the signs offered by the sea.

Keheningan adalah samudera,  dan bicara seperti sungai.  Samudera mencarimu;  jangan mencari sungai.  Jangan berpaling dari tanda yang ditawarkan samudera.

Maknanya senada dengan semua kalimat di atas. Anjuran fokuskan pada jawaban dari hati dengan mencapai keheningan.

 

Let Silence speak to you about the secrets of the universe.

Ijinkan keheningan mengatakan kepadamu rahasia jagad raya.

Maksudnya sama persis dengan kalimat di atas.

 

Your old life was a frantic running from silence. Move outside the tangle of fear-thinking. Live in silence.

Kehidupan lama kamu adalah kehidupan yang panik karena keheningan. Bergeraklah keluar dari jalinan pemikiran yang penuh ketakutan. Hiduplah dalam keheningan.

Kalimat ini juga anjuran untuk menjalani hidup baru yang lebih baik dengan mendengarkan bisikan hati.

Silence is the language of God, all else is poor translation.

Keheningan adalah Bahasa Tuhan,  lainnya adalah terjemahan buruk.

Maknanya senada.

In Silence there is eloquence. Stop weaving and see how the pattern improves.

Dalam keheningan ada kefasihan. Berhentilah menenun dan lihat bagaimana polanya membaik.

Dia pasti sudah membuktikan sendiri sehingga memiliki karya hebat. Itu adalah bisikan hatinya.

 

Let silence be the art you practice.  Jadikan keheningan sebagai seni yang kamu jalankan.

Dia ibaratkan keheningana dalah sebua seni.  Artinya tentu sebuah keindahan.

 

Keep silent, because the world of silence is a vast fullness.  Diamlah karena dunia keheningan adalah sangat luas.

Di dalam keheningan ada dunia yang ibaat samudera tak bertepi. Itu kira kira maksudnya.

 

There is a way between voice and presence, where information flows. In disciplined silence it opens; with wandering talk it closes.

Ada jalan antara suara dan kehadiran, di mana informasi mengalir. Dalam keheningan yang disiplin, ia terbuka; dengan pembicaraan yang mengembara, ia akan tertutup.

Sekali lagi dia menganjurkan agar kita tidak terlalu banyak omong. Karena Tindakan itu membuat kita tidak mendengar bisikan hati nurani.

 

Semua kata kata mutiara Rumi tentang kehidupan sangat indah dan penuh makna.  Pada intinya dia mengatakan pentingnya mencapai keheningan.  Jika kita sudah bisa hening,   maka kita akan mampu mendengar bisikan hati Nurani.  Bisikan hati nurani itu adalah solusi atas semua masalah kita.  Tentu saja hati kita harus bersih dan sehat dan tercerahkan oleh wahyu Allah swt. 

 

Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu