x

Iklan

Ismiatul Aprilia

Mahasiswa/IAIN Palangka Raya
Bergabung Sejak: 15 Maret 2023

Kamis, 6 April 2023 14:50 WIB

Mengenal Seluk-beluk Saham


Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Saham

Mengenal apa itu saham, jenis, keuntungan, cara membelinya dan resikonya

Banyak masyarakat yang masih awam mengenai apa itu saham. Saham sendiri merupakan salah satu instrumen investasi.Saham adalah surat yang menjadi bukti bahwa seseorang memiliki bagian modal suatu perusahaan. Seseorang yang memiliki saham artinya memiliki hak atas sebagian aset perusahaan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Saham juga merupakan salah satu instrumen pasar modal yang paling diminati para investor karena memberikan tingkat keuntungan yang menarik salah satunya.. saham juga dapat didefiniskan sebagai sebagai tanda pernyataan modal sorang atau sepihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset perusahaan, dan berhak hadir dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), saham memiliki arti "hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagi dalam pemilikan dan pengawasan".

Wujud dari saham dapat berupa lembaran-lembaran kertas yang menyatakan bahwa yang namanya tercantum dalam lembaran tersebut adalah pemilik yang sah dari suatu perusahaan dengan sesuai dengan nilai investasi yang ditanamkan pada perusahaan tersebut. Dengan memegang saham, maka individu maupun badan bisa mengklaim kepemilikan pada suatu perusahaan terbuka. Artinya, pemegang saham dengan jumlah berapapun jumlah lembar yang dimilikinya berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Pemilik saham juga memiliki hak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya. Perolehan dividen ini biasanya tergantung keuntungan dari perusahaan tersebut dan telah diatur sesuai dengan anggaran dasar perusahaan. Penerbitan saham adalah salah satu cara perusahaan untuk bisa mendapatkan dana baru atau modal untuk pengembangan bisnis secara jangka panjang.

Saham sendiri dapat diperjualbelikan melalui Bursa Efek dengan harga yang berubah-ubah sesuai dengan kondisi perusahaan dan juga kondisi ekonomi. salah satu cara untuk memiliki saham perusahaan yaitu seseorang harus membelinya di pasar modal.

Pasar modal sendiri adalah sebuah sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana untuk kegiatan berinvestasi. Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.

Jenis-jenis saham

Jenis saham terbagi menjadi dua yakni saham biasa (common stock) dan saham preferred stock), terbagi berdasarkan prioritas pembagian keuntungan pemegang saham atau (dividen).

  1. Saham Biasa (common stock)

Saham biasa merupakan saham yang menempatkan pemiliknya di paling akhir dalam pembagian dividen dan hak atas kekayaan perusahaan. Dividen akan dibayarkan jika perusahaan tersebut memperoleh keuntungan atau laba. Saham Preferen juga merupakan saham yang pemegangnya mendapatkan prioritas atau didahulukan atas pembagian dividen perusahaan. Termasuk diprioritaskan untuk mendapatkan pengembalian modal dari pembagian aset saat perusahaan dilikuidasi.

  1. Saham Preferen (Preferred Stock)

Saham Preferen merupakan saham yang memiliki karakteristik dari saham biasa dan obligasi. Saham Preferen menghasilkan pendapatan tetap seperti bunga obligasi. Saham Preferen juga merupakan saham yang pemegangnya mendapatkan prioritas atau didahulukan atas pembagian dividen perusahaan. Termasuk diprioritaskan untuk mendapatkan pengembalian modal dari pembagian aset saat perusahaan dilikuidasi.

Keuntungan dan Resiko Saham

Membeli saham perusahaan di pasar modal merupakan investasi yang memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan instrumen investasi lain, seperti deposito, emas, tabungan berjangka, dan obligasi. Dengan risiko yang tinggi, investasi saham juga bisa memberikan imbalan atau keuntungan yang tinggi, baik dari dividen maupun kenaikan harga saham.

Risiko kerugian yang paling lazim dalam investasi saham ialah harga saham yang lebih rendah dibandingkan saat pembelian. Kerugian investasi saham akan semakin besar jika harga saham terjun bebas. Namun naik turunnya harga saham sangat dipengaruhi banyak faktor-faktor. Harga saham tidak hanya bergantung pada kinerja perusahaan saja, melainkan juga sangat dipengaruhi psikologi pasar.

Cara membeli saham

Pertama-tama harus memiliki rekening saham yang bisa dibuat melalui perusahaan sekuritas. Lalu kalian bisa menyetorkan modal untuk membeli saham ke dalam rekening tersebut. Setelah itu, baru teman-teman bisa melakukan transaksi saham melalui perusahaan sekuritas yang Anda pilih sebelumnya.

Untuk membeli saham, investor harus menyiapkan dana sesuai harga saham dan membayar biaya transaksi untuk perusahaan sekuritas (fee broker). Sedangkan untuk penjualan saham, total dana yang didapat investor yaitu nilai yang sesuai harga jual saham dikurangi dengan biaya transaksi dan PPh.

termasuk biiaya transaksi tersebut berbeda-beda di setiap perusahaan sekuritas. Tetapi umumnya 0,2-0,3 persen dari nilai transaksi pembelian saham (termasuk PPN) dan ditambah PPh 0,1 persen khusus untuk transaksi penjualan saham.Walaupun dihitung per lembar, cara beli saham juga tidak bisa dilakukan dengan pembelian per lembar, melainkan harus dilakukan dalam 1 slot. Menurut aturan BEI, 1 lot setara dengan 100 lembar saham.

Risiko Investasi Saham

Sama seperti investasi pada umumnya yaitu potensi keuntungan yang tinggi dari investasi saham juga diiringi dengan risiko yang tinggi pula. Hal itu tentu menjadi alasan mengapa investasi saham sering disebut sebagai instrumen yang high risk high return.

Risiko investasi saham ini adalah sesuatu yang melekat atau tidak dapat dipisahkan dari kegiatan investasi saham lainnya. Rencana investasi sebaiknya bukan hanya memikirkan soal keuntungan saja, tapi juga risiko yang menyertainya.

Mengingat kembali semakin tinggi keuntungan yang diperoleh dari produk investasi maka semakin tinggi pula resiko yang dihadapi. Risiko investasi saham ini perlu diketahui oleh investor sebagai salah satu pertimbangan sebelum mengambil keputusan investasi. Tanpa pengetahuan soal risiko ini, investasi saham bisa berujung kepada kekecewaan hingga penyesalan.

Berikut ini sejumlah risiko investasi saham yang perlu kalian pahami:

  1. Capital loss

Capital loss adalah kebalikan dari capital gain resiko inilah yang biasanya dialami pertama kali oleh pemegang saham. Ini terjadi ketika harga jual lebih rendah dibanding harga beli.

  1. Suspend

Maksud dari resiko ini adalah saham yang terkena suspend atau diberhentikan perdagangannya oleh bursa efek Indonesia. Dengan begitu, para investor tidak dapat melakukan aktivitas saham apapun atau tidak bisa menjual sahamnya hingga suspend-nya dicabut dalam jangka waktu yang telah ditentukan atau ditetapkan.

  1. Likuidasi

Risiko investasi saham ini ketika terjadi apabila sebuah perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh investor saham tersebut dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau dibubarkan. Dalam kondisi tersebut, pemegang saham merupakan pihak yang mendapatkan "giliran" terakhir untuk mendapatkan haknya setelah perusahaan memenuhi kewajiban kepada pihak lain seperti kreditur dan sebagainya.

 

 

Ikuti tulisan menarik Ismiatul Aprilia lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan