x

Iklan

Yafet Ronaldies

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Agustus 2022

Rabu, 24 Mei 2023 06:19 WIB

Para Pelawak Berlomba Berebut Kursi Parlemen 2024

Saat ini masing-masing parpol mengusung para komedian untuk menang dalam pemilihan calon legislatif 2024

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kontestasi politik yang akan terjadi pada 2024 menarik perhatian banyak orang. Tak hanya partai politik dan kandidat yang bersaing, para penikmat dan pemerhati politik dari berbagai kalangan bahkan lembaga-lembaga survei juga sibuk untuk menyusun presentase para kandidat yang bakal berjuang.

Berbagai strategi digunakan oleh semua partai politik demi memenangkan eforia demokrasi 2024. Salah satu strategi yang digunakan beberapa partai politik adalah memasang atau mengusung artis-artis termasuk komedian ambil andil dalam kontestasi Pemilu 2024. Salah satu alasan partai-partai politik mengusungkan artis/komedian (influencer) adalah untuk menaikkan elektabilitas suara partainya. Sehingga partai politik yang mempunyai calon dari kaum ‘publik figur’, secara tidak langsung publik bakalan menaruh pilihan dan tujuannya kepada partai tersebut.

   Oleh sebab itu, strategi politik menjadi kunci penting dalam kontestasi politik, bagaimanapun juga kegagalan merencanakan kemenangan berarti sedang merencanakan kegagalan dalam kontestasi politik. Hal ini harus menjadi pusat perhatian para partai politik, dalam merancang strategi untuk memenangkan kontes politik 2024. Salah satu taktik politik yang coba digunakan oleh beberapa partai politik adalah memasang caleg para komedian. Penulis menamakan strategi ini adalah strategi Influencer Comedian. Fenomena ini sebenarnya sudah hal biasa, beberapa pemilu, pilkada ke belakang banyak partai politik memakai para artis (influencer) demi untuk menang dalam kontestasi politik. Hal hasil, ada beberapa artis atau publik figur yang berhasil duduk di Parlemen bahkan menjadi Walikota/Bupati hingga Gubenur.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

   Sebagai contoh saja, salah satu pelawak atau komedian yang sukses menduduki tahta kepemerintahan bahkan menjabat sebagai kepala negara di suatu negara yaitu Ukraina. Siapa lagi kalau bukan Mr. Volodymyr Zelensky, dia menang dalam pemilihan umum di Ukraina pada tahun 2019 lalu. Kemenangan Zelensky benar-benar lembaran baru di arena politik. Bagaimana tidak, seorang politisi pemula dan tanpa ada pengalaman di bagian pemerintahan atau parlemen berhasil mengalahkan presiden petahana dengan total suara 73,2% pada 21 April 2019.

   Bagaimana nantinya para komedian Indonesia? Apakah mampu menduduki kursi-kursi parlemen atau bahkan menjabat sebagai kepala daerah di suatu daerah? Berikut beberapa komedian yang siap bertarung pada pesta pemilihan umum kelak 2024. Ada Denny Cagur yang terkenal dengan goyang ‘bang Jali’, beliau di usungkan dari PDI Perjuangan. Kemudian ada Narji Cagur, yang merupakan patner Denny Cagur dalam bentuk ‘Cagur Grup’ bersama Wendy Cagur. Narji ditopang Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Lalu ada Surya Utama atau yang dikenal Uya Kuya, beliau dikenal dengan acara hiptonisnya dalam sebuah acara televisi, Uya Kuya diusungkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN).

   Selanjutnya ada Muchtar Lutfi atau yang biasa kita kenal Opie Kumis, beliau terkenal dengan pantunnya yang di awali kalimat “Masak Aerr, Biar Matang” Opie Kumis diajukkan oleh Partai Amanat Nasional. Dari Stand Up Comedy pun ada, sangat terkenal siapa lagi kalau bukan Rony Immanuel atau nama panggungnya ‘Mongol’, tidak hanya terkenal di dunia stand up comedy Indonesia, Rony Immanuel aktif diberbagai kegiatan kerohanian bahkan pergi bersaksi ke mana-mana tentang masa lalu hidupnya, yang notabenenya Mongol masuk dalam ajaran sesat dimana sekte itu bernama Children of God. Terakhir ada, ada satu nama lagi yaitu Vicky Prasetyo, beliau di dunia selebriti terkenal dengan hal-hal yang sangat kontroversial baik dalam hubungan asmaranya dan sebagainya. Vicky Prasetyo di topang partai Perindo untuk maju di tahun 2024.

   Kalau diperhatikan cikal bakal calon calon legislatif versi para komedian/pelawak, citranya masing-masing untuk saat ini masih dalam fase zona nyaman. Bahkan dari filter Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, Pasal 4 ayat 3 tertulis seperti ini “Dalam seleksi bakal calon secara demokratis dan terbuka sebagaimana dimaksud pada ayat (2), tidak menyertakan mantan terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak, dan korupsi.” Para pelawak ini tidak ada yang terjerat dalam kasus-kasus demikian yang telah di lampirkan dalam Peraturan KPU tentang pencalonan anggota legislatif. Semoga mereka-mereka yang memliki latar belakang para komedian ketika tembus masuk dalam parlemen kelak, dapat dengan sungguh-sungguh memperjuangan semua aspirasi kaum-kaum yang sangat membutuhkan, kaum-kaum tertindas, seluruh masyarakat dari kalangan menengah dan bawah menjadi pusat perhatian para calon legislatif.

   Penulis cuman mau nyampein, latar belakang boleh pelawak asal kebijakan jangan ngelawak. Semoga hati rakyat Indonesia tidak hanya terhibur oleh lawak-lawakkan dari para komedian seperti di televise/sosial media, akan tetapi rakyat betul-betul bisa merasakan semua kebijakan yang dilakukan dengan penuh kebajikan serta arah kebijakannya terarah dan objektif.

Ikuti tulisan menarik Yafet Ronaldies lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler