x

Iklan

Luqman Sukma

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Juni 2023

Kamis, 15 Juni 2023 20:08 WIB

Tip Mengamankan Rekening ketika Bank Terkena Serangan Cyber

Jika suatu bank terkena suatu serangan cyber, kebocoran data nasabah memang tidak dapat dipungkiri lagi. Namun, masih banyak hal yang anda dapat lakukan guna melindungi saldo rekening. Apa saja itu?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Gangguan yang dialami oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada hari Senin (8/5/2023) diduga terjadi karena adanya serangan cyber, seperti ransomware. Dampaknya nasabah tidak dapat melakukan transaksi baik dengan menggunakan BSI mobile, mesin ATM hingga melakukan transaksi melalui teller di kantor cabang bank.
 
Kelompok hacker LockBit diduga telah meretas banyak data nasabah BSI. Ada sekitar 1,5 TB (terabyte) data milik 15 juta nasabahnya yang disandera. Mereka juga mengaku telah menyebarkan data pada pasar gelap internet atau Dark Web. Bahkan, mereka mengaku sudah mengajukan tawaran sebesar Rp 295,61 miliar supaya pihak BSI bisa menebus data nasabah.
 
Adapun rincian kebocoran data nasabah yang diambil alih oleh penyerang ransomware adalah data nama, nomor HP, alamat, jumlah saldo di rekening, nomor rekening, riwayat transaksi, tanggal pembukaan rekening, informasi pekerjaan, dan lain-lainnya.
 
Jika suatu bank terkena suatu serangan cyber, kebocoran data nasabah memang tidak dapat dipungkiri lagi. Namun, masih banyak hal yang anda dapat lakukan guna melindungi saldo rekening anda. Apa saja itu? Mari kita Simak.
 
1. Segeralah Ganti PIN Kartu ATM dan Password Mobile Banking Anda
 
Cara-Ganti-PIN-ATM-BCA.jpg
 
 
Apabila layanan pada bank sedang tidak dapat diakses, besar kemungkinan system keamanan bank tersebut sedang bekerja untuk melakukan pencegahan terhadap kebocoran data nasabah maupun dana dari nasabah.
 
Tunggulah hingga layanan pada bank dapat di akses Kembali, setelahnya anda sangat disarankan agar mengganti PIN pada kartu ATM dan password mobile banking anda. Hal itu penting dilakukan agar data nasabah tidak mengalami kebocoran.
 
Namun perlu diketahui juga, kecil kemungkinan hacker memperoleh PIN ATM dan password mobile banking dikarenakan adanya sistem encrypt password dan two factor authentication(2FA) yang mempersulit hacker dalam mengetahui apa PIN ATM dan password mobile banking anda.
 
2. Mengaktifkan Sistem Verifikasi 2 Langkah Pada Email Yang Tersambung Pada Mobile Banking Anda
 
4-1-malwarebytes-com.jpg
 
 
Mengaktifkan sistem verifikasi 2 langkah atau two factor authentification(2FA) sangatlah dianjurkan ketika anda pertama kali membuat akun mobile banking. Dengan mengaktifkannya, sistem akan menambahkan lapisan keamanan ekstra pada akun anda jika sandi anda dicuri. Sehingga, seorang hacker akan lebih sulit dalam membobol email anda.
 
3. Jangan Mudah Tertipu Ketika Ada Email atau Pesan Singkat Yang Mengatasnamakan Bank
 
7351a3eaf347208cbe75e46466551474.jpg
 
 
Ketika sistem keamanan sebuah bank sedang diserang, abaikanlah sementara email atau pesan singkat yang mengatasnamakan bank. Apalagi jika isi pesan tersebut mengharuskan anda untuk mengisi data pribadi seperti nomor rekening, nomor kartu ATM, PIN ATM dan lain lain.
 
Jika anda membalas tersebut, besar kemungkinan seorang hacker akan memperoleh informasi informasi penting anda melalui nomor telepon atau email yang anda gunakan untuk membalas pesan tersebut. Selanjutnya hacker akan terus mengirimkan pesan lainnya untuk mendapatkan data lebih lanjut.
 
Jadi kita harus selalu waspada Ketika ada yang mengaku sebagai customer service bank, jangan pernah anda bagikan nomor OTP, bahkan nomor PIN ATM anda.
 
4. Periksa Mutasi Rekening Anda Secara Berkala
 
Cara-Cek-Mutasi-BRI-di-ATM-Terbaru.jpg
 
 
Langkah selanjutnya yaitu nasabah disarankan agar tidak lengah dalam mengecek jumlah saldo yang ada pada rekening anda. Hal ini dilakukan untuk memastikan tak ada aktivitas yang mencurigakan yang terjadi pada rekening anda. Jika saldo anda berkurang sepengetahuan anda, maka anda harus mengecek kemana saldo tersebut di alirkan.
 
Dalam situasi seperti ini, nasabah bank diharapkan tetap tenang dan segera melaporkan insiden ini ke pihak bank jika nasabah mengalami kerugian finansial yang fatal, dengan begitu pihak bank dapat segera mengambil tindakan selanjutnya untuk membantu memecahkan masalah.

Ikuti tulisan menarik Luqman Sukma lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu