x

Anak-anak India. Foto: Tulus Wijanarko

Iklan

Rosi Rahmawati

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 Juni 2023

Selasa, 27 Juni 2023 06:51 WIB

Mengenal Beberapa Agama di Negara India

Mengenai apa saja agama yang berada di negara India, Negara yang terkenal dengan keberagaman suku, budaya dan agama.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Negara India merupakan sebuah negara di Asia yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, dengan populasi lebih dari satu milyar jiwa. India masuk ke dalam negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis dengan luas wilayah 3.287.590 km². Selain itu, India memiliki wilayah daratan yang sangat luas dan sering disebut sebagai anak benua (subcontinent). Letaknya berada di bawah, atau di bagian selatan benua utama Asia. India berbentuk republik dan disebut dengan Republic of India, beribukota di New Delhi dan menganut sistem demokrasi parlementer.

Dalam sistem kenegaraan India, secara tegas disebutkan bahwa India negara sekular yang memisahkan urusan agama sepenuhnya dari urusan pemerintahan. Kedudukan agama diakui bagi kelompok agama minoritas dan hampir semua agama besar di dunia ada di India. Sebagian besar masyarakat India beragama Hindu. Umat Islam, Kristen, Sikh, Buddha, Jainisme dan Zoroaster sebagai minoritas, diakui konstitusi dan Undang-undang tentang minoritas di India.

 

  1. Agama Hindu
Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Hindu sebagai agama yang memiliki pemeluk terbesar di India dan menjadi dasar budaya negara. Agama Hindu merupakan agama tertua di India, kelahiran agama Hindu dilatarbelakangi oleh akulturasi kebudayaan antara suku Arya sebagai bangsa pendatang dari Iran dan Dravida sebagai penduduk asli India. Bangsa Arya masuk ke India sekitar tahun 1500 SM. Agama Hindu memiliki empat keyakinan utama.

Pertama, pemeluknya percaya kepada Tuhan atau dewa-dewa yang merupakan manifestasi dari dewa tunggal atau roh universal sebagai pencipta dan pemelihara alam semesta. Kedua, mereka percaya kepada batin yang kekal, yang akhirnya menyatu dengan Tuhan. Ketiga, mereka percaya adanya tugas suci dan tanggung jawab moral (dharma). Terakhir, mereka percaya hukum aksi dan reaksi (karma), karena memiliki kehendak atas diri sendiri dan menentukan tindakan serta nasib sendiri.

Hinduisme memiliki kitab suci yaitu weda, Kitab suci weda dikenal dengan surti, memiliki arti bahwa wahyu yang diterima melaui pendengaran suci dengan kemekaran intituisi. Kitab weda juga disebut kitab mantra karena memuat nyanyian pujaan. Terdapat kitab yaitu kitab Tantra yang mengatur tentang pembangunan tempat suci Hindu dan peletakan arca. Hinduisme memiliki banyak festival dan ritual yang penting, seperti Holi, Diwali, dan Kumbh Mela.

 

  1. Agama Islam

Islam masuk ke India melalui dua cara yaitu formal dan informal. Masuknya Islam di India pada masa Nabi lebih banyak melalui jalur informal. Keterangan mengenai Islam masuk secara formal hanya sedikit yang dapat diketahui. Rasulullah telah mengetahui tentang daerah India dari para pedagang yang telah lama berhubungan dengan daerah.

Gambaran umum tentang masyarakat India saat Islam memasuki wilayahnya, menunjukkan indikasi sulit bagi proses islamisasi. Lima ciri khas masyarakat India menolak sesuatu dari luar, yaitu bahasa, agama, tradisi, dan kebencian orang asing, panatisme dan keangkuhan budaya. Data yang bersumber dari situs Islamic World terbit pada 5 Agustus 2012 menyebutkan perkembangan jumlah penganut India semakin membesar. Menurut analisis data jumlah pemeluk agama di India, Islam yang paling pesat pertumbuhannya. Menurut the Hind Newspaper bahwa jumlah persentase umat Islam di India mencapai 20 %, bahkan Hindutva Groups mengklaim populasi muslim sudah mencapai 30 %. Pada tahun 642 M, masjid pertama dibangun di daerah Kasagorod.

Keenam kepercayaan yang dianut oleh umat Islam:

  • Kepercayaan pada Keesaan Tuhan, Muslim percaya Tuhan pencipta segala sesuatu, dan Tuhan maha kuasa dan maha tahu.
  • Kepercayaan pada Malaikat Tuhan, Muslim percaya pada malaikat, makhluk gaib yang menyembah Tuhan dan melaksanakan perintah Tuhan di seluruh alam semesta.
  • Keyakinan pada Kitab Tuhan, Muslim percaya Tuhan menurunkan kitab suci kepada utusan Tuhan. Umat Muslim percaya kitab suci lebih awal dalam bentuk aslinya diturunkan secara ilahi, tetapi hanya Al-Qur'an yang tersisa seperti yang pertama kali diungkapkan kepada nabi Muhammad.
  • Keyakinan pada Nabi atau Utusan Tuhan, Muslim percaya petunjuk Tuhan telah diwahyukan kepada umat manusia melalui para utusan, atau nabi yang ditunjuk secara khusus, sepanjang sejarah, dimulai dengan manusia pertama, Adam, dianggap sebagai nabi pertama. Muslim percaya bahwa Muhammad yang terakhir dari jajaran nabi diutus untuk seluruh umat manusia dengan risalah Islam.
  • Keyakinan akan Hari Pembalasan, Umat Islam percaya bahwa pada Hari Pembalasan, manusia akan diadili atas perbuatannya dalam kehidupan, mereka yang mengikuti petunjuk Tuhan akan diganjar dengan surga sedangkan bagi mereka yang menolak petunjuk Tuhan akan dihukum dengan neraka.
  • Percaya pada Ketetapan Ilahi, rukun iman menjawab pertanyaan tentang kehendak Tuhan. Diungkapkan keyakinan diatur oleh ketetapan ilahi, yang terjadi dalam hidup seseorang sudah ditakdirkan, dan orang beriman harus menanggapi baik atau buruk yang menimpa mereka dengan rasa syukur atau kesabaran.

 

  1. Agama Buddha

Sebelum disebarkan di bawah perlindungan maharaja Asoka pada abad ke-3 SM, umat Buddha hanya sebuah kelompok kecil, dan sejarah peristiwa peristiwa yang membentuk agama Buddha tidaklah banyak tercatat. Buddha didirikan oleh Siddhartha Gautama, yang dikenal sebagai Buddha. Buddha, yang nama aslinya Siddhartha Gautama, lahir di India pada abad ke-6 SM. Dia menemukan ajaran-ajaran baru yang dikenal sebagai Buddhisme, yang menekankan pada kebijaksanaan dan pembebasan dari penderitaan. Ajaran Buddha menekankan pada kebijaksanaan dan pembebasan dari penderitaan.

Dua aliran utama Buddhisme yang diakui secara umum oleh para ahli, Theravada “Aliran Para Sesepuh” dan Mahayana “Kendaraan Agung”. Vajrayana berkembang pada selanjutnya menjadi Tantrayana (Mantrayana), suatu bentuk ajaran dihubungkan dengan siddha India, dianggap sebagai bagian dari Mahayana. Kitab suci agama Buddha yaitu kitab suci Tripitaka atau dikenal sebagai Kanon Pali (Pali Canon). Kitab suci agama Buddha tidak dibenerkan bahwa mereka merupakan ‘wahyu’ Tuhan, karena agama Buddha sendiri tidak mengajarkan konsep ketuhanan. Sedangkan diajarkan bahwa semua yang terdapat dalam kitab suci merupakan perkataan sang Buddha Gautama berbentuk khotbah, peraturan, syair, dan percakapan sang Buddha dengan siswanya.

Konsep utama agama Buddha yaitu Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Tengah. Agama Buddha mengajarkan karma dan reinkarnasi dengan fokus pembebasan dari siklus kelahiran dan kematian.

 

  1. Agama Sikh

Agama Sikh merupakan agama keempat terbesar di India, dengan sekitar 2% dari populasi India. Agama Sikh dikatakan sebagai agama yang berasal dari bangsa Arya, seperti Hindu, Jain dan juga Zoroaster. Agama Sikh muncul sekitar abad ke 15 masehi, bersamaan dengan gerakan pro-testanisme di Barat dan dipelopori Martin Luther (1469-1538) dan didirikan oleh Guru Nanak (1469-1538). Agama Sikh mempunyai kedekatan dengan agama Islam dan Hindu, tetapi menurut Guru Arjun, bahwa agama Sikh merupakan agama yang berbeda dengan Islam dan jiuga Hindu.

Menurut Guru Nanak, agama Sikh mengajarkan tentang ke-Esa’an Tuhan, Tuhan bersifat kekal abadi, berdiri sendiri dan tanpa rupa. Guru Nanak menolak ajaran alam semesta adalah maya, realiasnya yaitu hanya Tuhan. Guru Nanak juga menolak tentang ajaran upacara-upacara penyembahan dewa dalam bentuk patung. Sikhisme menekankan pada kesetaraan dan persaudaraan antara manusia, serta pentingnya melakukan tindakan baik dan menghormati Tuhan.

Sikhisme juga memiliki konsep seva, atau pelayanan kepada orang lain, dan langar, atau makanan gratis yang disediakan untuk semua orang. Sikh juga memiliki praktik unik seperti memakai turban dan menjaga janggut. Agama Sikh muncul karena didasarkan keinginan untuk mengakhiri konflik penganut Islam dan Hindu yang ada di India.

 

  1. Agama Jain/Jainisme

Agama Jain, agama keenam terbesar di India, dengan sekitar 0,4% dari populasi India mengikuti agama ini. Agama Jain muncul karena reaksi sikap ekstrem Hindu dalam diskriminasi kasta. Menurut pendapat pengikut Jain bahwa agamanya merupakan suatu mazhab yang sangat lama dan cukup sempurna dimana berada pada tangan Jain ke 24. Agama Jain sendiri berasal dari ajaran Mahavira pada 599-527 SM. Jainisme menekankan pada Ahimsa, atau tidak menyakiti makhluk hidup lainnya, dan pentingnya mencapai kesucian melalui meditasi dan tindakan baik.

Jainisme juga memiliki konsep karma dan reinkarnasi, namun dengan fokus pada pembebasan dari siklus kelahiran dan kematian. Kitab suci agama Jain yaitu Siddhanta yang bermakna pembahasan. Selain itu, kitab suci Jain disebut Agamas yang bermakna perintah, ajaran dan juga bimbingan. Kitab Suci Jain terdiri dari sekumpulan 55 khotbah mahavra, pidato dan wasiat berhubungan dengan para murid, pendeta dan aliran ahli ibadah.

Jain memiliki praktik seperti vegetarianisme dan puasa. Dalam Agama Jainisme setiap makhluk hidup memiliki potensi untuk menjadi Tuhan. Karena, Jain tidak memiliki satu Tuhan, tetapi Dewa Jain tak terhitung jumlahnya dan jumlahnya terus meningkat karena semakin banyak makhluk hidup mencapai pembebasan.

 

  1. Agama Kristen

Agama Kristen masuk ke dalam agama terbesar ketiga di India. Berdasarkan sensus pada tahun 2001, jumlah umat Kristen sekitar 24 juta jiwa, atau sekitar 2,3% dari keseluruhan penduduk India. Kristen pertama kali masuk ke India pada abad ke-16 dari Gereja Katolik Roma. Diakhir abad 17 jumlah penduduk diperkirakan lebih dari 500 juta. Agama Kristen percaya bahwa Yesus merupakan Tuhan tetapi bukan menyembah tiga Allah, melainkan menyembah satu Allah dalam tiga pribadi atau disebut Allah Tritunggal.

Kitab suci Agama Kristen yaitu Alkitab yang dipercaya sebagai kekuatan Allah, ternyata dipercayai oleh para pelaku budaya yang ada di Minahasa yaitu para Tona’as atau Wailan yang melakukan ritual penyembuhan. Hari raya agama Kristen yaitu Natal yang dilaksanakan setiap tanggal 25 Desember, lalu ada hari raya paskah, hari pentakosta, hari raya Jumat Agung dan Hari raya kenaikan Yesus ke Surga.

 

  1. Agama Zoroaster

Agama Zoroaster salah satu agama tertua dan pernah menjadi agama negara bagi tiga kerajaan besar di Iran yang berkembang sejak abad 6 SM. Kitab suci agama Zoroaster disebut Zend Avesta. Ajaran awal Zoroaster, tidak dikenal konsep dua Tuhan. Zoroaster meyakini dua kekuatan besar dalam kehidupan berlawanan.

Menurut Asy-Syahrastani, Zoroaster meyakini Tuhan itu tunggal, tidak ada lawan dan kawan, pencipta cahaya dan kegelapan. Tetapi pengikut Zoroaster meyakini alam raya merupakan jelmaan dari pergulatan abadi antara Ahura Mazda, Dewa Terang, Ahriman, Dewa Kegelapan. Zoroaster menganjurkan pengikutnya untuk menyalakan api suci di tungku api di setiap kulit peribadatan. Dalam tradisi Zoroasternisme, saat mendirikan kuil api barum diharuskan menyalakan api pada sembulan buah lilin. Orang yang hendak sembahyang harus mencuci wajah, tangan dan kaki dari kotoran debu, lalu menutup sebagian wajah. Berdoa kepada Ohrmazd, mengutuk Ahriman dengan memukul ujung kawat dengan penghinaan, memasang tali dengan sikap berdoa.

 

 

India merupakan negara yang kaya akan keberagaman agama. Setiap agama memiliki sejarah dan tradisi yang unik, namun semuanya memiliki kesamaan dalam keyakinan akan keberadaan Tuhan yang Maha Esa dan pentingnya mencapai kesucian. Agama Hindu, Buddha, Sikh, Jain memiliki konsep karma dan reinkarnasi, namun dengan fokus yang berbeda pada pembebasan dari siklus kelahiran dan kematian. Semua agama juga menekankan pentingnya melakukan tindakan baik dan menghormati orang lain. India adalah negara yang kaya akan keberagaman agama.

Ada beberapa agama yang dianut di India, di antaranya Hindu. Islam, Kristen, Sikh, Buddha, Jainisme dan Zoroaster. Agama-agama ini memiliki sejarah dan tradisi yang unik dan menarik, serta memberikan kontribusi besar terhadap kebudayaan India. Meskipun ada perbedaan dalam keyakinan dan praktik antara agama-agama ini, mereka semua memiliki kesamaan dalam pentingnya moralitas, etika, dan spiritualitas. India adalah tempat yang menarik untuk dipelajari dari segi agama karena keberagaman agamanya yang kaya dan beragam.

 

Ikuti tulisan menarik Rosi Rahmawati lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu