x

Iklan

Ina Rahmatiwi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 Juli 2023

Senin, 10 Juli 2023 08:31 WIB

Van Gogh Alive The Experience, Mengulas Pameran Seni dengan Ekspektasi Publik yang Tinggi

Pameran seni Van Gogh Alive akhirnya menyambangi Jakarta, 7 Juli 2023-9 Oktober 2023. Para pecinta seni dan penggemar Van Gogh tentu menyambut antusias pameran ini.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Untuk yang sudah pernah mengikuti kabar seputar pameran seni Van Gogh di luar negeri, kehadiran pameran ini di Indonesia tepatnya di Jakarta menjadi sangat ditunggu. Terlebih konten-konten yang beredar di media sosial menampilkan betapa menakjubkan dan indahnya pameran ini. Hal tersebut tentu membuat siapa pun yang mengikuti kabarnya mempunyai ekspektasi tersendiri.

Tidak heran ketika penjualan tiket dimulai langsung habis terjual dan kunjungan ke pameran ini langsung penuh tepat setelah pameran resmi dibuka. Sayangnya, antusiasme yang berlebihan ini pada akhirnya menimbulkan banyak reaksi negatif. 

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Jika kita melihat pameran ini hanya sebatas pada "isi konten untuk media sosial", mungkin banyak dari kita akan kecewa. Hal tersebut dapat timbul dari venue yang tidak terlalu luas, ramainya pengunjung yang hadir, beberapa kekurangan tampilan di bagian partisi pajangan yang terkesan dibuat terburu-buru, serta kurang tegasnya pengaturan arus keluar masuk pengunjung dari pihak penyelenggara membuat pengunjung hanya memadati area tertentu.

Akibatnya, banyak pengunjung merasakan tidak nyaman dan mengeluarkan argumen bahwa harga yang dibayar untuk mengunjungi pameran ini tidak layak karena pengalaman kurang menyenangkan yang mereka dapatkan. Namun, apakah pameran ini benar-benar tidak sesuai dengan harga yang dibayarkan?

 

 

Perlu diperhatikan bahwa layak atau tidaknya harga yang dibayar dengan pengalaman yang didapat merupakan perspektif yang subyektif. Setiap individu pasti memiliki angka yang berbeda untuk menilai sebuah kelayakan. Jadi, tulisan ini berusaha mengulas pameran Van Gogh Alive dari kacamata seorang individu yang mencoba menikmati konten pameran yang dihadirkan berdasarkan pengalaman pribadi yang dirasakan. 

Pada saat memasuki pameran seni Van Gogh Alive, pengunjung langsung disuguhkan dengan salah satu karya Van Gogh yang dihadirkan dalam bentuk 3 dimensi yaitu karya berjudul "Kamar Tidur di Arles". Karya tersebut adalah kamar Van Gogh sendiri. Dikutip dari laman vangoghmuseum.nl, Van Gogh menceritakan kepada Theo dalam suratnya bahwa ia sangat senang dengan lukisan itu karena ketika ia melihat kanvasnya lagi setelah ia sakit, menurutnya hal yang terbaik adalah kamar tidur. Selain bentuk replika dari "Kamar Tidur di Arles", di ruangan yang sama terdapat informasi diri Vincent Van Gogh serta kutipan yang pernah ia tuliskan. Walaupun ini ruang utama yang dimasuki pengunjung, tetapi tidak banyak pengunjung yang menetap lama di ruangan ini.

Memasuki ruang selanjutnya, pengunjung disambut dengan bunga-bunga matahari artifisial yang merepresentasikan karya "Sunflowers". Hal yang menarik dari hadirnya ruangan Sunflower ini adalah karena lukisan bunga matahari sendiri memiliki arti khusus bagi Van Gogh. Ia merasa bunga matahari mengekspresikan rasa syukur. Ruangan yang penuh dengan bunga matahari ini hanya memberikan sejalur ruang gerak yang tidak terlalu besar. Titik favorit pengunjung untuk mengambil gambar tentu saja di tengah ruang. Hal ini yang pada akhirnya menyebabkan kepadatan karena arus pergerakan pengunjung tersendat.

Setelah melewati bunga-bunga matahari, pengunjung akan memasuki ruangan yang menjadi tokoh utama dari pameran Van Gogh Alive yaitu ruang imersif. Ruangan ini menampilkan kurang lebih 3.000 karya Van Gogh diiringi dengan musik klasik. Penampilan karya seni yang indah di sepanjang dinding ruangan dan di beberapa bagian lantai membuat semua orang ingin mengabadikannya sehingga ruangan ini menjadi ruangan paling ramai.

Durasi pemutaran video berlangsung kurang lebih 30 menit dan selama itu tidak ada batasan terkait jumlah pengunjung yang memasuki ruang. Jadi, dapat disimpulkan sendiri seramai apa ruangan ini. Bahkan pada beberapa titik, pengunjung berdiri selama yang mereka mau untuk mendapatkan foto terbaik walaupun sebelum memasuki ruangan petugas yang berjaga sudah mengingatkan agar tidak berdiri terlalu lama. Kurangnya kontrol keramaian di ruangan ini sepertinya patut dievaluasi dan direspon dengan solusi yang baik oleh pihak penyelenggara.

 

 

Setelah puas menyaksikan karya Van Gogh dalam bentuk video, pengunjung akan diarahkan ke ruangan dengan tirai lampu. Ruangan ini merepresentasikan karya Van Gogh yang sangat terkenal yaitu "Starry Night". Beberapa pengunjung akan berada cukup lama di ruangan ini untuk mengambil foto dan video. Namun jalur lalu lintas pengunjung masih dalam tahap aman karena pengunjung akan lebih banyak mengambil foto dari balik tirai lampu.

 

 

Ruangan berikutnya adalah ruangan interaktif yang terkadang dilewati sebagian besar pengunjung. Pasalnya, di ruangan ini pengunjung akan menggambar sketsa dari karya Van Gogh mengikuti tutorial yang ditampilkan dalam video di layar bagian depan ruangan. Mungkin di ruangan ini pengunjung kurang bisa mengambil banyak foto atau video karena spotnya sangat terbatas, tetapi mencoba menggambar dapat menjadi salah satu pengalaman terbaik dan menyenangkan dari pameran ini.

Ruang terakhir merupakan ruang yang harus paling diantisipasi karena sangat menggoda isi kantong pengunjung. Ruangan ini adalah ruangan merchandise. Pengunjung dapat membeli berbagai merchandise yang ditawarkan mulai dari kaos, tas, dompet, card holder, post card, dll. Di ruangan ini juga terdapat tempat photobooth yang banyak diminati pengunjung.

Secara keseluruhan, pameran Van Gogh Alive masih bisa dinikmati dengan beberapa catatan yang mungkin dapat lebih diperhatikan, baik oleh pengunjung maupun pihak penyelenggara. Keramaian pengunjung memang tidak bisa dibendung karena tingginya antusiasme, namun para pengunjung mungkin bisa menaruh perhatian lebih tinggi terhadap isi konten yang ditampilkan dan lebih menghargai sesama pengunjung lainnya dengan tidak terlalu lama berdiam diri di posisi tertentu untuk mengambil foto dan video. Jika memang memerlukan lebih banyak waktu untuk mendapatkan foto dan video yang baik, sekiranya setiap pengunjung bisa lebih bijaksana dalam menentukan posisi. Mungkin bisa dilakukan dengan mencari posisi yang tidak terlalu menghalangi pandangan pengunjung lain.

Di sisi lain, sebuah pameran seni seharusnya dapat dinikmati dengan penuh penghayatan sehingga maknanya bisa sampai ke hati. Tidak ada karya seni yang tidak memiliki makna dan tidak ada seorang pun seniman yang menghasilkan sebuah karya tanpa alasan, termasuk Vincent Van Gogh. Pameran seni Van Gogh Alive sendiri sejatinya berupaya untuk menampilkan karya sang seniman dengan cara modern menggunakan teknologi. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan untuk orang awam dalam memahami karya seni sang seniman.

Pentingnya kesadaran pengunjung untuk lebih bijaksana dalam menikmati karya seni serta perlu adanya usaha lebih tinggi dari pihak penyelenggara untuk mengatur arus pergerakan pengunjung menjadi hal utama yang perlu ditingkatkan lagi. Jika kedua hal tersebut mengalami perubahan signifikan ke arah yang lebih baik nantinya, mungkin tidak perlu ada lagi reaksi negatif yang beredar di media sosial dan pameran ini akan bisa berlangsung sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Ikuti tulisan menarik Ina Rahmatiwi lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan