x

Masjid 99 Kubah

Iklan

Bibi Suprianto

Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS), Universitas Gadjah Mada (UGM)
Bergabung Sejak: 21 April 2023

Senin, 7 Agustus 2023 07:23 WIB

Syainullah Wahana Mendorong Pelestarian Lingkungan di Perairan Makassar

Mereka telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup dan sumber daya pesisir. Mrreka juga melakukan pemberdayaan masyarakat dan melakukan riset di pulau-pulau kecil.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Syainullah Wahana, adalah aktifis lingkungan yang lahir di Makassar 03 Mei 1989. Dia memiliki Forum Kajian Pesisir di Universitas Hasanuddin yang berdiri sejak 2001. Forum ini diinisiasi beberapa mahasiswa jurusan perikanan di Tamalanrea Kota Makassar. Forum ini memiliki sekretariat di ruang INCUNE-UH lt.1 Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan.

Forum dibentuk karena Syainullah Wahana dan teman-temannya yang peduli lingkungan melihat realitas masyarakat penduduk yang jauh akan kesejahteraan.  Padahal, deaerah mereka kaya dan melimpah akan sumberdaya laut.

Mereka memiliki visi bahwa Forum Kajian Pesisir adalah wahana berbagi Informasi dan pengetahuan antara sesama pecinta lingkungan yang peduli pada pelestarian lingkungan serta. Selain itu juga bisa  menjadi seorang teknis dalam pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Sedangkan misinya adalah melakukan perubahan pola pikir masyarakat pesisir dan masyarakat di pulau-pulau kecil secara signifikan setelah mereka mengikuti kegiatan penyadaran dan pelatihan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Mereka juga harus mensinergikan antara ilmu yang di dapat dengan realitas yang ada, serta menjembatani kepentingan rakyat dengan sistem partisipasi langsung dari masyarakat. Dan menghasilkan karya dalam sebuah penelitian yang dapat terpublikasi dalam skala nasional dan international.

Kegiatan yang telah dilakukan sejak 2010 mengandalkan program pesisir yang dapat berkontribusi terhadap lingkungan. Sampai sekarang program ini menjadi salah satu keunggulan untuk masyarakat di pulau-pulau kecil.

Syainullah Wahana dan kawan-kawan menilai aktivitas penangkapan yang tidak ramah lingkungan membuat stok ikan berkurang dan merusak ekosistem laut. Lalu mereka membuat solusi dengan metode penangkapan ikan yang ramah akan lingkungan. Caranya? Mereka, antara lan, membuat rumah ikan karang sebagai tempat nelayan mencari atau menangkap ikat. Tujuannya untuk melindungi biota laut dan ikan karang di lautan.

Selama forum ini dibentuk, Syainullah bersama tik FKP telah melakukan berbagai kerjasama dalam lingkup nasional. Seperti menjadi mitra di setiap kajian yang dilakukan oleh pihak kampus tentang upaya pelestarian lingkungan hidup dan sumberdaya pesisir dengan prinsip pemberdayaan masyarakat dan riset di pulau-pulau kecil kota Makassar.  Mereka berkolaborasi dengan berbagai instansi seperti Dinas Kelautan dan Perikanan.

Mereka melakukan pengabdian melalui penyuluhan, pelatihan, praktik, evaluasi dan monitoring. Kegiatan yang dilakukan berfokus pada biota laut yang dilindungi dan terdaftar dalam kategori merah IUCN seperti kimia, napoleon, dan biota laut lainnya yang dilindungi. Mereka juga melestarikan lingkungan melalui pengembangan kebun hydroponic di setiap pulau binaan.

Program mereka memiliki berbagai keungulan dalam disiplin ilmu kelautan dan perikanan yang berusaha dipadukan dengan kreatifitas dan motivasi disiplin ilmu lainnya. Program yang dilakukan bukan hanya dalam konteks perairan saja, tetapi di daeratan pulau juga menjadi tujuan untuk penghijauan pulau. Seperti penerapan perkebunan hydroponic di daratan pulau yang diharapkan nantinya akan menjadi percontihan ruang hijau di masyarakat Pulau. Sehingga dapat dikembangkan melalui sebuah desain kebun mini yang unik, agak masyarakat tertarik ikut dan mengembangkannya.

Sedangkan untuk program di bawah laut, mereka menyiapkan prigram pembuatan taman laut yang bisa menjadi ikon dunia bawah laut yaitu perairan pulau sebagai tempat para wisatawan menyelam bawah laut. Pembuatannya yaitu dengan meja karang yang diatur dengan rapi di dalam laut.

Syainullah Wahana mengatakan saat ini mereka masih kekurangan tenaga bantuan dari mahasiswa, anak-anak kreatif, serta masyarakat umum. Padahal, mereka bisa berperan aktif menyelamatkan pesisir pantai dan pulau-pulau kecil dari dergradasi ekosistem lingkungan alam.

 

Ikuti tulisan menarik Bibi Suprianto lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

19 jam lalu

Terkini

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

19 jam lalu