x

Iklan

Ariyo Rizky Valentino

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 September 2022

Senin, 7 Agustus 2023 16:13 WIB

Komunitas Suka Membaca, Ikhitar Mengatasi Rendahnya Literasi di Papua Barat, Manokwari

Indonesia Timur adalah salah satu daerah yang kurang dengan akses pendidikan, ini masih menjadi masalah utama bagi mereka disamping kekurangan-kekurangan akses lainnya seperti, kondisi ekonomi, budaya, dan aksesibilitas geografis.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Rendahnya literasi dan kurangnya minat baca pada masyarakat Indonesia bukan hanya disebabkan oleh kemalasan, tetapi juga kurangnya akses, terutama di daerah Indonesia bagian Timur.

Indonesia Timur adalah salah satu daerah yang kurang dengan akses pendidikan, ini masih menjadi masalah utama bagi mereka disamping kekurangan-kekurangan akses lainnya seperti, kondisi ekonomi, budaya, dan aksesibilitas geografis.

Problem ini menjadikan anak-anak di Indonesia Timur tertinggal dalam segi pendidikan, padahal pendidikan adalah model dasar yang sangat penting untuk mewujudkan sumber daya manusia Papua yang unggul.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Mendirikan Komunitas Suka Membaca

Inilah yang menjadi tonggak awal berdirinya KSM (Komunitas Suka Membaca). Belajar dari masa lalunya, Mas Lemek, mungkin begitu saja saya menyebutnya, tidak ingin anak-anak di daerahnya merasakan kepahitan yang sama seperti dirinya. Sulitnya memperoleh akses pendidikan menjadikan Mas Lemek harus menempuh jalan berkilo-kilo dengan berjalan kaki. Hanya demi sebuah akses pendidikan. Maka dari itu, lewat KSM, Mas Lemek ingin mencerdaskan generasi Papua, khususnya dalam bidang literasi.

Melalui KSM, Mas Lemek juga mengajukan anak-anaknya untuk terus terlibat dalam kegiatan yang digagasnya, untuk menciptakan generasi Papua yang "cerdas" dan "maju" dari Indonesia Timur, dan berharap agar Papua bisa berdiri sejajar dengan daerah-daerah lain.

 

Bahan Bacaan Hingga Minimnya Dukungan Masyarakat dan Pemerintah

Mas Lemek sadar bahwa untuk menaikkan minat literasi anak-anak di Papua bukanlah kegiatan yang mudah, semudah membalikkan telapak tangan. Masalah yang terbesar adalah kurangnya bahan bacaan, sedangkan anak-anak disana merasa senang dan termotivasi atas buku teks pelajaran.

Hal ini saya rasa harus segera diatasi. Jika tidak, ada kemungkinan bahwa motivasi anak-anak di Papua semakin menurun dan perlahan pudar akibat kurangnya akses bahan bacaan yang ada. Sebab, anak-anak pasti akan mudah bosan jika membaca buku yang sama berulang-ulang.

 

Masalah lain yang muncul adalah kurangnya dukungan dari pemerintah dan masyarakat setempat, terbatasnya tenaga sukarelawan, serta minimnya sarana prasarana bagi pengembangan rumah baca juga menjadi konflik yang harus sesegera mungkin diselesaikan. Mengingat anak didik Mas Lemek yang sudah mencapai 500 orang yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Papua Barat.

 

Kemajuan demi Kemajuan yang Dicapai Komunitas Suka Membaca 

Perjuangan Mas Lemek dalam mendirikan KSM kini berbuah manis. Banyak anak yang terbantu dan banyak juga anak-anak disana yang sudah bisa melakukan baca tulis. Mereka belajar dari buku-buku yang tersedia, menambahkan wawasan, dan pola pikir mereka juga sudah tersentuh dengan keajaiban sebuah buku.

 

Selain perkembangan yang menggembirakan ini, masyarakat sekitar juga mulai sadar akan pentingnya rumah baca bagi tumbuh kembang dan masa depan anak-anak.

 

Komunitas Suka Membaca Ditetapkan sebagai Program yang Permanen

KSM akan diwujudkan sebagai sebuah program yang permanen. Mas Lemek berharap program ini dapat mendorong kemajuan pendidikan dan meningkatkan budaya literasi di Papua Barat.

 

Mas Lemek juga berharap dengan berjalannya program ini, pemerintah melirik dan menjadi program literasi ini sebagai program yang diprioritaskan di Papua Barat. Tak cukup hanya pemerintah, kehadiran beberapa organisasi juga sangat penting untuk mendorong minat literasi anak di Papua Barat.

 

Saat ini, KSM memiliki 24 Rumah baca yang tersebar di Papua Barat. Beberapa diantaranya terletak di Kabupaten Manokwari, Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Bintuni, Kabupaten Sorong, dan Kabupaten Tambrauw.

 

Kegiatan ini juga terdaftar sebagai penerima apresiasi SATU Indonesia Award. Jika pembaca ingin komunitas atau bisnisnya terdaftar sebagai penerima apresiasi SATU Indonesia Award, kalian bisa daftar melalui link ini.

Ikuti tulisan menarik Ariyo Rizky Valentino lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

19 jam lalu

Terkini

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

19 jam lalu