x

Iklan

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Senin, 9 Oktober 2023 17:52 WIB

Jangan Bangga Punya Banyak Teman tapi Nggak Tahu Manfaatnya; Inilah 3 Tipe Teman Anda

Jangan bangga punya banyak teman bila tidak ada manfaatnya. bergaul itu harus bisa bikin lebih baik bukan lebih jahat. Hati-hati berteman

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Punya banyak teman dalam pergaulan, jangan senang dulu. Karena bergaul dan teman bisa membuat seseorang menjadi lebih baik atau lebih buruk. Mau disebut teman, kawan, atau sahabat yang penting manfaat dari pergaulannya apa? Sudah pernah dicek, apa yang jadi lebih baik saat bergaul dengan si A? Atau justru terjerumus ke pertemanan yang sesat? Makanya, jangan senang dulu bila punya banyak teman.

 

Hati-hati dalam bergaul, apalagi di era media sosial seperti sekarang. Karena tidak sedikit yang mengaku teman tapi justru menjerumuskan ke hal-hal yang tidak baik. Bahkan ada teman yang senang bila kita susah dan bermasalah. Sebaliknya ada juga teman yang langsung benci dan murung saat kita diberi kenikmatan dan kesenangan. Sekali lagi, sudah dicek belum. Dari ribuan atau puluhan ribu teman, mereka termasuk yang seperti apa?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Soal pertemanan, urusan pergaulan itu gampang saja. Bahwa hanya ada tiga tipe teman yang ada di sekitar kita:

  1. Teman-teman yang saat bergaul sering mengingatkan kita tentang dari mana dan mau ke mana kita? Selalu mengajak untuk kebaikan, melarang dari keburukan, menasehati kita untuk selalu ingat “kampung halaman” tempat kembali kita kelak. Teman yang begini bagus banget tapi langka.
  2. Teman-teman yang bergaul dengan kita hanya untuk perkara dunia semata. Bisa jadi, karena dia adalah rekan kerja, teman sekolah, tetangga atau lainnya. Berteman tapi kurang ada manfaatnya, bahkan sering sebatas kamuflase saja. Teman yang begini sih hambar, cuma buat urusan dunia dan fisik doang.
  3. Teman-teman yang saat bergaul selalu mengajak kita ke arah keburukan, membuat malas melakukan kebaikan, nggak taat juga pada agama. Kerjanya mengajak maksiat, minimal gibahin orang. Teman yang lupa akan akhirat. Akrab dan bergaul dengan teman begini bisa jadi sebab kita semakin jauh dari Allah SWT.

 

Maka dalam pergaulan atau memilih teman, ada baiknya fokus saja pada teman-teman di No. 1. Teman yang selalu mengajak kebaikan dan melarang keburukan. Niscaya kita akan beruntung, karena punya teman yang ikut menasehati bahwa hidup bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat. Sementara teman-teman di No. 2 sebaiknya bergaul seperlunya saja. Karena terlalu banyak bergaul dengan mereka dapat membuat kita terlena dengan kehidupan dunia. Dan bila punya teman tipe No. 3, jauhilah karena mengerikan banget. Bergaul sudah nggak ada manfaatnya malah kerjanya bikin dosa melulu. Serem banget deh.

 

Berteman atau bergaul memang harus hati-hari. Bukan soal banyak sedikitnya. Tapi soal manfaatnya ada atau tidak. Ibarat kata riwayat, siapapun yang bergaul dnegan penjual minyak wangi maka akan mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan bergaul dengan ppandai besi maka akan terkena percikan apinya atau mendapat bau asap yang tidak sedap (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Jujur saja, saya sih bersyukur bergaul dan berteman di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka. Karena saya bertemu dengan orang-orang yang peduli dan mau berbuat baik dan menebarkan manfaat kepada sesama. Ikhlas mengabdi untuk anak-anak kampung dan membangun tradisi membaca buku. Bergaul dengan kaum buta huruf, anak-anak yatim, kaum jompo, wqali baca dan relawan. Semuanya mengingatkan saya akan pentingnya bersyukur dan tahu diri. Dari mana dan  mau ke mana sebenarnya saya di dunia ini? Maka saya pilih, bergaul di taman bacaan dan meninggalkan hiruk-pikuk pertemanan yang sebatas dunia dan kamuflase. Sederhana kan?

 

Saat bergaul dan berteman di taman bacaan. Saya selalu diingatkan. Bahwa hidup tidak akan pernah sesuai dengan semua keinginan kita. Karena jangan berharap hidup tanpa masalah. Tapi fokus membuat solusi dari masalah, bukan malah mempermasalahkan lalu bertindah bodoh. Bergaul itu butuh keberanian untuk bersikap dan tetap menjadi diri sendiri dan apa adanya. Bukan cuma bertindak egois lalu biar dibilang “jago” sama orang lain. Untuk apa bergaul seperti itu?

 

Jadi, silakan bergaul dan berteman. Asal pergaulan yang digeluti mengajak kita berbuat baik dan menebar manfaat. Bukan malah untuk tidak baik dan maksiat. Salam literasi #PegiatLiterasi #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka

Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu