x

QRIS

Iklan

Leni Marlina

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 Oktober 2023

Sabtu, 14 Oktober 2023 06:02 WIB

Menggenggam Kemudahan Pembayaran Digital ASEAN melalui QRIS Cross-Border

Transaki digitalisai kini menjadi solusi terbaik, salah satunya adalah QRIS. Dengan QRIS pembayaran menjadi lebih cepat, mudah, murah, aman dan handal.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Masa Depan Terintegrasi: Menggenggam Kemudahan Pembayaran Digital ASEAN melalui QRIS Cross-Border
Penulis : a.azhar karim amrullah


Budaya, makanan, dan seni adalah beberapa hal yang membuat ASEAN unik. Tetapi ada satu hal lagi yang sedang berkembang, menggabungkan tradisi dengan teknologi: sistem pembayaran digital melalui QRIS Cross-Border

Di Pasar Lokal Phnom Penh, Kamboja, Srey, seorang penjual kerajinan tangan, kini dapat menerima pembayaran dari turis Indonesia tanpa harus berurusan dengan pertukaran mata uang. Ia hanya menunjukkan kode QR di meja kecilnya, dan dalam sekejap, transaksi selesai. Inilah keajaiban dari QRIS Cross-Border, sebuah inisiatif digital dari Indonesia yang sekarang mendekatkan negara-negara ASEAN lebih dari sebelumnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan


QRIS Cross-Border: Membawa ASEAN ke Era Baru 
Diterapkan pertama kali oleh Bank Indonesia, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah langkah awal negara ini menuju digitalisasi ekonomi. Dan dengan pengembangan Cross-Border, visi ini membentang melintasi batas-batas nasional, mendorong ASEAN menuju integrasi ekonomi yang lebih erat.

"Bagi masyarakat, ini bukan hanya tentang teknologi. Ini tentang memudahkan hidup," ujar Dara, seorang pengguna setia QRIS dari Jakarta. "Saya tidak perlu membawa banyak uang saat berpergian ke negara-negara tetangga. Cukup pindai, bayar, dan selesai!"

Namun, seperti halnya semua inovasi, edukasi adalah kunci. Inisiatif ini memerlukan penerimaan dan pemahaman yang luas dari masyarakat. Workshop, seminar, dan kampanye telah digelar di berbagai kota di Indonesia, memperkenalkan masyarakat pada kemudahan dan keamanan sistem pembayaran digital.

"Melalui edukasi, kita tidak hanya mengajarkan cara menggunakan QRIS, tetapi juga menanamkan pemahaman mengenai manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia dan ASEAN secara keseluruhan," kata Rianto, seorang ahli ekonomi digital.

QRIS Cross-Border bukan hanya tentang kemudahan transaksi. Ini adalah representasi dari misi Indonesia untuk meningkatkan kerja sama ekonomi di kawasan ASEAN. Dengan menghubungkan konsumen dan bisnis di seluruh kawasan melalui teknologi pembayaran yang terstandarisasi, Indonesia menunjukkan komitmennya sebagai pemimpin di era digital ASEAN.


Membangun Konektivitas di Era Pandemi
Pandemi yang melanda dunia telah mendorong percepatan digitalisasi di berbagai sektor, termasuk sektor keuangan. Dalam suasana ketidakpastian, konektivitas dan kemudahan transaksi menjadi sangat penting. QRIS Cross-Border hadir sebagai solusi untuk menjamin transaksi yang aman, cepat, dan tanpa kontak fisik, memungkinkan pertumbuhan ekonomi di tengah keterbatasan.

Adi, pemilik restoran kecil di Yogyakarta, merasakan dampak langsung dari keunggulan ini. "Sejak pandemi, banyak pelanggan yang memilih untuk tidak membayar dengan uang tunai. QRIS memberi kami solusi tanpa kontak yang pelanggan kami inginkan, dan dengan fitur Cross-Border, kami bahkan dapat melayani turis asing dengan mudah," katanya.

Salah satu kekhawatiran utama masyarakat terhadap pembayaran digital adalah isu keamanan. Namun, dengan infrastruktur yang dibangun oleh Bank Indonesia dan kerja sama dengan lembaga keuangan di seluruh ASEAN, QRIS Cross-Border dirancang dengan keamanan terdepan. Setiap transaksi dienkripsi dengan standar internasional, memastikan bahwa data dan uang pengguna aman.

Linda, seorang ibu rumah tangga di Surabaya, mengatakan, "Saya dulu ragu dengan pembayaran digital. Tapi setelah mencoba QRIS dan melihat betapa amannya, saya jadi lebih percaya diri untuk bertransaksi online."

QRIS Cross-Border bukan hanya sebuah inovasi pembayaran. Ini adalah langkah konkret menuju visi ASEAN 2025 – mewujudkan komunitas ekonomi yang inklusif, inovatif, dan terintegrasi. Indonesia, dengan mendorong inisiatif ini, memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam mendorong kerja sama regional di era digital.


Kolaborasi dan Sinergi sebagai Kekuatan Utama
Tidak ada inovasi yang dapat berkembang tanpa adanya kolaborasi. Kesuksesan QRIS Cross-Border bukan hanya hasil dari kebijakan cerdas Bank Indonesia, tetapi juga karena sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas. Adalah melalui kerjasama lintas sektor ini bahwa teknologi ini dapat diterapkan dengan efektif dan efisien.

Putri, seorang developer aplikasi dari Bali, menekankan betapa pentingnya kolaborasi. "Ketika kami mengembangkan aplikasi untuk sektor pariwisata, integrasi dengan QRIS Cross-Border menjadi prioritas utama. Melalui kemitraan dengan Bank Indonesia dan stakeholder lainnya, kami berhasil menciptakan solusi pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar ASEAN saat ini."

Sementara metropolis besar seperti Jakarta, Kuala Lumpur, dan Singapura mungkin dengan cepat mengadopsi teknologi digital, tantangannya adalah bagaimana memastikan bahwa daerah-daerah yang kurang berkembang juga termasuk dalam revolusi ini. Program pelatihan, seminar, dan workshop telah digelar di pedesaan dan kota-kota kecil untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat memiliki akses dan pemahaman yang sama terhadap teknologi ini.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap pedagang kaki lima di Medan atau petani di Lao PDR memiliki akses yang sama ke pembayaran digital seperti yang dimiliki oleh toko-toko besar di pusat kota," kata Rizal, seorang aktivis digital yang berfokus pada inklusivitas.

Dengan teknologi digital yang terus berkembang, langit adalah batasnya. QRIS Cross-Border mungkin hanya awal dari integrasi ekonomi digital di kawasan ASEAN. Dengan kecepatan perkembangan teknologi saat ini, siapa yang tahu apa yang akan datang selanjutnya? Satu hal yang pasti, dengan kerjasama, adaptasi, dan tekad, ASEAN siap menghadapi era digital dengan percaya diri dan optimisme.

Salah satu fokus utama dalam ekspansi QRIS Cross-Border adalah keberlanjutan. Bukan hanya dalam hal teknologi, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan. Dengan mengurangi penggunaan uang tunai dan material fisik, jejak karbon dari aktivitas ekonomi dapat dikurangi, mendukung tujuan ASEAN untuk masa depan yang lebih hijau.

Dalam keragaman budaya, geografi, dan ekonomi, negara-negara ASEAN menemukan titik temu dalam inovasi dan aspirasi bersama menuju masa depan yang lebih terintegrasi. QRIS Cross-Border, meskipun hanya salah satu dari banyak inisiatif, menonjol sebagai simbol dari kemauan kolektif untuk membangun masa depan yang lebih cerdas, efisien, dan inklusif.

Keberlanjutan, adaptabilitas, dan kolaborasi menjadi tiga pilar utama yang akan memandu ASEAN melalui tantangan era digital. Dengan dukungan dan partisipasi dari semua lapisan masyarakat, dari pebisnis hingga konsumen, dari perkotaan hingga pedesaan, dan dari generasi muda hingga yang tua, visi untuk ekonomi digital ASEAN yang berkelanjutan dan inklusif bukanlah sekadar impian. Ini adalah jalan yang kita tempuh bersama, dengan tekad dan harapan, untuk mewujudkan ASEAN yang lebih kuat, terkoneksi, dan makmur.

QRISnya satu, menangnya banyak!
Participant Of BI Digital Content Competition 2023

Ikuti tulisan menarik Leni Marlina lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu